Saya terus mengikuti perkembangan milis ini (walau hanya sekedar membaca dan memahami setiap tema yang disuguhkan [belum pernah menulis]). Namun sungguh, satu hal yang membuat saya (secara pribadi) termotivasi untuk menikmati hidup apa adanya, mensyukuri apa yang ada, dan semangat untuk esok dan lusa, adalah Pak Tyas serta tema-tema lain yang berkaitan.
Di Bengkulu, sebelum saya dialihtugaskan ke tempat baru, seorang pejabat Eselon3 di Kanwil menempati posisi 1 di hati saya (untuk pegawai DJPBN) yang hidup dalam kesederhanaan. Hidup yang terus berupaya untuk membahagiakan orang lain tanpa memandang apapun. Untuk bisa banyak berbuat kepada sebanyak-banyak orang yang ia temui. Baik di kantor, maupun ketika ia bermasayarakat. Hidup yang tidak berorientasi kepada sesuatu yang tidak jelas, dalam arti sesuatu yang tidak menjadi hak baginya. Setelah mengikuti terus milis ini, saya berkeyakinan, ada beberapa pegawai DJPBN (baik yang telah memiliki jabatan maupun masih Pelaksana) yang memiliki keteguhan prinsip hidup untuk bisa memajukan. Tak hanya untuk diri sendiri, tapi jua bagi orang lain, dan terlebih bagi organisasi yang ia tempati untk berkarya. Sampai terbersit pikiran (yang mungkin konyol atau apalah??...), jika DJPBN (jika memang Depkeu terlampau luas lingkupnya) membuat sebuah program DJPBN Awards. Sebuah upaya memberikan penghormatan dan perhargaan kepada pegawai-pegawai yang sungguh-sungguh bekerja dalam sebuah prinsip hidup yang patut diteladani. Yang mudah-mudahan bisa memacu adrenalin semangat untuk bisa membangun diri (dan minimal kantor tempatnya bekerja) sehingga menjadi lebih baik. Setidaknya, ketika ditanya oleh masyarakat kerja dimana, maka kita dengan bangga dan rendah hati menjawab : DJPBN. Banggakah kita, ketika kita jawab kerja di DJPBN/Kanwil DJPBN/KPPN sementara telah terpatri di masyarakat akan sesuatu yang kurang baik dalam intern kita? Salam
