On Tue, 6 Jun 2000, mBah Soeloyo wrote:
> WAM:
> First and foremost, saya mau nanya, mas Aswat ini Islam atau bukan?
> Kalau pun Islam, apakah benar-benar Islam yang menjalankan lima rukun
> (kecuali rukun terakhir), atau cuma Islam kejawen?
> ------
> waduh,
> yang berkata malu itu bukan mas aswat kok.
> jadi gak peduli apa agama mas aswat. beliau hanya menyampaikan
> bahwa sesama pelanggan milist "anu" yang kebetulan beragama
> islam dan sempat berdiskusi tentang agama islam (bahkan tengah
> naik daun sebagai penulis buku-buku keislaman) menyatakan
> rasa malu-nya melihat kejadian-2 di tanah air yang berkaitan
> dengan islam. gitu aja kok mas WAM.
> --------
WAM:
Then, kepada bung Aswat saya minta maaf.
Pertanyaan telah salah saya alamatkan.
Anyway, tolong sampaikan kepada ybs yang mengatakan bahwa _dia malu_.
Tolong juga tanyakan, apa yang telah dia perbuat untuk membantu orang
Islam yang sedang dizalimi di Ambon.
> Tentang ungkapan _memakai baju yang tidak sesuai_ , apakah ini
> bermakna
> filosofis, atau bermakna realitas?
> Jika maknanya adalah filosofis, betapa buanyaknya orang yang mengaku
> Islam, yang tidak memakai _baju yang sesuai_ dengan keislamannya. Yang
> bukan Islam pun juga buanyak yang tidak memakai baju yang sesuai. Ada
> agama yang selalu berkotbah membawa kedamaian, membawa cinta kasih.
> Faktanya di Ambon bukan itu yang mereka lakukan.
> -----------
> lha iya,
> mau dinyatakan faktual atau filosofis ya boleh-boleh saja.
> secara filosofis itu yang gimana ya.. malah bingung aku.
> yang pasti kenyataan yang ada, telah membuat seseorang
> merasa malu... dan sempat pula aku baca berita bahwa
> ulah lasji dengan segala atributnya, telah memancing
> protes dari beberapa negara timur tengah.... baik
> menyangkut pada pengertian "jihad" maupun "sandangannya"
> ------
WAM:
Pertanyaannya, sudahkah _negara Timur Tengah_ yang dimaksudkan itu
menerima info yang benar tentang kejadian di Ambon? Saya meragukan.
Saya berpendapat, adalah sudah benar Laskar Jihad menggunakan istilah
jihad. Yang mereka lakukan tidak lebih dan tidak kurang dari berjihad.
Any other idea would be wrong!
> WAM:
> Maaf, boleh saya nebak, bahwa perkataan _malu_ itu berasal dari mereka
> yang menganut Islam kejawen? Atau malah nggak mau ngaku Islam?
> Meluruhnya
> budaya Jawa? Kekurangan budaya Jawa adalah: mereka selalu berusaha
> menghibur diri dalam keadaan susah. _Untung cuma begini..._ itu adalah
> salah satu contohnya. Ya, saya adalah orang Jawa. Tapi, saya tidak
> berani
> mengatakan bahwa budaya mbah saya adalah budaya paling bagus.
> --------------
> kalau yang bicara itu orang jawa memang benar. orang jawa
> yang beragama islam, juga benar. soal nilai keislamannya,
> mana bisa aku menilai? aku justru bingung dengan istilah
> sampeyan islam-kejawen itu yang mana?
WAM:
Got you!
Saya tidak sedang menilai keislaman, dalam arti intensitas ibadah, ybs.
Hanya ybs yang tahu. Yang saya nilai adalah perbuatan ybs selaku orang
yang mengaku beragama Islam, namun sama sekali tidak terketuk melihat
penderitaan ummat Islam yang lain. Apakah dia kira kewajiban ummat Islam
itu cuma tunggangtunggik lima kali sehari? Ummat Islam macam apakah yang
sama sekali tidak tergerak melihat ummat Islam lain dizalimi dengan begitu
jahatnya?
Islam kejawen?
Ya orang yang cuma mengaku Islam tapi sama sekali tidak nampak dalam
perbuatannya bahwa dia orang Islam. (Maaf jika istilah saya menyinggung
anda, dan peserta milis lainnya). Biasanya penganut kepercayaan seperti
ini memang ada di Jawa. Hence istilah saya Islam kejawen.
> (wah jadi ingat pertanyaan bung phantom akan perbedaan
> sebagai syarat keberadaan manusia jadinya.... hehe..
> tanpa ada bedanya manusia dengan makhluk lain..
> ya nggak ada manusia)
WAM:
Yang sedang kita bicarakan kan bukan perbedaan per se.
Kita sedang bicara tentang kelakuan orang yang ngakunya Islam tapi
kelakuannya lebih mirip Yahudi. Atau, orang non muslim yang menyembunyikan
identitasnya.
> -------
> WAM:
> Postingkan juga foto-foto korban Ambon yang dicincang.
> Let's see apakah mereka masih _merasa malu_ dengan upaya laskar Jihad.
> Perbuatan mereka, yang merasa malu dengan aktivitas Laskar Jihad tapi
> tidak merasa malu dengan foto para korban pembantaian, adalah
> perbuatan
> cabul. Perbuatan manusia berhati batu. Mungkin hanya setan, dan
> manusia
> berhati setan, yang pantas berfikiran seperti itu. Betapapun mereka
> mengaku sebagai manusia, dan bersikeras bahwa mereka punya hati
> nurani.
> Nurani taik kucing!
> ------------
> mas WAM,
> aku sempat pula mendapat kiriman posting pembantaian
> maluku (ambon) itu. hanya sayang datangnya dari
> berbagai alamat. tidak hanya yang berasal dari alamat
> islam, melainkan juga dari pihak sebelahnya....
> jadi bagaimana aku harus menilai?
WAM:
Is this your honest question?
> juga ada lagi kiriman foto-foto itu yang "dumpyuk" dengan
> foito-foto peristiwa TIM-TIM.. bahkan ada yang menghiasinya
> dengan foto yang diambil dari bosnia dan chechnia, malah
> ada yang mencantumkan foto orang dicincang yang kebetulan
> jauh sebelum ini aku surf, menemukan keterangan foto
> itu konon berasal dari kebiadapan bangsa amerika tengah
WAM:
And who were the senders?
Di Bosnia atau chechnya, tetap saja yang menjadi korban itu orang Islam.
> makanya saya sengaja posting foto yang saya yakini
> hasil "jepretan" wartawan harian favorit saya...
WAM:
Then, your subjectivity has gotten you.
> -------------
> WAM:
> Catat, saya tidak pernah menghendaki bahwa negara ini jadi negara satu
> agama. Namun, nurani saya sangat terusik menakala menyaksikan orang
> dibantai dengan begitu mudahnya.
> --------------
> rasanya sama juga.
> bahkan tidak hanya berdasarkan apa agama orang yang dibantai.
> sebagai sesama manusia... saya sedih dan MALU, sebagai
> bangsa indonesia....
WAM:
Are you?
And, what have you done after that? Just be ashamed?
That would not help people that otherwise would be alive.
Tuhan Maha tahu, siapa di antara kita yang mengaku Islam namun tidak
tergerak sedikitpun untuk membantu ummat Islam yang sedang dizalimi.
Bahkan memaki-maki mereka yang berniat menolong, hanya karena urusan
pakaian. Meskipun ini urusan Tuhan, saya yakin Gus Dur, sebagai orang yang
mengaku Islam, would have much to explain to God in his after life.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!