Laporan Pansus, bahkan menurut Polisi, sebagai aparat
yang berhak melakukan penyelidikan, sama sekali tak
memiliki fakta yuridis cukup untuk ditindaklanjuti
dalam proses penyelidikan. Mendengar itu, maka Lie
membuat pernyataan, bahwa memang begitu, sebab Pansus
memang tak ada niat untuk menjadikannya sebagai sebuah
produk tuntutan hukum.
Namun, masuh Lie, laporan Pansus tersebut 'setidaknya'
bisa dipakai sebagai sebuah laporan masyarakat, yang
bisa dipakai sebagai bukti awal untuk ditindaklanjuti.
Padahal, bukti awal sekalipun, jelas bukan rumor.
Pasti harus ada sejumlah fakta-fakta yuridisnya, untuk
dipakai sebagai alat tindaklanjut.
Lebih daripada itu, mengapa hanya 'laporan masyarakat'
sudah menghasilkan keputusan politis yang sangat
berat, yaitu memorandum? Yang jelas-jelas beresiko
sangat besar?
Cara-cara yang dilakukan Lie dkk., lebih-lebih dengan
pernyataan Amin Rais yang begitu menyederhanakan
penyelenggaraan SI ('paling sidang setengah jam sudah
selesai') menunjukkan semakin jelasnya bagaimana para
kebelet-wan/wati ini sudah benar-benar mengentuti
rakyat, yang sudah menanggung beban megap-megap
berkepanjangan ini.
Jika kombinasi Lie, AR, Ade, dan beberapa 'pentilan'
(bukan pentolan) ini terus ngeyel, mengedepankan karep
semau-maunya saja, tanpa melihat dampak besar yang
melanda akar rumput, maka jangan salahkan rakyat yang
berpikiran sederhana ini untuk membuat kesimpulannya
sendiri-sendiri.
Apa yang dilakukan ?
Akar rumput akan merunut, dari konstituen mana para
'pentilan' ini berasal. Sebab, untuk datang jauh-jauh
ke Jkt, dan mencoba ketemu mereka, pasti terlalu lama.
Maka, kalau ada pertanyaan dari Ketua PP Muhammadiyah
'Salahnya Muhammadiyah itu apa?', sebaiknya bukan
ditujukan kepada akar rumput Pasuruan, Situbondo, dan
(masih) akan banyak lagi yang lain, tetapi lebih
kepada Lie, AR, untuk kemuhamadiyahan, dan kepada AT,
Ade Komarudin, untuk penghancuran Golkar.
Mari berhitung.
--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Alvin Lie tadi berbicara bahwa temuan Pansus
> memang perlui ditindaklanjuti dan memang tidak
> bisa menjadi bahan di Pengadilan. Masya Allah....
> setelah Marzuki ngomong dan dunia hinar bingar
> baru ngomong dan bahkan dibumbui dengan landasan
> juridisnya.... he... he... lie... lie...
>
> Selanjutnya, Alvien Lie (ini kecil, kalau besar
> namanya apa Mas Dadi?) mengatakan bahwa
> penggalangan isu tanda tangan di anggota DPR untuk
> mempercepat SI adalah rumor...., horotoyonoh....
>
> ----- Original Message -----
> From: Dadi <[EMAIL PROTECTED]>
> Tindakan AR ini lebih anarkis dari massa NU di
> Jatim, dan tidak lebih baik
> dari diktator MHS.
> Owe bilang juga ape?.......
>
> -----Original Message-----
> From: mBin [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>
> ar memang sudah tidak sabar ?
> segala cara akan ditempuhnya..
>
> bagaimana kalo gus dur juga pake segala cara ?
> untuk mempertahankan dirinya ?
>
> wuihhhh
> mBin
> ------
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35
a year! http://personal.mail.yahoo.com/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--