saudara HMNA apakah anda mengerti istilah dari  ilmu padi dan apakah anda sudah 
menerapkan dalam keseharian anda ?
saudara HMNA anda sebagai umat muslim yang ada di indonesia' apakah agama islam 
membenarkan melakukan tindakan kekerasaan yang sering di lakukan oleh kelompok 
FPI, dan dimanakah sebenarnya mengucapkan kata allahu akbar' karena sering saya 
saksikan di tayangan TV banyak yang latah akan pengucapan kata allahu akbar 
oleh umat muslim yang ada di indonesia' seperti pengerusakan dan tindakan 
kekerasaan yang di lakukan oleh kelompok FPI, Amrozy apalagi cecunguk TPM yang 
sudah tidak bisa membedakan salah dan benar' 

--- On Mon, 8/18/08, H. M. Nur Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: H. M. Nur Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om 
Leo, apa yg harus saya katakan?
To: [email protected]
Date: Monday, August 18, 2008, 1:57 PM










    
            


Bukan masalah hak, tetapi tunjukkan kesalahan 
observasi itu. Leo, kok ente itu tidak tahu berdebat, tidak fokus, karena mabuk 
berimajinasi. Payah bleh !
Oh, ya, apa kata "Fikobena Tri 
Aryadi"?
Salah mas harusnya Othak-Athik Gathuk. (nggak 
pake gethuk lindri..hehehe) . Berimajinasi boleh-boleh aja tapi nggak boleh 
salah 
tulis.

HMNA
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  leonardo rimba 
  To: mayapadaprana@ yahoogroups. com 
  
  Sent: Monday, August 18, 2008 7:39 
  PM
  Subject: Re: Gayung bersambut, kata 
  berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om Leo, apa yg harus saya 
  katakan?
  

  
    
    
      
        Mbah Nur, panjenengan itu BERHAK untuk gothak gathik gathuk buku 
        apa saja. Mau hasilnya jadi apa saja tidak akan jadi 
        masalah buat saya. Nah, sikap saya yang seperti itu ada istilahnya 
        juga. Istilahnya itu TOLERANSI. Kita bisa toleransi apa saja. Selama 
        tidak membuat keonaran seperti orang2 FPI yang merusak harta benda 
milik 
        orang lain itu, maka segalanya BISA ditolerir. Apa yang anda 
        tuliskan cuma ada di pikiran anda sendiri, dan itu SAH saja. Anda mau 
        gothak gathik gathuk buku apa saja, baik itu Al Quran, 
        Alkitab, Tanakh, Veda, Tripitaka, Serat Dharmo Gandul dan 
        semacamnya merupakan HAM anda. Tidak ada yang melarang. Saya juga 
        TIDAK melarangnya. 
         
        Apa yang anda PRAKTEKKAN itu memang tidak disebut dengan nama 
        "Gematria", tetapi model gothak gathik gethuk lindri seperti itu sudah 
        ada sejak jaman dahulu kala. Asalnya dari Ilmu Yahudi DAN Ilmu Yunani. 
        Dulu diterapkan terhadap Tanakh (yang isinya berbagai Kitab Yahudi 
        seperti Taurat, Zabur, dsb...), sekarang ternyata telah diterapkan juga 
        terhadap Al Quran walaupun metodenya mungkin sedikit berbeda dan 
        namanya juga tidak sama. Apapun istilah dan metodenya, model gothak 
        gathik gathuk seperti itu sudah ada sejak dahulu dan, setahu saya, 
tidak 
        menghasilkan apapun sampai saat ini. 
         
        Leo

--- On Mon, 18/8/08, H. M. Nur Abdurrahman 
        <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id> wrote:

        From: 
          H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
Subject: 
          Re: Gayung bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om 
          Leo, apa yg harus saya katakan?
To: 
          mayapadaprana@ yahoogroups. com
Date: Monday, 18 August, 2008, 5:19 
          PM


          
          
           
          
          
            
            
              
                Leo, karena ente gandrung 
                berimajinasi, maka ente rancukan Gematria dengan observasi 
                jumlah huruf-huruf dalam Al-Quran ada yang dihitung 
                jumlahnya secara manual, ada yang pakai kompyuter. Itu Gematria 
                hanyalah sekadar a system of assigning numerical value to 
                an alphabet. Mau lihat contohnya ? Baca Seri 772 di bawah, di 
                mana disitu diperlihatkan justru dengan Gematria orang tidak 
                bisa menjumlahkan dan membagi 19 hasil observasi huruf-huruf 
                dalam Al-Quran, baik yang didapat secara manusal maupun dengn 
                tool kompyuter.
                Howgh
                HMNA
                ************ ********* 
                ********* ********* ********* ********* 
                *********
                 
                BSIMILLAHIRRAHMA- NIRRAHIYM
                 
                WAHYU 
                DAN AKAL – IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
772 
                Kesulitan Orang Terdahulu dengan Sistem Kontrol Sistem 
                19
                 
                Firman Allah:
-- ANA NhN NZLNA ALDzKR WANA LH 
                LhFZHWN (S. ALhJR, 15:9), dibaca: 
-- inna- nahnu nazalnadz 
                dzikra wainna- lahu- laha-fizhu-n, (tanda - dipanjangkan 
                membacanya), artinya: 
-- Sesungguhnya telah Kami turunkan 
                Al-Dzikr (Al-Quran, Al-Kitab) dan sesungguhnya Kami 
                memeliharanya.
                 
                Allah 
                SWT memelihara Al-Dzikr melalui dua cara:
Pertama, dari segi 
                bacaan (Al-Quran) Allah SWT memberi kemampuan kepada tidak 
                sedikit ummat Islam sampai kepada anak-anak yang mampu 
menghafal 
                Al-Quran.
Kedua, Allah menciptakan Sistem Kontrol sebagai 
                mekanisme yang mengontrol keotentikan tuisan (Al-Kitab) Mushhaf 
                'Utsmani.  
 
Ternyata ayat-ayat dalam Al-Quran 
                bukan hanya sekadar untuk mengistinbath (menggali) hukum-hukum 
                dalam Ilmu Fiqh, tetapi juga mengistinbath qaidah (regel, 
rule), 
                antara lain mengenai potongan-potongan huruf yang disebut 
                Al-Muqaththa’aat (dari akar kata yang dibentuk oleh 
                Qaf-Tha-‘Ain, qatha’a = potong), yaitu seperti Alif-Lam-Mim, 
                dll. 
                 
                Pada 
                tahun 1972 Rashad Khalifa berhasil mengistinbath qaidah 
mengenai 
                Al-Muqaththa’aat ini bahwa itu adalah kode matematis. Sayangnya 
                angka 19 ini disakralkan oleh agama Bahai, sehingga Rashad 
                Khalifa dituduh beragama Bahai, padahal dia sama sekali tidak 
                mensakralkan angka 19 tersebut. Bahkan atasnya dilakukan pula 
                pembunuhan karakter (character assassination) yaitu dia juga 
                dituduh ingkar sunnah. Padahal dia ikut shalat berjamaah, mana 
                bisa dia ingkar sunnah kalau shalatnya sama dengan shalat kita, 
                sebab bukankah cara shalat itu landasannya 
                Hadits?
                 
                Memang sudah tepat waktunya hal itu terungkap 
                sekarang, karena dewasa ini para orientalis yang membenci Islam 
                dan ummat Muslimin, sedang sengit-sengitnya menyerang Al-Quran 
                Mushhaf 'Utsmani, bahwa itu tidak otentik. Bukan para 
orientalis 
                tersebut saja yang menyerang keotentikan Mushhaf 'Utsmani, 
namun 
                para pseude Muslim, para benggolan yang menamakan diri Islam 
                Liberal turut pula dalam aktivitas itu, setelah menimba dari 
                sumur (well) para orientalis yang membenci Islam dan ummat 
                Muslimin tersebut. Cukup di sini saya sebutkan dua orang di 
                antaranya, yaitu: Luthfi Asysyaukani, dosen Sejarah Pemikiran 
                Islam di Universitas Paramadina, Jakarta, yang Editor Jaringan 
                Islam Liberal (JIL) menulis al:
"Alquran kemudian mengalami 
                berbagai proses 'copy-editing' oleh para sahabat, tabi'in." 
                Taufik Adnan Amal, dosen mata kuliah ulumul Quran di IAIN 
                (sekarang UIN) Alauddin Makassar, aktivis JIL, al 
                menulis:
"Bagi rata-rata sarjana Muslim, keistimewaan rasm 
                utsmani merupakan misteri ilahi dan karakter kemukjizatan 
                al-Quran. Tetapi, pandangan ini lebih merupakan mitos. 
                
                 
                Sistem Kontrol angka 19 sebagai mekanisme untuk 
                mengontrol keotentikan Al-Quran Mushhaf ‘Utsmani telah saya 
                bahas dalam Lampiran I dari Orasi Ilmiyah yang saya 
                presentasikan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas 
                Muslim Indnesia (UMI) pada tanggal 25 Muharram 1416 / 24 Juni 
                1995 dalam Rangka Peringatan Milad (Dies Natalis) UMI yang ke 
41 
                [1954 - 1995]. Insya Allah pada kesempatan lain akan saya 
                sajikan nanti dalam rubrik OPINI Lampiran I 
                tersebut.
 
Dahulu notasi bilangan itu memakai sistem 
                huruf-huruf 
 
============ ========= ========= 
                ===
Sistem menuliskan simbol bilangan
============ 
                ========= ========= ===
 
Alif   A = 
                1   Sin    S =   
                60         
                
Ba     B = 2  ‘Ain   ‘A 
                =   70
Jim    J = 3   
                Fa     F =   
                80
Dal    D = 4   Shad  Sh 
                =   90
Ha (*) H = 5   
                Qaf    Q =  100
Waw    W = 
                6   Ra     R =  
                200
Zay    Z = 7   Syin  Sy 
                =  300
ha (#) h = 8   
                Ta     T =  400
Th    
                Th = 9   Ts    Ts =  
                500
Ya     Y = 10  Kha   
                Kh =  600
Kef    K = 20  Dzal  
                Dz =  700
Lam    L = 30  
                Dha   Dh =  800
Mim    M = 
                40  Zha   Zh =  900
Nun    
                N = 50  Ghain Gh = 1000
----------
(*) H abjad ke-3 
                dari belakang 
(#) h abjad ke-6
 
Contoh 
                
_______
D’ADhGh = 1874 
Biasanya simbol angka diberi 
                bergaris di atasnya. Notasi angka dengan simbol huruf-huruf itu 
                gunanya hanya untuk mencatat saja, tidak bisa dipakai untuk 
                operasi ilmu hitung seperti menambah, mengurangi, memperbanyak 
                dan membagi. 
 
***
                 
                Kode 
                matematis itu antara lain qaidah bahwa Al-Muqaththa' aat yang 
                membuka sebuah Surah memberikan isyarat bahwa jumlah huruf 
dalam 
                Surah bersangkutan adalah kelipatan 19. Seperti misalnya jumlah 
                huruf Alif+Lam+ Mim+Shad dalam surah Al-A'raaf adalah kelipatan 
                19. Hasilnya seperti dalam tabel di bawah dengan notasi 
bilangan 
                dalam 
                huruf-huruf:
 
Huruf       
                Jumlah huruf 
                Shad
               
                _________
  
                Alif         B’ATsGhGh 
                
               
                ______ 
  
                Lam          
                JKTsGH
               
                _____ 
  
                Mim          
                HSQGh  
                
               
                ___ 
  
                Shad         
                hSh      ___ 
                
       Jumlah   ? = 
                ? x ThY
 
Siapa yang dapat menjumlahkan angka-angka 
                tersebut di atas, baik orang terdahulu maupun orang dewasa ini? 
                Belum lagi untuk qaidah huruf-huruf persekutuan yang membentuk 
                Al-Muqaththaat yang terdapat dalam semua Surah yang sama-sama 
                memiliki huruf -huruf persekutuan tersebut, jumlahnya adalah 
                kelipatan 19, seperti dalam tabel di bawah, dalam notasi 
                bilangan yang bukan huruf:
                 
                Tabel 
                Persekutuan [Alif,Lam,Ra]
============ ========= ========= 
                =========
No.Surah    Alif  Lam  
                Ra   Alif+Lam+Ra
------------ --------- --------- 
                ---------
10 Yuwnus   1319  913  
                257  2489 
11 Huwd     1370  
                794  325  2489 
12 Yuwsuf   1306  
                812  257  2375 
14 Ibraahiym 585  452  
                160  1197 
15 al-hijr   493  
                323   96   912 
------------ --------- 
                --------- ---------
Jumlah      5073 
                3294 1095  9462=19x498
                 
                Gampang sekali menjumlahkan dan membagi 
                angka-angka itu. Tetapi coba bagi orang-orang terdahulu sebelum 
                didapatkannya notasi bilangan dalam sistem desimal. Kalau 
setiap 
                bilangan dinyatakan dalam simbol huruf-huruf, mana bisa 
                dilakukan operasi tambah dan membagi.
                 
                Maka 
                masuk akal, jika Nabi Muhammad SAW tidak menceritakan dalam 
                Hadits Sistem 19 itu, bikin susah orang saja. Barulah setelah 
                didapatkan notasi bilangan dalam sistem desimal operasi 
menambah 
                dan membagi itu menjadi gampang. Bahkan menjadi sangat gampang 
                dan cepat setelah teknologi komputer didapatkan, yaitu dengan 
                adanya Al-Quran digital, tidak susah membuat program untuk 
                menjumlah  huruf-huruf yang dikehendaki, kemudian 
                membaginya dengan 19. Dan yang mulai dengan pemakaian kompuer 
                itu adalah Rashad Khalifa. Dialah yang menemukan "telur 
                Columbus", seperti dikemukakan dalam Seri 771 yang lalu. 
WaLlahu 
                a'lamu bisshawab.
                 
                *** 
                Makassar 1 April 2007
                http://waii- hmna.blogspot. com/2007/ 
                04/772-kesulitan -orang-terdahulu 
                -dengan.html

                ############ ######### ######### ######### 
                ######### ######### ######### #####
                 
                 
                
                ----- Original Message ----- 

                From: 
                leonardo rimba 
                To: mayapadaprana@ yahoogroups. com 
                Sent: Monday, August 18, 
                2008 12:53 PM
                Subject: Re: Gayung 
                bersambut, kata berjawab <= Re: [Mayapada Prana] Re: Om Leo, 
                apa yg harus saya katakan?
                 
                Pak Haji, segala KALKULASI NUMERIK yang anda lakukan itu 
                merupakan permainan lama dari Orang Yahudi. Namanya GEMATRIA. 
                Kalau di Jawa, yang model seperti itu namanya gothak gathik 
                gethuk lindri.
                 
                Leo
Send 
  instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com  

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke