Alhamdulillah, itu yang bisa saya ungkapkan, ternyata masih ada 
contoh-contoh yang baik, disaat sekarang ini orang berlomba-lomba 
mengumpulkan harta sebanyak mungkin seolah-olah akan hidup 
selamanya, orang kaya lebih dihormati daripada orang alim dan jujur. 
tapi mungkin kalau para pejabat tersebut diberikan award malah 
takutnya bisa membuat orang sedikit sombong barangkali.karena pada 
hakekatnya mereka telah menukar dunia ini dengan kebahagiaan 
diakhirat nantinya Amiin,apalagi hanya award, kecil sekali artinya 
bagi mereka. Tapi apa iya hanya mereka saja dari sekian banyak 
personil DJPB sebanyak 12.000-an?????? 

Yang penting menurut saya adalah mengingat banyak diantara kita yang 
memang ingin berbuat seperti itu maka perlu kiranya diketahui 
bagaimana kiat-kiat beliau dalam menjalani kehidupan seperti 
itu.sehingga kita dapat mencontohnya dalam kehidupan kita.

Mungkin ada diantara kita yang pernah membaca buku atau melihat VCD 
dari Harun Yahya tentang misteri dibalik materi itu menurut saya 
sangat bagus apabila kita renungkan secara mendalam, karena kita 
akan tahu apa hakekat dari materi itu sebenarnya.


Love and Peace 

ANO

  



--- In [email protected], den riadi<[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Saya terus mengikuti perkembangan milis ini
> (walau hanya sekedar membaca dan memahami setiap tema yang 
> disuguhkan [belum pernah menulis]).
> Namun sungguh, satu hal yang membuat saya (secara pribadi) 
> termotivasi untuk menikmati hidup apa adanya, mensyukuri 
> apa yang ada, dan semangat untuk esok dan lusa, adalah Pak 
> Tyas serta tema-tema lain yang berkaitan.
> 
> Di Bengkulu, sebelum saya dialihtugaskan ke tempat baru, 
> seorang pejabat Eselon3 di Kanwil menempati posisi 1 di 
> hati saya (untuk pegawai DJPBN) yang hidup dalam 
> kesederhanaan. Hidup yang terus berupaya untuk 
> membahagiakan orang lain tanpa memandang apapun. Untuk 
> bisa banyak berbuat kepada sebanyak-banyak orang yang ia 
> temui. Baik di kantor, maupun ketika ia bermasayarakat. 
> Hidup yang tidak berorientasi kepada sesuatu yang tidak 
> jelas, dalam arti sesuatu yang tidak menjadi hak baginya.
> 
> Setelah mengikuti terus milis ini, saya berkeyakinan, ada 
> beberapa pegawai DJPBN (baik yang telah memiliki jabatan 
> maupun masih Pelaksana) yang memiliki keteguhan prinsip 
> hidup untuk bisa memajukan. Tak hanya untuk diri sendiri, 
> tapi jua bagi orang lain, dan terlebih bagi organisasi 
> yang ia tempati untk berkarya.
> 
> Sampai terbersit pikiran (yang mungkin konyol atau 
> apalah??...), jika DJPBN (jika memang Depkeu terlampau 
> luas lingkupnya) membuat sebuah program DJPBN Awards. 
> Sebuah upaya memberikan penghormatan dan perhargaan kepada 
> pegawai-pegawai yang sungguh-sungguh bekerja dalam sebuah 
> prinsip hidup yang patut diteladani. Yang mudah-mudahan 
> bisa memacu adrenalin semangat untuk bisa membangun diri 
> (dan minimal kantor tempatnya bekerja) sehingga menjadi 
> lebih baik. Setidaknya, ketika ditanya oleh masyarakat 
> kerja dimana, maka kita dengan bangga dan rendah hati 
> menjawab : DJPBN.
> 
> Banggakah kita, ketika kita jawab kerja di DJPBN/Kanwil 
> DJPBN/KPPN sementara telah terpatri di masyarakat akan 
> sesuatu yang kurang baik dalam intern kita?
> 
> Salam
>


Kirim email ke