From: "$Bji(B" <[EMAIL PROTECTED]>
Bung Daniel,
Bisakah menganalisis kalimat berikut:
GD diduga kuat terlibat. Maka, disimpulkan GD telah melanggar
Pasal nomor sekian dalam Tap MPR dan melanggar UUD 45. Sebagai
konsekuensinya, memorandum harus diberikan.
Pertanyaan saya ada dua:
1. Itu bahasa politik atau bahasa hukum.
2. Apakah dugaan bisa diartikan telah terjadi.
---------------------------------------------
Lha apa Mas Aswat lupa dengan teori demokrasi
yang trias politica itu?
Gara-gara yang di yudikatif masih belon kelar...
apasalahnya, dirangkap oleh legislatif?
kan gitu toh?
FK-mBogor
----- Original Message -----
From: Daniel H.T <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, February 03, 2001 11:41 PM
Subject: [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya.
Apakah DPR dan Pansusnya itu benar2 dlm kaitannya dng kasus
skandal Bulog
dan Brunei itu benar2 ingin menegakkan supremasi hukum dan
memberantas KKN
sebagaimana sering mereka degung2-kan? Sedemikian hebatnya
degungannya
sampai2 Ketua DPR Akbar Tandjung yg juga Ketua Umum Golkar, yang
partainya
berperan kuat merusak sistem ekonomi dan sosial negara ini,
seolah-olah
dilupakan rakyat, dan berbalik menjadi "Pahlawan Rakyat"
pemberantas KKN.
Tanpa malu2 Akbar pun sering berkoar-koar menyatakan diri u/
memberantas
KKN, mengkritik pemerintahan Gus Dur yg katanya gagal
memperbaiki ekonomi
negara (pdhal yg merusak ya Golkar sendiri. Sedemikian rusak
sehingga sulit
u/ diperbaiki seperti sekarang). Bahkan mengangkat kasus Estrada
dari
Philipina sbg contoh terdekat akibat dari Presiden yg korup.
Pdhal contoh yg
terdekat bukan itu, melainkan apa yg telah dilakukan o/ Boss
sendiri yg
bernama Soeharto. Dibandingkan dng Estrada, baik dari segi
waktu, maupun
besarnya jumlah uang, Estrada tidak ada apa2-nya. Bagaikan
kacang ijo
dibandingkan dng buah kelapa!
Sedemikian hebatnya aksi DPR ini sehingga kasus2 besar yg
melibatkan Golkar
dan Keluarga Cendana pun seolah tenggelam dan hilang begitu
saja. Kasus
korupsi ratusan miliar sampai triliun rupiah yg diduga kuat
melibatkan org2
Orde Baru/Golkar dan kroni2-nya seolah-olah terhapus bersih o/
kasus yg
dikatakan diduga melibatkan Gus Dur yg jumlahnya "hanya" puluhan
miliar.
Ketika saya menyinggung ini di Tempo Interaktif, ada yg
mengkomentari bahwa
saya ini telah menaifkan moral yg seharusnya dipunyai o/ seorang
pimpinan
bangsa. Sehingga menaifkan kasus skandal Bulog dan Brunei dng
membandingkannya dng kaus2 yg melibatkan org2 Golkar/Orba itu.
Katanya, kita
tidak harus hanya melihat dari aspek besar-kecilnya jumlah uang,
tetapi
bagaimana moral yg telah dilanggar o/ seorang pemimpin.
Tanggapannya ini telah mengvonis Gus Dur benar2 telah bersalah.
Sehingga
lupa pula menilai bagaimana moral para anggota DPR yg sudah
tidak
menghormati Presiden dng menggunakan kalaimat2 yg vulgar dlm
acara
pertemuannya di gedung DPR tempo hari. Semakin mereka bisa
memaki Presiden,
mereka menjadi semakin bangga. Apabila mereka benar2 hendak
menegakkan
supremasi hukum dan memberantas KKN, bukankah ada cara2 yg lebih
santun
sesuai dng prosedur hukum, maupun aturan2 ketatanegaraan yg
ada? Bagaimana
bisa kita yakini maksud yg mereka yg murni, kalau mereka malah
melanggar
komitmen mereka sendiri dng terus membocorkan hasil pertemuan
dng beberapa
saksi kedua skandal itu, dan juga pertemuannya dng Presiden?
Pdhal apa yg
mereka lakukan itu sdh tergolong membocorkan rahasia negara, yg
selain
melanggar UU No. 4/1999. Juga melanggar KUHP?
Kalau ada yg mengatakan, atau curiga bahwa manuver politik
anggota2 DPR itu
diotaki oleh kekuatan Orde Baru/Golkar u/ mengjatuhkan Gus Dur.
Akan ada
reaksi yg mengatakan bahwa tuduhan/rasa curiga itu sama saja dng
apa yg
dipraktekkan oleh pemerintah Orde Baru dulu, yg sedikit2 menuduh
org PKI
kalau tak sependapat dng pemerintah.
Tetapi, sebenarnya ada perbedaannya. Coba kita lihat, bagaimana
org2 DPR itu
selama ini hanya diam ketika kasus2 mega korupsi yg melibatkan
kekuatan
Orde Baru menonjol satu persatu. Mereka baru ribut luar biasa
ketika
menemukan skandal Bulog dan Brunei yg mereka simpulkan diduga
melibatkan GD.
Ujung2-nya minta diadakan SI MPR.
Jadi, sebenarnya ada alasan rasa curiga kekuatan Orba/Golkar
berada di
baliknya. Tidak seperti pemerintahan rezim Soeharto yg asal
tuduh org PKI,
tanpa ada latar belakang yg kuat. Sampai2 lahir istilah
Organisasi Tanpa
Bentuk.
Coba kita simak sedikit dari sekian banyak kasus2 mega skandal
yg diduga
kuat melibatkan org2 Golkar, yg dicuekin o/ org2 di DPR itu.
Ketika
pemerintah GD bereaksi u/ membukanya, malah kita tidak dengar
adanya
dukungan dari mereka. Di antanya:
- Penyalahgunaan dana nonbudgeter Bulog sebesar Rp. 166 miliar
o/ Mbak Tutut
serta anak dan keponakan Bustanil Arifin;
- Keterlibatan Beddu Amang (mantan KaBulog) dlm kasus tukar
bangun aset
Bulog sebesar Rp. 76,7 miliar;
- Kasus korupsi di Kostrad sebesar Rp. 189 miliar di zaman
Letjen TNI Djaja
Suparman, yg dibongkar o/ Letjen TNI Agus Wirahadikusuma. DPR
pernah diminta
u/ membentuk Pansus guna mengusut kasus ini, tetapi langsung
ditolak;
- Skandal Bank Bali sebanyak Rp 546 miliar yg melibatkan orang2
BJ Habibie
dan Golkar;
- Skandal BLBI sebesar Rp 144 triliun yg telah diaudit PwC dari
total Rp 700
triliun;
- Skandal bisnis politik suami Wapres Megawati, Taufik Kiemas.
Di anataranya
penyelematan;
- berbagai kasus skandal bisnis dan ekonomi, seperti di PLN,
Pertamina, dan
sebagainya yg melibatkan Keluarga Cendana dan orang2 Golkar.
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya. Daniel H.T
- Re: [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya. ��
- Re: [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya. Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya. Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya. Daniel H.T
- RE: [Kuli Tinta] Kecurigaan Itu Ada Alasannya. Eris William
- [Kuli Tinta] Yusril mencari jati diri Agus Satrio
