Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi semua miliser di manapun anda berada..Dari Sabang sampe
Merauke, dari negeri kincir angin sampe negeri kangguru yang ikutan
milis ini.

Subhanalloh, si akang teh lamun keur serius 'tajam' pisan euy...salut!  
Iya kang, kita butuh akselerasi dalam 'transfer of knowledge' ke
stakeholder yang kita layani. Setelah pemetaan terhadap stakeholder
yang bandel (yang APBD nya sampai bulan ini belum diserahkan ke Ibunda
Menkeu)dilakukan, lanjut ke pemetaan penyerapan dana/realisasi
APBN/APBD yang masih rendah sehingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi
'batuk-batuk' (mungkin trendnya linier dengan terlambat menyerahkan
APBD), trus dipetakan juga daerah yang 'hobi' banget naruh duit APBD
nya di SBI dan ORI dibandingkan buat bangun infrastruktur (ngikutin
rata-rata bankir swasta/BUMN kita), trus lanjut ke memetakan Aset-aset
negara (vertikal dan Pemda) yang perlu di revaluasi (nilai ulang)
sehingga dapat mencerminkan keadaan sesungguhnya...

Memang ibarat benang kusut trus basah, ribet banget..tapi kita semua
mesti optimis, sedih banget rasanya melihat adik-adik yang belum-belum
 sudah pesimistis kalau 3-5 tahu lagi LKPP Pemerintah Pusat disclaimer
lagi..Aduh, gimana dong kalo 'niat' optimistis pun sudah tidak ada di
dada dan dikepala (eh, niat itu di dada yah..)

Akselerai 'transfer of knowledge' buat stakeholder bisa dimulai dari
KPPN, misalnya dengan tidak 'membuatkan' SPM yang sudah menjadi
nomenklatur pekerjaan satker..Satker harus diberdayakan agar mampu
mengejar ketertinggalannya memahami pengelolaan keuangan negara dan
daerah, kalo satker pintar dan pandai LKPP mereka bisa jadi
representatif..KPPN dan Kanwil memiliki beban yang seimbang untuk
mencerdaskan kehidupan stakeholder..Milis ini juga menginspirasi saya
dan teman-teman di kantor untuk membuat website dan forum diskui
seperti ini untuk stakeholder (mudah-mudahan bisa di launcing dalam
waktu dekat) Trims untuk Suyalynx dan Nanky yang sudah mau repot-repot
 memikirkan hal ini..Dengan tutorial online, diskusi online, telepon
bebas pulsa atau bahkan SMS khusus kita harus bisa memanfaatkan semua
celah untuk mencerdaskan kehidupan stakeholder..Kita semua mungkin
beruntung pernah mendapatkan ilmu mengelola keuangan negara/daerah di
jurangmangu dan balai diklat keuangan atau BPPK, bagaimana dengan
stakeholder kita yang dari sabang sampai merauke...

Kalau anda pernah menyimak pernyataan pejabat kita bahwa akuntan
beregister yang bekerja menjadi pegawai Pemda di seluruh indonesia
saat ini tidak sampai puluhan, kebayangkan betapa jomplangnya dengan
swasta...Akuntan kita saat ini sudah hampir 40 ribu jumlahnya, mereka
lebih senang menjadi pegawai swasta tentu salahsatunya karena
penghasilan yang layak...Renumerasi di swasta lebih baik dan
profesional, di Pemda ??? Kalau ada akuntan yang masih mau
berkecimpung di keuangan negara dan daerah sudah selayaknya diberi
acungan jempol karena masih ada sedikit 'idealisme membangun
negeri'...Nah tugas berat memang buat kita semua, tetapi saya yakin
nggak ada yang sulit kalo dibarengi niat baik, kemampuan dan segumpal
optimisme...  

Saya sudah sangat senang dan bahagia bahwa rumah kita di Depkeu ini
diisi orang-orang yang pintar-pintar dan cerdas-cerdas, muda-muda dan
penuh gairah (gairah yang 'lain' loh...)Generasi saya dan kang zamzam
mungkin sudah tinggal mengarahkan yang baik-baik saja, enerji generasi
kami tidak sebesar adik-adik yang masih muda ini...

Sewaktu saya dalam perjalan pulang meminta tandatangan dosen
pembimbing tesis dan merenungi SK korpel saya ke KPPN Marisa yang
belum lama saya terima, seorang teman baik yang bekerja di KAP 
menelpon, dia tanya : "Jadi nggak bergabung, kita lagi butuh banyak
yang beregister kang...oh ya, aku sudah masukin CV nya ke HRD
department, entar telepon aku lagi yah kang..." Saya tidak segera
menjawab, saya cuma bilang saya lagi di jalan...Dalam hati kecil saya
ada suara berbisik "saya masih ingin memberikan yang terbaik untuk
negeri ini...entah sampai kapan?" 

Mudah-mudahan ada hikmahnya...
Tetap semangat dan sambut perubahan

Adin-Somewhere at Gorontalo
  








--- In [email protected], "jm_hndsm" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> kalo udah ketemu akar masalah, pastinya ya dicarikan solusinya, kalo
> bisa dipetakan mana departemen yang gak kualified LKP nya kan bisa
> dibina atau dibinasakan, begitu juga dengan Pemda Tk I atau pemda Tk
> II yang masih primitif LKP nya, ada tanggungjawab kanwil DJPB disitu,
> salah besar kalo malah semua sdm daerah dikonsentrasikan untuk
> pencairan (KPPN)....
> kalo lima puluh akuntan diperlukan untuk setiap 1 triliun asset
> kita berarti perlu 1.253 x 50 akuntan,.... semua mesti ada solusinya,
> makanya sy nantangin orang orang yang pinter di djpb as intitusi yg tg
> jawab untuk  fight this challenge... 
> mereka digaji untuk itukan, untuk mikirin solusi masalah2 begini. yang
> bikin susah kadang sistim yg kita buat sendiri, ember plastik aja
> mesti di kasih nomer inventaris..
>   kalo alasan bapak Hekinus ke biaya besar yang diperlukan, ya udah
> segala nya macet  "if you stuck in money matters you stuck in
> everything". 
> balik lagi ke kemauan akhirnya...
> 
> zamzam gorontalo
>


Kirim email ke