Singkatnya, kata "kafir" dalam Quran merupakan expressi kebencian, sedangkan 
kata "kafir" dalam Bible merupakan ungkapan belas kasihan.

Umat Islam diwajibkan memerangi kafir, membunuhnya, dan segala macam siksa yang 
mungkin bisa dilakukannya boleh ditimpakan kepada orang2 kafir ini.

Umat Nasrani justru sebaliknya, mereka bukan memerangi orang2 kafir melainkan 
mengasihani orang2 kafir yang karena belum tahu dosanya bisa ditebus Yesus 
sehingga mereka tetap masih menjadi orang kafir.

Akibat beda kedua pemahaman arti kafir dalam Bible dan Quran, maka akibatnya 
juga berbeda.

Kalo di agama Nasrani mereka mencari orang2 kafir untuk diberikan kasih sayang 
berupa pembagian supermie gratis.....

Maka di agama Islam mereka dicari dan dikejar untuk diperangi, untuk disiksa, 
dan untuk dibunuh sehingga bisa mendapatkan pahala seperti yang dijanjikan 
Allah kepada para Syuhada.

Sedangkan agama Buddha, Hindu, dll-nya tidak mengenal kata kafir karena mereka 
membedakan manusia bukan dari ketakwaannya kepada Allah melainkan membedakan 
manusia dari amal perbuatannya kepada masyarakat banyak yang tidak 
dibeda-bedakan agamanya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke