--- "M. Mashury Alif" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Nah mengenai masalah otonomi atau federalisasi ala indonesia ini saya
> mencotohkan kasus yang cukup lucu mengenai kasus ini.
> DPR sudah membuat konsep Otonomi dan pelaksanaannya sampai ketingkat II.
> Tetapi anehnya banyak kalangan yang marah-marah. Kok tidak sampai tingkat
> satu saja. Bukan maksud dan tujuan dilaksanakannya undang-undang tersebut,
> tetapi kepentingan (elit) yang lebih didahulukan. Bukan kepentingan rakyat.
> Berbusa-busa dijelaskan bahwa kegiatan sosial itu adanya di tingkat dua,
> ngak nyambung. Artinya pemerataan kan lebih luas tetapi kok sama daerah
> ditolak, Hayo pendukung federalisme bisa tidak menjelaskan.
>
> Nah, selidik punya selidik rupanya ada keinginan politik dibelakang itu
> semua. Yaitu untuk menekan pemerintah pusat. Jika sampai pemerintah tingkat
> I, berarti sistem yang dianut adalah sistem Federal murni. Dan hal ini
> mempercepat proses disintegrasi dengan tujuan kepentingan politik semata.
>
> Selidik punya selidik lagi, rupanya disini ada proyek kepentingan politik
> yang luarbiasa besarnya. Yaitu tekanan terhadap pemerintahan yang ada di
> jawa terutama Mega dan Gusdur. Kita tahu PDIP dan PKB Menang di Jawa (karena
> memang penduduk jawa lebih besar) ketimbang perolehan suara mereka diluar
> jawa yang masih dimenangkan Golkar. Namanya juga jaman kapitalis politikpun
> akhirnya masuk bursa dagang dong. Dan anehnya lagi ketika beberapa kenalan
> wartawan bertanya kepada akbar tanjung, bung akbar menjawab saya tidak akan
> menganti sistem negara kita menjadi sitem Parlemen. Nah kalau begini apa
> lagi kalau bukan kepentingan politik kekuasaan.
Ini memang lucu. Saya juga pernah dengar kabar seperti ini. Mengutip Gus Gur, Untuk
sementara ini
memang kata 'federal' memang jadi dirty word. Makanya diselubungi dengan kata 'otonomi
luas'
(lihat wawancara GD dengan harian Daily Yomiuri). Perkara disintegrasi bangsa ini saya
ingin garis
bawahi. Sebenarnya berapa besar sih ancaman itu? Saya enggak yakin bangsa ini akan
pecah dengan
begitu mudahnya kayak Yugoslavia. Ancaman disintegrasi ini banyak didengung-dengungkan
oleh orang
Jakarta yang merasa tahu banyak isi perut orang-orang daerah. Ambil contoh kasus Aceh,
selain GAM,
apa Aceh betul-betul pingin merdeka, atau cuma ingin bilang 'biar kami ngurusi diri
sendiri saja,
tanpa perlu pisah dari Indonesia'. Kemudian Irian yang sudah ganti jadi Papua, yang
kemarin
rame-rame Konggres Papua itu apa bukan orang-orang yang kena kompor orang semacam
Yorries? Kupikir
kita kadang terlalu gampang dibelok-belokan oleh opini-opini koran. Contoh nyata bahwa
masyarakat
kita punya kesadaran yang tinggi untuk berbangsa dan bernegara, adalah partisipasi
masyarakat
dalam pemilu 1999 kemarin. Semua orang berusaha agar pemilu yang diadakan berlangsung
jujur dan
adil.
> Mashuri:
> Nah, hal ini kongkrit saya setuju banget. Apapun yang bernama dewan apabila
> didirikan atas tujuan dan dibentuk oleh orang-orang praksis yang bergerak
> dibedangnya saya mendukung saja (maaf saya banyak kenal mereka tetapi bukan
> bagian dari mereka). Anehnya pembentukan dewan ini seperti dewan ekonomi
> atau dewan apapun namanya cuma memasukan orang-orang intelektual. Inilah
> yang saya kritisi selalu. tanpa melibatkan orang-orang yang melakukan
> fraksis langsung dilapangan. Misalnya dewan Ekonomi seharusnya bukan
> kumpulan pakar ekonomi, kenapa harus dipisahkan dengan pelaku ekonomi?,
> Begitu juga dengan dewan Tani atau Badan perwakilan Desa, aktifis LSM dan
> para petani baik pengarap, buruh tani, dan petaninya sendiri tidak
> dilibatkan untuk menentukan kebijakan pertanian (mis:tentang harga gabah dan
> pupuk) itu baru contoh yang sederhana belum melibatkan industri. Misalnya
> pentingnya menganti kerbau dengan Traktor dll.
Ah masak, khan baru dijalankan. Apa Pak Mashuri punya data? Yang saya lihat bukan
masuknya para
intelektual. Tapi partai-partai yang saling ambil kesempatan agar bisa berperan dalam
badan-badan
itu. Kukira ini cukup baik selama orang desa bisa menerimanya. Selain untuk pendidikan
kesadaran
berpolitik, juga untuk mengurangi dominasi golkar. Namun ada juga kekawatiran
barangkali sebentar
lagi politik aliran akan sampai juga ke desa-desa, setelah mereka dikambangkan selama
orde baru.
segini dulu.
agusssssss
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!