hehehe, Yuridis memang mengemuka sekarang ini. Kok jadi sama dengan JFT pengacara cendana ya? dalam acara debat minggu ini, mengulang-ulang kata YURIDIS ini menjadi landasan kerja-professinya. Bahkan ketika ditanya oleh penelepon atau disuruh agar secara moral menganjurkan keluarga cendana untuk membantu menemukan HMP. Dalam satu jawaban dia mengeluarkan "berdasarkan yuridis" sampai 6 kali... Pada channel lain AR dikerubutin mike-2 dan perekam-2. Mensinyalir bahwa kerusuhan di JATIM adalah ulah komunis. Bahkan secara eksplisit mengeluarkan kata-2 PKI untuk yang berbuat anarkis. Hehehee.. dengan beralasan sesuai dengan informasi rekan-rekan INTELIJEN... lhu-lhu-lhuuuu.... apakah sudah demikian buobroknya intelijen di negeri ini? Mengumbar informasi kepada ketua MPR yang notabene merupakan wakil dari rakyat (khalayak)? Atau memang AR juga punya piaraan intelijen? Aku lagi berangan-angan. Betul memang GD habis legitimasinya di parlemen. Tapi di khalayak walaupun itu hanya satu propinsi dan sebagian propinsi tetangganya, tetapi boleh jadi ada 30% penduduk lebih. Terus nanti kalau khalayak ikutan aksi damai tiap hari ke Jakarta secara bergilir gimana ya? Terus seandainya yang magrong-magrong di kursi jadi mBak MW, digoyang-goyang gitu gimana ya? Kepada siapa beliau cari pegangan? Hayoooo pada siapa? Ingat Jakarta-Surabaya hanya perlu 50.000 rupiah dengan KA kelas BISNIS. pakai ekonomi bisa buat 3 orang kurang dikit... hehehe. Jangan-jangan ekses aksi angkatan 66 yang muncul lagi. Siapakah itu? Ki Pengamat Pagelaran -------------------------- apa bedane uwong ambek manungsa? ----- Original Message ----- From: "$Bji(B" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, February 10, 2001 12:59 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk Gelar SI Alvin Lie tadi berbicara bahwa temuan Pansus memang perlui ditindaklanjuti dan memang tidak bisa menjadi bahan di Pengadilan. Masya Allah.... setelah Marzuki ngomong dan dunia hinar bingar baru ngomong dan bahkan dibumbui dengan landasan juridisnya.... he... he... lie... lie... Selanjutnya, Alvien Lie (ini kecil, kalau besar namanya apa Mas Dadi?) mengatakan bahwa penggalangan isu tanda tangan di anggota DPR untuk mempercepat SI adalah rumor...., horotoyonoh.... ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke