Pak Budisan dan semua anggota milis yang terhormat, ijinkan saya
berkomentar sedikit.
Rencana parallel run SDM Lama-Baru menurut saya dari sisi organisasi
bisa memperlancar pelaksanaan pekerjaan karena didukung SDM yang sudah
mengetahui seluk beluk pekerjaan di lokasi tersebut, tetapi akan ada
ekses suasana kantor yang tidak nyaman karena perbedaan lulus ujian
dan tidak lulus ataupun tidak ikut ujian. Mungkin bisa diatasi dengan
kepastian penetapan SDM lama menjadi pegawai KPPN percontohan seperti
yang lulus tes, tetapi bisa memancing protes lagi dari yang lain, dan
pegawai yang lulus tes bisa beranggapan sia-sia lulus tes kalau
akhirnya yang ga lulus tes bisa masuk. 
Saya berpendapat lebih baik jumlah KPPN Percontohan tahap 1
disesuaikan jumlah pegawai yang lolos seleksi pertama, untuk
memberikan tanggungjawab penuh kepada pegawai yang lulus tes dan agar
dapat mudah dinilai kinerjanya sebagai tolok ukur pembukaan kantor
percontohan selanjutnya.
Harapan saya ada reward dari KanPus dengan memberikan pilihan kepada
pegawai yang lulus seleksi pertama untuk memilih penempatan diantara
10 atau 15 KPPN awal, jadi pegawai merasa lebih dihargai dan lebih
semangat mengusung perubahan. Tentu saja pilihan tersebut harus
dipertimbangkan dengan hal-hal lain dalam mutasi pegawai agar jumlah
pegawai seimbang di setiap KPPN Percontohan.
Sementara cuman bisa mikir sampai segitu pak, lebih kurangnya mohon maaf.

--- In [email protected], Budi Santoso
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Milis Perbendaharaan,
>    
>   Sebagaimana kita ketahui, hasil seleksi pegawai KPPN Percontohan
Tahap I adalah sebagai berikut. 
>     
>    Eselon III : 21 lulus, 7 cadangan, jumlah 28, dibutuhkan 30
(asumsi 30 KPPN);  
>    Eselon IV : 56 lulus, 5 cadangan, jumlah 61; dibutuhkan 180
(asumsi 30 KPPN);  
>    Staff         :  248 lulus, 129 cadangan, jumlah 377; dibutuhkan
1200 (asumsi 30 KPPN, 1 KPPN = 40 pegawai). 
>    
>   Dengan memperhatikan hasil seleksi dan asumsi  kebutuhan pegawai
tersebut di atas dan prediksi penambahan pegawai yang lulus seleksi
tahap II tidak cukup signifikan, hampir dapat dipastikan bahwa rencana
implementasi 30 KPPN Percontohan sangat tidak realistis.  Diperkirakan
jumlah KPPN Percontohan hanya sekitar 10 sd 15 KPPN.  Konsekuensinya,
jumlah pegawai eselon III yang telah dinyatakan lulus mungkin untuk
sementara harus menunggu episode KPPN Percontohan tahap II.  Selain
itu, para pegawai Staff dan eselon IV yang saat ini menduduki kursi
cadangan mempunyai peluang yang cukup besar untuk direkrut menjadi
pegawai KPPN Percontohan tahap I.
>    
>   Meskipun demikian, kita tunggu saja hasil seleksi peserta tahap II
KPPN Percontohan dan keputusan Kabag Kepawaian dan pejabat yang
berwenang di kantor pusat selanjutnya.
>    
>   Namun, satu hal yang mungkin membuat kita agak kecewa adalah
karena saat ini Bu Menteri telah mengetahui rencana besar kita bahwa
pada tahun 2007 ini 30 KPPN akan menjadi kantor percontohan DJPBN.  
Lalu, apakah kita harus meralat apa yang telah kita ucapkan dan
sampaikan kepada Bu Menteri?
>    
>   Anyway, saya kira pada akhirnya kita memang harus realistis.  
>   Ralat/koreksi atas ucapan, perbuatan dan mimpi kita?  Siapa takut
!!  (:
>    
>   Salam,
>   budisan
>    
>    
>      
> 
>        
> ---------------------------------
> Building a website is a piece of cake. 
> Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke