Salam,
1) Otak atik Kitab Suci hanya berguna bagi orang yang kenyang perutnya alias 
orang kaya.Untuk apa gunanya semua ini.Tidak membuat orang sensara dan lapar 
menjadi kenyang.
2) Nabi2 hanya dari Timur Tengah sebab mereka punya " KEAKHLIAN"  khusus.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- On Tue, 19/8/08, H. M. Nur Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: H. M. Nur Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om 
Leo, apa yg harus saya katakan?
To: [email protected]
Date: Tuesday, 19 August, 2008, 10:45 PM






 
Oh ini terlampaui:
Leo tulis:
Tentang Gematria versi Arab PLUS gothak gathik pake komputer, terus terang saya 
tidak interested. Tidak tertarik. Alasan utamanya adalah, for what ? Untuk apa 
? Kalau anda BISA membuktikan bahwa Al Quran itu ternyata wallahualam luar 
biasa, then for what ? 
============ ========
HMNA:
Alasan utamanya adalah, for what ?, ini jawab saya:
untuk membuktikan divine authoeship dari Al-Quran, dan itu telah terbukti 
secara matematis, bukan secara imajinatif.
 Kalau anda BISA membuktikan bahwa Al Quran itu ternyata wallahualam luar 
biasa, then for what ?, ini jawab saya:
untuk membantah virus atheisme yang ditebarkan Leo di milis ini, bahwa agama 
itu buatan manusia. Fyi tidak semua agama itu buatan manusia, ada agama yang 
Kitab Sucinya adalah divine authorhip, Millah Nabi Ibrahim AS, Tawrat Nabi Musa 
AS, Zabur Nabi Daud AS, Injil  Nabi 'Isa, Al-Quran Nabi Muhammad SAW dalam 
bentuk aslinya, dalam bahasa al-'Ibriyyah al-Qadiymah, 'Ibriyyah 
al-Jadidah, Aramaic dan Arab.
 
Telah berulang kali baik dalam media cetak, maupun dalam forum seminar, 
simposium, diskusi dan da'wah, saya tampilkan bahwa sains itu tidak polos, 
melainkan memihak kepada faham atheist, agnostik, sekuler, yaitu faham yang 
bersikap tidak percaya, tidak mau tahu, dan tidak mengindahkan wahyu. Tidak 
terkecuali ilmu sejarah dan kebudayaan yang menempatkan agama dalam posisi 
menjadi bagian dari kebudayaan. Adapun yang percaya kepada wahyu membagi agama 
itu dalam dua jenis, yaitu agama wahyu yang akarnya non-historis yang bersumber 
dari wahyu Allah SWT dan jenis agama kebudayaan yang akarnya historis. Agama 
wahyu bukanlah bagian dari kebudayaan, agama wahyu memberikan warna dan nuansa 
pada kebudayaan. Contohnya kebudayaan Islam adalah kebudayaan yang bernuansa 
dan diwarnai oleh nilai-nilai al Furqan dalam Syari'at Islam. Sedangkan jenis 
agama kebudayaan yang akarnya historis adalah produk kebudayaan suatu bangsa. 
Agama kebudayaan adalah bagian dari
 kebudayaan. Contohnya agama Mesir Kuno adalah produk budaya Mesir Kuno. Yang 
berminat dapat secara lengkap dengan berkunjung => http://waii- hmna.blogspot. 
com/2007/ 06/112-mazmur- 10424-27- dari-nabi- daud-as.html
 
Ada pertanyaan:
Pak Ustadz yang saya hormati, mengapa Allah SWT memilih para nabi dan rasulnya 
dari Timur Tengah, apa ada nabi/rasul yang dari daerah lain (Eropa, Afrika atau 
Asia)? Mohon penjelasannya, sukron. Jazakallah khairan khatsiro
Jawab:
Allah SWT berfirman : 
Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara 
mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak 
Kami ceritakan kepadamu..(QS. Al-Mu'min : 78). 
Jadi karena jumlah yang kita ketahui itu sangat sedikit itu, kita tidak bisa 
mengatakan bahwa selain di Timur Tengah tidak ada nabi.
 
Sedangkan sunnah nabawiyah memberi informasi lebih detail tentang jumlah nabi 
dan rasul. 
Abu Zar bertanya kepada Rasulullah SAW,:Berapakah jumlah para nabi ?".Beliau 
SAW menjawab,"Mereka berjumlah 124.000 orang, sebanyak 315 dari mereka adalah 
Rasul". (HR. Ahmad). 

 
############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### ####
 
 

----- Original Message ----- 
From: H. M. Nur Abdurrahman 
To: mayapadaprana@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, August 19, 2008 10:18 PM
Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om 
Leo, apa yg harus saya katakan?

 
Leo tulis:
1. Tentang Gematria versi Arab PLUS gothak gathik pake komputer, terus terang 
saya tidak interested. Tidak tertarik.
2. Yang penting itu MANUSIA HIDUP, dan bukan segala tulisan2 yang 
di-BERHALA-kan.
3. Nah, pelajaran yang kita ambil dari masa lalu itu termasuk bagian dari 
INTERPRETASI
============ =
HMNA:

Sebelum menjawab, akan saya copy paste apa yang pernah saya tulis dalam 
postingan lalu:

Sent: Monday, August 18, 2008 9:57 PM 
Leo, kok ente itu tidak tahu berdebat, tidak fokus, karena mabuk berimajinasi. 
Payah bleh !

Sent: Monday, August 18, 2008 12:45 PM
Setiap Leo tuliskan omong-kosongnya yang imajinatif, setiap itu pula saya 
ulangi menuliskan, divine authorship, yang Leo tidak sanggup bantah itu. 
Mengapa selalu saya ulang tulis? Karena itu bukan untuk Leo (karena Leo tidak 
sanggup membantah data numerik/matematis) , tetapi untuk siapa saja 
dari anggota milis ini supaya tidak dijangkiti virus. Virus apa itu? Yaitu 
virus atheisme yang imajinatif itu, yang Leo tebarkan, yang jauh lebih berbisa 
dari virus flu burung. Jadi setiap upaya monkey busines dari Leo berupa tulisan 
Leo yang menyebarkan virus atheisme, setiap itu juga saya tulis kembali divine 
authorship dari Al-Quran. btw-bw-an (by the way, bus way, any way) that is a 
promise.
 
Inilah jawaban saya:
1. Orang yang suka berkhayal berimajinasi memang logis tidak interested pada 
observasi fakta. Di atas dalam kurung saya tulis Leo tidak sanggup membantah 
data numerik/matematis, itu adalah keniscayaan, berhubung Leo cuma doyan 
berkhayal, wishful thinking, mana bisa interested pada data eksak matematis 
hasil observasi kompyter. Yang akibatnya Leo membodoh-bodohi orang dengan 
wishful thinkingnya itu.
2 Berhala-berhala itu hasil imajinasi, sehingga data numerik matematis tidak 
bisa diberhalakan. Justru Leo itulah yang memberhalakan imajinasinya sendiri, 
kemudian dipakainya untuk memperbodoh orang.
3. Ini satu bukti lagi akibatnya orang yang doyan berimajinasi, Leo tidak bisa 
bedakan hasil observasi obyektif matematis dengan interpretasi. Data yang saya 
kemukakan dalam tulisan saya tentang divine authorship dari Al-Quran itu bukan 
interpretasi, melainkan hasil observasi. Ini saya kutip antara lain:
 The first verse (1:1), BSM ALLH ALRHMN ALRHYM consists of 19 letters.
 The Quran consists of 114 suras, which is 19 x 6.
Setiap orang yang tidak gila , di manapun juga, kapanpun juga dapat 
mengobservasi bahwa jumlah huruf BSM ALLH ALRHMN ALRHYM itu 19. Walaupun orang 
itu buta huruf Arab atau Latin, orang dapat mengobservasinya/ menghitungnya 
apakah itu dalam huruf Arab ataupun transliterasinya dalam huruf Latin seperti 
di atas itu.
Setiap orang yang tidak gila , di manapun juga, kapanpun juga dapat membuka 
Al-Quran dan mengobservasi/ menghitung jumlah Surah itu banyaknya 114 = 6 x 19. 
Walaupun orang itu tidak bisa membaca AL-Quran dapat mengobservasinya/ 
menghiungnya.
Jadi sama sekali tidak ada interpretasi, karena semua yang saya sodorkan dalam 
tulisan saya itu ttg divine authorship dari Al-Quran, sama sekali tidak 
menyinggung arti ayat-ayat itu, jadi bagaimana mungkin itu disebut 
interpretasi. Sekali lagi saya tegaskan: Postingan ini utamanya untuk para 
netters anggota milis ini, supaya tidak dijangkiti virus atheisme yang 
imajinatif yang Leo tebarkan membodoh-bodohi orang yang suka diperbodoh Leo.
 
Howgh
 
############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### ######
 
 

----- Original Message ----- 
From: leonardo rimba 
To: mayapadaprana@ yahoogroups. com 
Cc: spiritual-indonesia @yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, August 19, 2008 9:02 AM
Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om 
Leo, apa yg harus saya katakan?






Mbah Nur, yang PERTAMA KALI nulis gothak gathik gethuk lindri itu panjenengan 
je. Aku cuma meneruskan saja dan TURUT mempopulerkan sebab kelihatannya cukup 
eye catching, terutama untuk membantu sebagian kalangan KEJAWEN yang sudah 
keterlaluan anune dalam bermain main gothak gathuk sehingga bukan menjadi 
WISDOM malahan jadi gethuk lindri. Thanks for SUGGESTING the term to me.
 
Tentang Gematria versi Arab PLUS gothak gathik pake komputer, terus terang saya 
tidak interested. Tidak tertarik. Alasan utamanya adalah, for what ? Untuk apa 
? Kalau anda BISA membuktikan bahwa Al Quran itu ternyata wallahualam luar 
biasa, then for what ? 
Yang penting itu MANUSIA HIDUP, dan bukan segala tulisan2 yang di-BERHALA-kan. 
Semuanya itu cuma berarti kalau dilakukan INTERPRETASI. Yang panjenengan bilang 
sebagai "imajinasi" itu sebenarnya interpretasi belaka. Kita semua melakukan 
interpretasi.
Interpretasi seperti apa yang bisa kita lakukan dan akhirnya kita terapkan itu 
yang PENTING, dan BUKAN segala pem-BERHALA- an segala kitab2 yang notebene cuma 
buatan manusia biasa2 saja, tidak ada bedanya seperti panjenengan dan saya.
 
Yang jelas, kita tidak bisa memutar balik kalender ke jaman khilafah, atau 
jaman Monarki Absolut, atau jaman Majapahit, atau jaman apapun yang anda pikir 
lebih baik dari jaman sekarang. Semuanya itu masa lalu, dan ada pelajaran2 juga 
yang bisa diambil. Nah, pelajaran yang kita ambil dari masa lalu itu termasuk 
bagian dari INTERPRETASI.
 
Yang penting itu interpretasi, Mbah. Segala gothak gathik gathuk gethuk lindri 
is oke saja. Kalau memang hobby, ya teruskanlah. It MIGHT be good for your 
health.
 
Leo _._,_.___  













Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke