Bung Wal,
Mau nanya, dalam kehidupan se-hari2 pasti ada yang timbul dari dalam hati or pikiran antara hal2 yang buruk (membunuh, menipu, memperkosa, mencuri dll) dan hal2 yang baik (menolong, mengasihi, sabar, dll) yang selalu terlintas dalam alam pikiran, dan itu tidak bisa dipungkiri. Kira2 menurut Bung Wal siapakah yang melakukan? Oklah, kalau bukan lucifer or setan/iblis (yang membuat hal2 yang buruk) dan malaikat yang baik (yang membuat hal2 yang baik), menurut bung Wal, kira2 itu siapakah? Karena masih belum jelas, pandangan or kepercayaan bung Wal tentang hal ini. Jadi tolong dibuat semacam definisi atau apalah, yang menurut bung Wal adalah benar. Karena selalu tanggapan dari teman lain semuanya tidak benar or salah. _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Wal Suparmo Sent: Tuesday, February 23, 2010 2:32 AM To: [email protected] Subject: Bls: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran Dan Bible Salam, Siapa Lucifer? Saya tidak kenal. Karena saya bukan antek Yahudi seperti Anda yang masih berani mengaku orang Indonesia pada hal NGARAB dengan beragama Islam yang menjiplak dari Yahudi. Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Sen, 22/2/10, saleh w siregar <[email protected]> menulis: Dari: saleh w siregar <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran Dan Bible Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 22 Februari, 2010, 10:54 AM kesimpulan : Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..ha. .ha.. regards --- On Mon, 2/22/10, muskitawati <muskitawati@ yahoo.com> wrote: From: muskitawati <muskitawati@ yahoo.com> Subject: -:: Milist NB::- Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran Dan Bible To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com Date: Monday, February 22, 2010, 2:51 AM Singkatnya, kata "kafir" dalam Quran merupakan expressi kebencian, sedangkan kata "kafir" dalam Bible merupakan ungkapan belas kasihan. Umat Islam diwajibkan memerangi kafir, membunuhnya, dan segala macam siksa yang mungkin bisa dilakukannya boleh ditimpakan kepada orang2 kafir ini. Umat Nasrani justru sebaliknya, mereka bukan memerangi orang2 kafir melainkan mengasihani orang2 kafir yang karena belum tahu dosanya bisa ditebus Yesus sehingga mereka tetap masih menjadi orang kafir. Akibat beda kedua pemahaman arti kafir dalam Bible dan Quran, maka akibatnya juga berbeda. Kalo di agama Nasrani mereka mencari orang2 kafir untuk diberikan kasih sayang berupa pembagian supermie gratis..... Maka di agama Islam mereka dicari dan dikejar untuk diperangi, untuk disiksa, dan untuk dibunuh sehingga bisa mendapatkan pahala seperti yang dijanjikan Allah kepada para Syuhada. Sedangkan agama Buddha, Hindu, dll-nya tidak mengenal kata kafir karena mereka membedakan manusia bukan dari ketakwaannya kepada Allah melainkan membedakan manusia dari amal perbuatannya kepada masyarakat banyak yang tidak dibeda-bedakan agamanya. Ny. Muslim binti Muskitawati. _____ Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
