On Sun, Apr 21, 2002 at 03:25:07AM +0000, ZEN el GUAY wrote:
> Apakah LUG di Indonesia ingin terlibat atau tidak dalam sertifikasi ini.

LUG punya misi dan cara kerja sendiri. YLI/sertifikasi demikian juga.
Saya bukan bicara individu di sini. Seperti infolinux, tidak ada
urusan dengan menotariskan KPL manapun, toh tetap jalan. Dan itu
memang lebih baik? Dukungan? banyak ...

> Ini BUKAN SEKOLAH atau LEMBAGA PENDIDIKAN... Itu yang harus kami tekankan.

Mungkin message saya kurang jelas. Dengan sekolah bisa dapat 'sertifikat',
legitimasi untuk kerja, akhirnya yang dikejar ya 'sertifikat' (ijasah)
itu saja. Soal sekolahnya sendiri, bullsh*t dengan sekolah, yang penting
kuliah, mengisi presensi, ikut ujian, nyontek, lulus, bingo!

Nah sekarang YLI mempermudah orang untuk mencapai ke situ
(tanpa sekolah). Atau YLI akan mensyaratkan untuk ujian sertifikasi,
orang harus ikut kursus (misalnya) kejar paket A, paket B, PAHE
(paket hemat), Pak Eko (paket ekonomis) dulu baru bisa ikut ujian
sertifikasi?

> > Anyway, sertifikasi untuk mendorong popularitas linux di tanah
> > air itu ibaratnya melompat terlalu jauh. Yang harus dilakukan
> > adalah membuat linux mendarahdaging dulu, baru orang akan memikirkan
> > tentang sertifikasi. Bukan sebaliknya.
> > 
> Well, please do so amigo... 

Ya, tentu saja. Tetapi tidak perlu melakukannya dengan cara
yang 'salah' (tanda kutip penting).

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke