selama berkesempatan hidup di negara yang konon
termahal biaya hidupnya (jepang) ini saya tertarik
mengamati toko serba ada untuk keperluan sehari-hari,
bernama hyaku-en plaza (plaza 100 yen), semua mata
dagangan berharga 100 yen/unit.
apa rahasianya? ternyata dengan subsidi silang dan
pengaturan proporsi dagangan yang benar-2 brilliant.
mata dagangan yang di luaran bernilai kurang dari 100 yen,
mereka jual dalam proporsi besar, sedang yang di toko
reguler bernilai lebih dari 100 yen, mereka jual seadanya,
sehingga sering berkesan "kehabisan barang" atau "laris"
kenyatannya hyaku-en plaza ini eksis dan semakin besar
saja. kadang-kadang malah menyewa kompleks pertokoan
beken seperti Sogo, Ito Yokado dan Seibu atau Dai-ei,
menempati 20 sampai 50% pertokoan itu.

memperhatikan itu aku jadi berfikir, yang dimaksud otonomi
luas untuk indonesia itu apakah mirip dengan hyaku-en plaza?
artinya terbangun suatu sikap saling memahami dan saling
bantu agar setiap wilayah otonomi mampu bernilai
100 yen (gampangannya) tanpa membuat bangkrut perusahaan
pusatnya yang bernama Indonesia Plaza.
atau lebih memilih sistem federasi sehingga Indonesia Plaza
harus
mampu memiliki sistem management seperti Hero, Ramayana
atau Matahari.... ada harga ada mutu.....?

lagi ngelindur kali..
------------------


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke