On Fri, 15 Dec 2000, Made Wiryana wrote:
> Memang ini kendalan nyata, seperti pengamtan saya. banyak Pergurutan
> Tinggi-Perguruan Tinggi (PT) top Indonesia yang di dalamnya sudah banyak
> "Linuxer" yang jago, tapi kontribusi ke komunitas Open SOurce dari PT
> tersebut tidak tinggi. (he.he. agak provokatif ya.. biar pada
> tersinggung.. dan ngebuktikan bahwa pernyataan saya salah...)
>
> Berbeda dg di sini, biasanya para kontributor berasal dari Uni
>
Hm...obyek garapan nih. Saya coba bantu kelak. Pelan-pelan.
Sulitnya gini...Katakan saya punya ide kontribusi, misalnya
bikin software under Linux. Karena dosen bisanya omong doang,
maka mahasiswalah yg jalan. Katakan jadi obyek tugas akhir (TA).
Payahnya, sudah menjadi rahasia umum, banyak proyek penelitian
di PT yg asal-asalan (enggak peduli penelitian mhs atau dosen),
shg tidak memenuhi standar jika dilempar ke community.
Tidak cukup daya tarik yg membuat mereka bekerja "cukup keras".
Kalau kita paksa, pasti mhs akan mengeluh.
Paling sedikit harus ada benih-benih open source di kepala mhs.
Bahwa hasil karyanya harus "bermutu", bahwa menyumbang sesuatu
yg berharga ke komunitas itu perbuatan baik, dsb..dsb..
Problemnya, menumbuhkan semangat open source itu susah krn
untuk bisa memiliki semangat "memberi", seseorang harus "kecukupan"
dulu...
Any ideas ?
Lukito
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]