Assalamualaikum...

apa sih yang dipikirin lagi??? 
kok lama buyanget mutusin gitu aja.
kalo ahmadiyah itu nggak ngakuin Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, 
ya jangan ngaku agamanya islam, dah simpel kan... bikin agama baru, agama 
ahmadiyah, atau ikut struktur oranisasi agama lain yang mbelain 
kalian...(tengok mencak mencak nggak mereka kalau (misal..) nggak ngakuin Isa 
itu Yesus, or menambahkan nama pimpinan mereka sebagai Dewa yang wajib disembah 
selain dewa2 yang sudah ada di Klentheng...) 
kumpulin formulirnya di depag;
nama agama apa?
nama kitab apa?
nama nabi apa?
masa jabatan nabinya berapa lama? (halah kayak daftarin partai aja ya..)

memang sih agama itu urusan pribadi masing masing... tapi mbok ya nalarnya 
mentri mentri itu jalan... (jangan jalannya kayak mentri catur.. miriiiing 
terus...) wong yang solatnya pake basa jawa aja ditegur... masa ini udah jelas2 
nggak ngakuin Muhammad SAW sebagai rasul terakhir, masih dibela2 dengan dalih 
HAM... 
HAMburger kali ya...

Saya juga nggak ngeh sama orang2 yang bela Ahmadiyah, (yang non-islam mungkin 
saya pahamlah, karena kalian kan nggak ngerti banget apa dan bagaimana Islam 
itu, mohon jangan asal koar2 ikutikutan membela Ahmadiyah...) parah lagi ngaku 
islam, mbelain Ahmadiyah dengan dalih kebebasan beragama??? udah kebablasan 
itu...

Ya Allah SWT, sadarkan dan bukakan pintu hati nurani pimpinan ahmadiyah, tegur 
mereka dengan lembut, ingatkan mereka bahwa Muhammad SAW itu adalah rasul 
utusanMu yang terakhir, tiada yang lainnya lagi...

Untuk FPI, kita tengok fakta 2 dipengadilan besok, siapa yang memicu 
keributan... jangan asal demo2an gak tahu WHAT IS THE REAL ROOT CAUSE!!! \
Selalu ada 2 sisi koin, kita coba lihat dari kedua sisi tersebut, jangan 
melihat dari satu sisi, kalah sama Tukul, dia aja pake 4 mata...

Jangan sampai kekerasan yang diambil FPI menjadikan Ahmadiyah bebas menyebarkan 
agama sesatnya di Indonesia..
Ada komen dari temen2 pengikut Ahmadiyah?

Wassalamualaikum.


  ----- Original Message ----- 
  From: Reporter Milist 
  Sent: Thursday, June 05, 2008 8:42 AM
  Subject: :: Milist NB :: Status Ahmadiyah Ditentukan Bulan Ini



  Catatan Reporter: mbok yang tegas... Setelah Terjadi Korban masihkah harus 
plinplan


  Kamis, 05 Juni 2008

  Status Ahmadiyah Ditentukan Bulan Ini
  Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa memastikan keputusan mengenai status 
Ahmadiyah akan ditetapkan bulan ini. 

  JAKARTA – Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa memastikan keputusan 
mengenai status Ahmadiyah akan ditetapkan bulan ini. "Juni ini sudah keluar," 
katanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat kemarin.

  Dia mengatakan pembahasan mengenai surat keputusan bersama tiga menteri 
terkait dengan hal ini sudah mencapai tahap akhir. Namun, ia juga mengakui 
proses tersebut terkesan lamban. Alasannya, kata Hatta, masalah Ahmadiyah 
merupakan persoalan yang tidak sederhana. "Begitu (keputusan) keluar, harus 
membuat suasana jadi tenang," ujarnya. 

  Menanggapi penyerangan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) terhadap 
Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ia mengatakan apa 
pun bentuknya, kekerasan tak bisa dibenarkan. "Ini negara hukum, negara 
beradab, harus mengedepankan dialog," katanya. 

  Dalam kesempatan berbeda, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono 
mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera memutuskan status Ahmadiyah. 
Kelambanan pemerintah ia nilai menjadi penyebab utama terjadinya penyerangan 
Front Pembela Islam terhadap anggota Aliansi Kebangsaan. "Pemerintah diharap 
mempercepat keputusannya," katanya kemarin. 

  Agung menyarankan Presiden menyikapi surat keputusan bersama menyangkut 
masalah Ahmadiyah ini secara bijaksana. Aspek kemanusiaan dan persatuan bangsa, 
katanya, harus menjadi pertimbangan utama Presiden. "Agar tidak memberi peluang 
terjadinya kekerasan." 

  Menurut Agung, apa pun keputusan Presiden terhadap surat keputusan bersama 
yang diajukan tiga menteri itu saat ini masih tetap bisa dikoreksi. "Bisa 
diperbaiki, karena ini terkait langsung dengan ketertiban masyarakat." TOMI | 
DWI RIYANTO AGUSTIAR



  Sumber : Tempo



  -- 
  **********************************
  Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
  ************************************ 

   

Kirim email ke