Om Rohman, jangan memuji berlebihan laah, malah saya salut sama anda, biasanya anak jakarta paling nggak bisa jauh jauh dari metromininya, tapi anda membuktikan integrity anda berangkat ke pulau diseberang pulau... kaya pepatah, sekali merengkuh sk satu dua pulau terlampaui.. saya punya teman anak jakarta ( lebih dari 3 ) yg mengundurkan diri begitu dapet sk yg mengharuskan mereka overseas... mereka pikir di jakarta opportunity lebih banyak daripada opor ayam, tapi mereka nggak inget kalo negara yg sekolahin mereka... saya pikir itu korupsi juga ... tapi nggak semua anak jakarta kaya gitu juga, anda salah satu contoh teladannya...
Okay salam buat keluarga dan temen temen di KPPN benteng Pulau Selayar dari tetangganya fadel muhammad... --- In [email protected], "arahman231" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya terkesan banget ama postingan jm_handsm di bawah ini, terutama > pas bagian message terakhirnya. Saya rasa itulah salah satu contoh > integritas sebenarnya yang selama ini dipertanyakan pimpinan kita di > Pusat sana. That's a really, really integrity! Salah satu miliser yang > postingannya slalu saya tunggu adalah dari si "jm_hndsm" ini > disampingan postingannya Pak Hari, Pak Rinardi, Kang Dedi, Mas Kobir, > dan Pak Budi San. Abis itu baru baca postingan dari miliser lainnya. > Buat jm_hndsm, bisa Japri di di e-mail aku, mau belajar nulis yang > bagus nih sama ente. > > Rahman > Selayar > > --- In [email protected], "jm_hndsm" <jm_hndsm@> > wrote: > > > > Salam Pak Budi Salam Pak Setyo, salah satu kelemahan kita sebagai > > manusia selalu mengambil kesimpulan sebelum cerita berakhir, atau > > menilai Pegawai tanpa menilai kontribusinya pada Institusi, hal yg tak > > bisa diukur memang dengan jenis test apapun, karena DP 3 kita hanya > > ritual tahunan belaka.. jadi inget cerita temen saya muhammad > > vheztaqwil (Awil) di milis pencinta Alam kira kira begini : > > > > Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari semarang > > sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta . > > Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. > > Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. > > > > " Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda. > > > > "Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore > > nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu. > > > > " Wouw..... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam > > sejenak... pemuda itu merenung. > > Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu > > melanjutkan pertanyaannya. > > " Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang > > kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??" > > > > Oh ya tentu " si Ibu bercerita : > > "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang , > > yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, > > yang kelima menjadi arsitek di Jakarta , > > yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, > > yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."" > > > > Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya > > dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. > > > > " terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??" > > > > Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, > > " anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak". > > > > Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar " > > > > Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya > > dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses > > di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani "?? > > > > Dengan tersenyum ibu itu menjawab," Ooo ...tidak tidak begitu nak.... > > Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah > > yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani" > > > > > > Today's lesson : > > > > Everybody in the world is a important person. > > Open your eyes.... > > your heart.... > > your mind.... > > your point of view.... > > because we can't make summary before read "the book " completely. > > > > The wise person says... > > The more important thing is not WHO YOU ARE > > > > But > > WHAT YOU HAVE BEEN DOING > > > > aku bangga tidak menjadi apapun, aku bangga diabaikan, aku bangga > > karena janji Alloh : " di hari ini aku mengutamakan umatku yang > > diabaikan manusia yang dipandang rendah manusia, karena sesungguhnya > > mereka itu amat dekat kepadaku " > > > > > > >
