Lha iya ya Cak.
Sementara tiap ariii para legeslatif usreg-2 dan
tadi Mas AR dengan berbinar-binar menerima
wakil NU-Jabar yang meminta GD mundur.... hehee
politiking model mana lagi nih? Malah ada lagi
spanduk NU melindungi PKI.. hehe.
Tak ketinggalan para ngelmuwan yang merangkap
jadi pengamat dengan sambilan sebagai tenaga
akademis (gaji pokok-nya minimum 500 ribu lho,
belum tunjangan fungsionalnya yang minimal
270 ribu) ikutan ngasih MOSI tak percaya ke presiden.
lho-lho.... sadar ndak mereka bahwa kehidupannya
sebagian ditanggung oleh negara (gaji dan tunjangan
fungsional) dan mereka di luaran lebih menunjukkan
kenyataan tidak BERFUNGSI ma sekali. Belum lagi
para prof-prof yang sak enak udelnya sendiri memajang
gelar terhormat akademis itu di luaran. Profesor adalah
guru besar lho Cak. Apa pelajaran yang bisa kita
ambil dari pra prof-prof itu. Lebih bagus kolega saya,
Edi Santoso, SP (sarjana pertanian) yang rajin ke
kampus membina mahasiswa tanpa sempat kuliah
lagi dan juga ndak sempat ngurus kenaikan PANGKAT.
punteun nya!
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
From: "GIGIH NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
Merestui ? Ah ya endak. Kalau kita bisa 'menerima'
logika dari apa yang dilakukan oleh kalangan anggota
parlemen, mengapa kita tak coba pula 'menerima' pula
logika yang dipakai kalangan akar rumput, yang
memiliki keterbatasan di banyak hal? Mestinya,
dua-duanya, ya tidak benar. Ini kan tak lebih sebgaai
proses 'dol-tinuku' saja kalau bagi rakyat kecil. Apa
yang 'ditawarkan' oleh pihak 'sana', tak lebih sebagai
jualan, yang akan mereka beli. Sekedar menjawab apa
yang dilakukan oleh kalangan parlemen semata.
Kalau itu membuat 'sekalian hancur', maka apa boleh
buat. Sebab, yang harus lebih paham mengenai 'sekalian
hancur' ini adalah para parlemen-wan/wati, baru rakyat
di aras bawah.
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35
a year! http://personal.mail.yahoo.com/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Atu... Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu... $Bji(B
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbele... Fukuoka Kitaro
- [Kuli Tinta] DPR, persis Ibu Cerewet di ... GIGIH NUSANTARA
- Re: [Kuli Tinta] DPR, persis Ibu Cer... Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Atu... GIGIH NUSANTARA
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu... Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan ... ��
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk... idb
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan ... GIGIH NUSANTARA
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Atu... Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk... idb
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan ... GIGIH NUSANTARA
- Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk... BKC1214 Nopi Hidayat
