ANDA LUPA YA.....INDONESIA JUGA MEMEGANG UU TENTANG HAK PATEN hehehe.....SUPAYA SEIRING SEJALAN SEMUANYA....PALING GAMPANG AHMADIYAH GAK PAKE NAMA ISLAM.
JADI NEGARA MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA AHMADIYAH...DISAMPING ITU GAK ADA PELANGGARAN HAK PATEN ATAS ISLAM, nah....YANG RIBUT SEBENARNYA BUKAN AHMADIYAH....TAPI KRISTEN KAYAK GABY INI, KENAPA YA? ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Gabriella Rantau Sent: Thursday, 05 June 2008 5:22 PM To: [email protected] Subject: Re: :: Milist NB :: Status Ahmadiyah Ditentukan Bulan Ini BANG HARYADI, rupanya anda dan banyak umat Islam yg tidak menyadari bhw UUD 1945 menjamin kebebasan setiap warga negara Indonesia melakukan ibadah sesuai dg iman-kepercayaannya. Jadi ini soal hukum yg berlaku di negara sekuler ini. Selain itu Indonesia turut menanda-tangani UN Charter on Human Rights yg menjamin kebebasan beragama! Jadi seharusnya semua orang yg menjunjung tinggi UUD 45 dan percaya akan keadilan HAM mendukung kebebasan umat Ahmadiyah menjalankan ibadah sesuai dg kepercayaan mereka. Di samping itu Qur'an juga menyatakan bhw 'Tidak ada paksaan dlm Islam'. Perlu diingat bhw dlm Islam terdapat beberapa mazhab di samping perbedaan antara umat Sunni dan Syah yg cukup banyak perbedaan ajarannya. Gabriela Rantau ----- Original Message ---- From: Hariyadi Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, June 5, 2008 10:04:27 AM Subject: Re: :: Milist NB :: Status Ahmadiyah Ditentukan Bulan Ini Assalamualaikum. .. apa sih yang dipikirin lagi??? kok lama buyanget mutusin gitu aja. kalo ahmadiyah itu nggak ngakuin Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, ya jangan ngaku agamanya islam, dah simpel kan... bikin agama baru, agama ahmadiyah, atau ikut struktur oranisasi agama lain yang mbelain kalian...(tengok mencak mencak nggak mereka kalau (misal..) nggak ngakuin Isa itu Yesus, or menambahkan nama pimpinan mereka sebagai Dewa yang wajib disembah selain dewa2 yang sudah ada di Klentheng... ) kumpulin formulirnya di depag; nama agama apa? nama kitab apa? nama nabi apa? masa jabatan nabinya berapa lama? (halah kayak daftarin partai aja ya..) memang sih agama itu urusan pribadi masing masing... tapi mbok ya nalarnya mentri mentri itu jalan... (jangan jalannya kayak mentri catur.. miriiiing terus...) wong yang solatnya pake basa jawa aja ditegur... masa ini udah jelas2 nggak ngakuin Muhammad SAW sebagai rasul terakhir, masih dibela2 dengan dalih HAM... HAMburger kali ya... Saya juga nggak ngeh sama orang2 yang bela Ahmadiyah, (yang non-islam mungkin saya pahamlah, karena kalian kan nggak ngerti banget apa dan bagaimana Islam itu, mohon jangan asal koar2 ikutikutan membela Ahmadiyah... ) parah lagi ngaku islam, mbelain Ahmadiyah dengan dalih kebebasan beragama??? udah kebablasan itu.... Ya Allah SWT, sadarkan dan bukakan pintu hati nurani pimpinan ahmadiyah, tegur mereka dengan lembut, ingatkan mereka bahwa Muhammad SAW itu adalah rasul utusanMu yang terakhir, tiada yang lainnya lagi... Untuk FPI, kita tengok fakta 2 dipengadilan besok, siapa yang memicu keributan... jangan asal demo2an gak tahu WHAT IS THE REAL ROOT CAUSE!!! \ Selalu ada 2 sisi koin, kita coba lihat dari kedua sisi tersebut, jangan melihat dari satu sisi, kalah sama Tukul, dia aja pake 4 mata... Jangan sampai kekerasan yang diambil FPI menjadikan Ahmadiyah bebas menyebarkan agama sesatnya di Indonesia.. Ada komen dari temen2 pengikut Ahmadiyah? Wassalamualaikum. ----- Original Message ----- From: Reporter Milist <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, June 05, 2008 8:42 AM Subject: :: Milist NB :: Status Ahmadiyah Ditentukan Bulan Ini Catatan Reporter: mbok yang tegas... Setelah Terjadi Korban masihkah harus plinplan Kamis, 05 Juni 2008 Status Ahmadiyah Ditentukan Bulan Ini Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa memastikan keputusan mengenai status Ahmadiyah akan ditetapkan bulan ini. JAKARTA - Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa memastikan keputusan mengenai status Ahmadiyah akan ditetapkan bulan ini. "Juni ini sudah keluar," katanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat kemarin. Dia mengatakan pembahasan mengenai surat keputusan bersama tiga menteri terkait dengan hal ini sudah mencapai tahap akhir. Namun, ia juga mengakui proses tersebut terkesan lamban. Alasannya, kata Hatta, masalah Ahmadiyah merupakan persoalan yang tidak sederhana. "Begitu (keputusan) keluar, harus membuat suasana jadi tenang," ujarnya. Menanggapi penyerangan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ia mengatakan apa pun bentuknya, kekerasan tak bisa dibenarkan. "Ini negara hukum, negara beradab, harus mengedepankan dialog," katanya. Dalam kesempatan berbeda, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera memutuskan status Ahmadiyah. Kelambanan pemerintah ia nilai menjadi penyebab utama terjadinya penyerangan Front Pembela Islam terhadap anggota Aliansi Kebangsaan. "Pemerintah diharap mempercepat keputusannya, " katanya kemarin. Agung menyarankan Presiden menyikapi surat keputusan bersama menyangkut masalah Ahmadiyah ini secara bijaksana. Aspek kemanusiaan dan persatuan bangsa, katanya, harus menjadi pertimbangan utama Presiden. "Agar tidak memberi peluang terjadinya kekerasan." Menurut Agung, apa pun keputusan Presiden terhadap surat keputusan bersama yang diajukan tiga menteri itu saat ini masih tetap bisa dikoreksi. "Bisa diperbaiki, karena ini terkait langsung dengan ketertiban masyarakat." TOMI | DWI RIYANTO AGUSTIAR Sumber : Tempo -- ************ ********* ********* **** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist ************ ********* ********* ******
