Leo, karena ente gandrung berimajinasi, maka ente rancukan Gematria 
dengan observasi jumlah huruf-huruf dalam Al-Quran ada yang dihitung jumlahnya 
secara manual, ada yang pakai kompyuter. Itu Gematria hanyalah sekadar a system 
of assigning numerical value to an alphabet. Mau lihat contohnya ? Baca Seri 
772 di bawah, di mana disitu diperlihatkan justru dengan Gematria orang tidak 
bisa menjumlahkan dan membagi 19 hasil observasi huruf-huruf dalam Al-Quran, 
baik yang didapat secara manusal maupun dengn tool kompyuter.
      Howgh
      HMNA
      ******************************************************************

      BSIMILLAHIRRAHMA-NIRRAHIYM

      WAHYU DAN AKAL – IMAN DAN ILMU
      [Kolom Tetap Harian Fajar]
      772 Kesulitan Orang Terdahulu dengan Sistem Kontrol Sistem 19

      Firman Allah:
      -- ANA NhN NZLNA ALDzKR WANA LH LhFZHWN (S. ALhJR, 15:9), dibaca: 
      -- inna- nahnu nazalnadz dzikra wainna- lahu- laha-fizhu-n, (tanda - 
dipanjangkan membacanya), artinya: 
      -- Sesungguhnya telah Kami turunkan Al-Dzikr (Al-Quran, Al-Kitab) dan 
sesungguhnya Kami memeliharanya.

      Allah SWT memelihara Al-Dzikr melalui dua cara:
      Pertama, dari segi bacaan (Al-Quran) Allah SWT memberi kemampuan kepada 
tidak sedikit ummat Islam sampai kepada anak-anak yang mampu menghafal Al-Quran.
      Kedua, Allah menciptakan Sistem Kontrol sebagai mekanisme yang mengontrol 
keotentikan tuisan (Al-Kitab) Mushhaf 'Utsmani.  
       
      Ternyata ayat-ayat dalam Al-Quran bukan hanya sekadar untuk mengistinbath 
(menggali) hukum-hukum dalam Ilmu Fiqh, tetapi juga mengistinbath qaidah 
(regel, rule), antara lain mengenai potongan-potongan huruf yang disebut 
Al-Muqaththa’aat (dari akar kata yang dibentuk oleh Qaf-Tha-‘Ain, qatha’a = 
potong), yaitu seperti Alif-Lam-Mim, dll. 

      Pada tahun 1972 Rashad Khalifa berhasil mengistinbath qaidah mengenai 
Al-Muqaththa’aat ini bahwa itu adalah kode matematis. Sayangnya angka 19 ini 
disakralkan oleh agama Bahai, sehingga Rashad Khalifa dituduh beragama Bahai, 
padahal dia sama sekali tidak mensakralkan angka 19 tersebut. Bahkan atasnya 
dilakukan pula pembunuhan karakter (character assassination) yaitu dia juga 
dituduh ingkar sunnah. Padahal dia ikut shalat berjamaah, mana bisa dia ingkar 
sunnah kalau shalatnya sama dengan shalat kita, sebab bukankah cara shalat itu 
landasannya Hadits?

      Memang sudah tepat waktunya hal itu terungkap sekarang, karena dewasa ini 
para orientalis yang membenci Islam dan ummat Muslimin, sedang sengit-sengitnya 
menyerang Al-Quran Mushhaf 'Utsmani, bahwa itu tidak otentik. Bukan para 
orientalis tersebut saja yang menyerang keotentikan Mushhaf 'Utsmani, namun 
para pseude Muslim, para benggolan yang menamakan diri Islam Liberal turut pula 
dalam aktivitas itu, setelah menimba dari sumur (well) para orientalis yang 
membenci Islam dan ummat Muslimin tersebut. Cukup di sini saya sebutkan dua 
orang di antaranya, yaitu: Luthfi Asysyaukani, dosen Sejarah Pemikiran Islam di 
Universitas Paramadina, Jakarta, yang Editor Jaringan Islam Liberal (JIL) 
menulis al:
      "Alquran kemudian mengalami berbagai proses 'copy-editing' oleh para 
sahabat, tabi'in." Taufik Adnan Amal, dosen mata kuliah ulumul Quran di IAIN 
(sekarang UIN) Alauddin Makassar, aktivis JIL, al menulis:
      "Bagi rata-rata sarjana Muslim, keistimewaan rasm utsmani merupakan 
misteri ilahi dan karakter kemukjizatan al-Quran. Tetapi, pandangan ini lebih 
merupakan mitos. 

      Sistem Kontrol angka 19 sebagai mekanisme untuk mengontrol keotentikan 
Al-Quran Mushhaf ‘Utsmani telah saya bahas dalam Lampiran I dari Orasi Ilmiyah 
yang saya presentasikan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Muslim 
Indnesia (UMI) pada tanggal 25 Muharram 1416 / 24 Juni 1995 dalam Rangka 
Peringatan Milad (Dies Natalis) UMI yang ke 41 [1954 - 1995]. Insya Allah pada 
kesempatan lain akan saya sajikan nanti dalam rubrik OPINI Lampiran I tersebut.
       
      Dahulu notasi bilangan itu memakai sistem huruf-huruf 
       
      =================================
      Sistem menuliskan simbol bilangan
      =================================
       
      Alif   A = 1   Sin    S =   60         
      Ba     B = 2  ‘Ain   ‘A =   70
      Jim    J = 3   Fa     F =   80
      Dal    D = 4   Shad  Sh =   90
      Ha (*) H = 5   Qaf    Q =  100
      Waw    W = 6   Ra     R =  200
      Zay    Z = 7   Syin  Sy =  300
      ha (#) h = 8   Ta     T =  400
      Th    Th = 9   Ts    Ts =  500
      Ya     Y = 10  Kha   Kh =  600
      Kef    K = 20  Dzal  Dz =  700
      Lam    L = 30  Dha   Dh =  800
      Mim    M = 40  Zha   Zh =  900
      Nun    N = 50  Ghain Gh = 1000
      ----------
      (*) H abjad ke-3 dari belakang 
      (#) h abjad ke-6
       
      Contoh 
      _______
      D’ADhGh = 1874 
      Biasanya simbol angka diberi bergaris di atasnya. Notasi angka dengan 
simbol huruf-huruf itu gunanya hanya untuk mencatat saja, tidak bisa dipakai 
untuk operasi ilmu hitung seperti menambah, mengurangi, memperbanyak dan 
membagi. 
       
      ***

      Kode matematis itu antara lain qaidah bahwa Al-Muqaththa'aat yang membuka 
sebuah Surah memberikan isyarat bahwa jumlah huruf dalam Surah bersangkutan 
adalah kelipatan 19. Seperti misalnya jumlah huruf Alif+Lam+ Mim+Shad dalam 
surah Al-A'raaf adalah kelipatan 19. Hasilnya seperti dalam tabel di bawah 
dengan notasi bilangan dalam huruf-huruf:
       
      Huruf       Jumlah huruf Shad
                     _________
        Alif         B’ATsGhGh 
                     ______ 
        Lam          JKTsGH
                     _____ 
        Mim          HSQGh  
                     ___ 
        Shad         hSh      ___ 
             Jumlah   ? = ? x ThY
       
      Siapa yang dapat menjumlahkan angka-angka tersebut di atas, baik orang 
terdahulu maupun orang dewasa ini? Belum lagi untuk qaidah huruf-huruf 
persekutuan yang membentuk Al-Muqaththaat yang terdapat dalam semua Surah yang 
sama-sama memiliki huruf -huruf persekutuan tersebut, jumlahnya adalah 
kelipatan 19, seperti dalam tabel di bawah, dalam notasi bilangan yang bukan 
huruf:

      Tabel Persekutuan [Alif,Lam,Ra]
      =======================================
      No.Surah    Alif  Lam  Ra   Alif+Lam+Ra
      ---------------------------------------
      10 Yuwnus   1319  913  257  2489 
      11 Huwd     1370  794  325  2489 
      12 Yuwsuf   1306  812  257  2375 
      14 Ibraahiym 585  452  160  1197 
      15 al-hijr   493  323   96   912 
      ---------------------------------------
      Jumlah      5073 3294 1095  9462=19x498

      Gampang sekali menjumlahkan dan membagi angka-angka itu. Tetapi coba bagi 
orang-orang terdahulu sebelum didapatkannya notasi bilangan dalam sistem 
desimal. Kalau setiap bilangan dinyatakan dalam simbol huruf-huruf, mana bisa 
dilakukan operasi tambah dan membagi.

      Maka masuk akal, jika Nabi Muhammad SAW tidak menceritakan dalam Hadits 
Sistem 19 itu, bikin susah orang saja. Barulah setelah didapatkan notasi 
bilangan dalam sistem desimal operasi menambah dan membagi itu menjadi gampang. 
Bahkan menjadi sangat gampang dan cepat setelah teknologi komputer didapatkan, 
yaitu dengan adanya Al-Quran digital, tidak susah membuat program untuk 
menjumlah  huruf-huruf yang dikehendaki, kemudian membaginya dengan 19. Dan 
yang mulai dengan pemakaian kompuer itu adalah Rashad Khalifa. Dialah yang 
menemukan "telur Columbus", seperti dikemukakan dalam Seri 771 yang lalu. 
WaLlahu a'lamu bisshawab.

      *** Makassar 1 April 2007
      
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/04/772-kesulitan-orang-terdahulu-dengan.html

      #######################################################################


      ----- Original Message ----- 
      From: leonardo rimba 
      To: [email protected] 
      Sent: Monday, August 18, 2008 12:53 PM
      Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: 
Om Leo, apa yg harus saya katakan?

      Pak Haji, segala KALKULASI NUMERIK yang anda lakukan itu merupakan 
permainan lama dari Orang Yahudi. Namanya GEMATRIA. Kalau di Jawa, yang model 
seperti itu namanya gothak gathik gethuk lindri.

      Leo 

Kirim email ke