On Fri, 15 Dec 2000, lukito wrote:

> Sulitnya gini...Katakan saya punya ide kontribusi, misalnya
> bikin software under Linux. Karena dosen bisanya omong doang,
> maka mahasiswalah yg jalan. Katakan jadi obyek tugas akhir (TA).

Di mana-mana sama koq.ha.ha.ha.ha. 8-)

> Payahnya, sudah menjadi rahasia umum, banyak proyek penelitian
> di PT yg asal-asalan (enggak peduli penelitian mhs atau dosen),
> shg tidak memenuhi standar jika dilempar ke community.
> Tidak cukup daya tarik yg membuat mereka bekerja "cukup keras".
> Kalau kita paksa, pasti mhs akan mengeluh.

Gini kita bisa tawarkan ke mereka bahwa dg create sesuatu Open Source
mereka punya channel ke publik... 

> Paling sedikit harus ada benih-benih open source di kepala mhs.
> Bahwa hasil karyanya harus "bermutu", bahwa menyumbang sesuatu
> yg berharga ke komunitas itu perbuatan baik, dsb..dsb..

INi bisa terjadi kalau banyak dorongan, contoh, dukungan dari rekan-rekan
pengajar lainnya.. hanya mas Lukito, saya apa artinya.. kalau lebih dari
80% dosen masih "diem"

> Problemnya, menumbuhkan semangat open source itu susah krn
> untuk bisa memiliki semangat "memberi", seseorang harus "kecukupan"
> dulu...

Atau seperti konsep chaotic.. jadi menerapkan prinsip "self
resonance".. sehingga terjadi pergeseran... 8-)

IMW


----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke