Oh ini terlampaui: Leo tulis: Tentang Gematria versi Arab PLUS gothak gathik pake komputer, terus terang saya tidak interested. Tidak tertarik. Alasan utamanya adalah, for what ? Untuk apa ? Kalau anda BISA membuktikan bahwa Al Quran itu ternyata wallahualam luar biasa, then for what ? ==================== HMNA: Alasan utamanya adalah, for what ?, ini jawab saya: untuk membuktikan divine authoeship dari Al-Quran, dan itu telah terbukti secara matematis, bukan secara imajinatif. Kalau anda BISA membuktikan bahwa Al Quran itu ternyata wallahualam luar biasa, then for what ?, ini jawab saya: untuk membantah virus atheisme yang ditebarkan Leo di milis ini, bahwa agama itu buatan manusia. Fyi tidak semua agama itu buatan manusia, ada agama yang Kitab Sucinya adalah divine authorhip, Millah Nabi Ibrahim AS, Tawrat Nabi Musa AS, Zabur Nabi Daud AS, Injil Nabi 'Isa, Al-Quran Nabi Muhammad SAW dalam bentuk aslinya, dalam bahasa al-'Ibriyyah al-Qadiymah, 'Ibriyyah al-Jadidah, Aramaic dan Arab.
Telah berulang kali baik dalam media cetak, maupun dalam forum seminar, simposium, diskusi dan da'wah, saya tampilkan bahwa sains itu tidak polos, melainkan memihak kepada faham atheist, agnostik, sekuler, yaitu faham yang bersikap tidak percaya, tidak mau tahu, dan tidak mengindahkan wahyu. Tidak terkecuali ilmu sejarah dan kebudayaan yang menempatkan agama dalam posisi menjadi bagian dari kebudayaan. Adapun yang percaya kepada wahyu membagi agama itu dalam dua jenis, yaitu agama wahyu yang akarnya non-historis yang bersumber dari wahyu Allah SWT dan jenis agama kebudayaan yang akarnya historis. Agama wahyu bukanlah bagian dari kebudayaan, agama wahyu memberikan warna dan nuansa pada kebudayaan. Contohnya kebudayaan Islam adalah kebudayaan yang bernuansa dan diwarnai oleh nilai-nilai al Furqan dalam Syari'at Islam. Sedangkan jenis agama kebudayaan yang akarnya historis adalah produk kebudayaan suatu bangsa. Agama kebudayaan adalah bagian dari kebudayaan. Contohnya agama Mesir Kuno adalah produk budaya Mesir Kuno. Yang berminat dapat secara lengkap dengan berkunjung => http://waii-hmna.blogspot.com/2007/06/112-mazmur-10424-27-dari-nabi-daud-as.html Ada pertanyaan: Pak Ustadz yang saya hormati, mengapa Allah SWT memilih para nabi dan rasulnya dari Timur Tengah, apa ada nabi/rasul yang dari daerah lain (Eropa, Afrika atau Asia)? Mohon penjelasannya, sukron. Jazakallah khairan khatsiro Jawab: Allah SWT berfirman : Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu..(QS. Al-Mu'min : 78). Jadi karena jumlah yang kita ketahui itu sangat sedikit itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa selain di Timur Tengah tidak ada nabi. Sedangkan sunnah nabawiyah memberi informasi lebih detail tentang jumlah nabi dan rasul. Abu Zar bertanya kepada Rasulullah SAW,:Berapakah jumlah para nabi ?".Beliau SAW menjawab,"Mereka berjumlah 124.000 orang, sebanyak 315 dari mereka adalah Rasul". (HR. Ahmad). ###################################################################### ----- Original Message ----- From: H. M. Nur Abdurrahman To: [email protected] Sent: Tuesday, August 19, 2008 10:18 PM Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om Leo, apa yg harus saya katakan? Leo tulis: 1. Tentang Gematria versi Arab PLUS gothak gathik pake komputer, terus terang saya tidak interested. Tidak tertarik. 2. Yang penting itu MANUSIA HIDUP, dan bukan segala tulisan2 yang di-BERHALA-kan. 3. Nah, pelajaran yang kita ambil dari masa lalu itu termasuk bagian dari INTERPRETASI ============= HMNA: Sebelum menjawab, akan saya copy paste apa yang pernah saya tulis dalam postingan lalu: Sent: Monday, August 18, 2008 9:57 PM Leo, kok ente itu tidak tahu berdebat, tidak fokus, karena mabuk berimajinasi. Payah bleh ! Sent: Monday, August 18, 2008 12:45 PM Setiap Leo tuliskan omong-kosongnya yang imajinatif, setiap itu pula saya ulangi menuliskan, divine authorship, yang Leo tidak sanggup bantah itu. Mengapa selalu saya ulang tulis? Karena itu bukan untuk Leo (karena Leo tidak sanggup membantah data numerik/matematis), tetapi untuk siapa saja dari anggota milis ini supaya tidak dijangkiti virus. Virus apa itu? Yaitu virus atheisme yang imajinatif itu, yang Leo tebarkan, yang jauh lebih berbisa dari virus flu burung. Jadi setiap upaya monkey busines dari Leo berupa tulisan Leo yang menyebarkan virus atheisme, setiap itu juga saya tulis kembali divine authorship dari Al-Quran. btw-bw-an (by the way, bus way, any way) that is a promise. Inilah jawaban saya: 1. Orang yang suka berkhayal berimajinasi memang logis tidak interested pada observasi fakta. Di atas dalam kurung saya tulis Leo tidak sanggup membantah data numerik/matematis, itu adalah keniscayaan, berhubung Leo cuma doyan berkhayal, wishful thinking, mana bisa interested pada data eksak matematis hasil observasi kompyter. Yang akibatnya Leo membodoh-bodohi orang dengan wishful thinkingnya itu. 2 Berhala-berhala itu hasil imajinasi, sehingga data numerik matematis tidak bisa diberhalakan. Justru Leo itulah yang memberhalakan imajinasinya sendiri, kemudian dipakainya untuk memperbodoh orang. 3. Ini satu bukti lagi akibatnya orang yang doyan berimajinasi, Leo tidak bisa bedakan hasil observasi obyektif matematis dengan interpretasi. Data yang saya kemukakan dalam tulisan saya tentang divine authorship dari Al-Quran itu bukan interpretasi, melainkan hasil observasi. Ini saya kutip antara lain: The first verse (1:1), BSM ALLH ALRHMN ALRHYM consists of 19 letters. The Quran consists of 114 suras, which is 19 x 6. Setiap orang yang tidak gila , di manapun juga, kapanpun juga dapat mengobservasi bahwa jumlah huruf BSM ALLH ALRHMN ALRHYM itu 19. Walaupun orang itu buta huruf Arab atau Latin, orang dapat mengobservasinya/menghitungnya apakah itu dalam huruf Arab ataupun transliterasinya dalam huruf Latin seperti di atas itu. Setiap orang yang tidak gila , di manapun juga, kapanpun juga dapat membuka Al-Quran dan mengobservasi/menghitung jumlah Surah itu banyaknya 114 = 6 x 19. Walaupun orang itu tidak bisa membaca AL-Quran dapat mengobservasinya/menghiungnya. Jadi sama sekali tidak ada interpretasi, karena semua yang saya sodorkan dalam tulisan saya itu ttg divine authorship dari Al-Quran, sama sekali tidak menyinggung arti ayat-ayat itu, jadi bagaimana mungkin itu disebut interpretasi. Sekali lagi saya tegaskan: Postingan ini utamanya untuk para netters anggota milis ini, supaya tidak dijangkiti virus atheisme yang imajinatif yang Leo tebarkan membodoh-bodohi orang yang suka diperbodoh Leo. Howgh ################################################################################################### ----- Original Message ----- From: leonardo rimba To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, August 19, 2008 9:02 AM Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om Leo, apa yg harus saya katakan? Mbah Nur, yang PERTAMA KALI nulis gothak gathik gethuk lindri itu panjenengan je. Aku cuma meneruskan saja dan TURUT mempopulerkan sebab kelihatannya cukup eye catching, terutama untuk membantu sebagian kalangan KEJAWEN yang sudah keterlaluan anune dalam bermain main gothak gathuk sehingga bukan menjadi WISDOM malahan jadi gethuk lindri. Thanks for SUGGESTING the term to me. Tentang Gematria versi Arab PLUS gothak gathik pake komputer, terus terang saya tidak interested. Tidak tertarik. Alasan utamanya adalah, for what ? Untuk apa ? Kalau anda BISA membuktikan bahwa Al Quran itu ternyata wallahualam luar biasa, then for what ? Yang penting itu MANUSIA HIDUP, dan bukan segala tulisan2 yang di-BERHALA-kan. Semuanya itu cuma berarti kalau dilakukan INTERPRETASI. Yang panjenengan bilang sebagai "imajinasi" itu sebenarnya interpretasi belaka. Kita semua melakukan interpretasi. Interpretasi seperti apa yang bisa kita lakukan dan akhirnya kita terapkan itu yang PENTING, dan BUKAN segala pem-BERHALA-an segala kitab2 yang notebene cuma buatan manusia biasa2 saja, tidak ada bedanya seperti panjenengan dan saya. Yang jelas, kita tidak bisa memutar balik kalender ke jaman khilafah, atau jaman Monarki Absolut, atau jaman Majapahit, atau jaman apapun yang anda pikir lebih baik dari jaman sekarang. Semuanya itu masa lalu, dan ada pelajaran2 juga yang bisa diambil. Nah, pelajaran yang kita ambil dari masa lalu itu termasuk bagian dari INTERPRETASI. Yang penting itu interpretasi, Mbah. Segala gothak gathik gathuk gethuk lindri is oke saja. Kalau memang hobby, ya teruskanlah. It MIGHT be good for your health. Leo _._,_.___

