Seleksi lagi??? bisa2 qt masuk MURI sebagai organisasi yang paling sering melakukan seleksi. hehehe...
Tapi bagaimanapun juga seleksi tetap diperlukan untuk menghilangkan kecemburuan bagi pegawai di KPPN lain yang kebetulan gak lulus dan KPPNnya gak di ibu kota propinsi. Seleksi tersebut seyogyanya dikelompokkan berdasarkan spesialisasi. --- In [email protected], "bintang_fatihah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth. Pak Budisan dan semua anggota milis > > Rencana Paralel Run SDM, menurut saya Baik, tetapi tugas SDM lama > hanya MEMBANTU pegawai KPPN Percontohan (yang lulus seleksi). Jika > pekerjaan sudah bisa dianggap jalan, maka SDM lama tersebut tidak > menghuni lagi KPPN Percontohan.. Karena SDM lama lah yang sebenarnya > mengetahui seluk beluk pekerjaan..Dan harus ada reward bagi SDM lama > tersebut ( semacam detaser..)..Untuk SDM lama yang MEMBANTU, mungkin > bisa diseleksi, tidak memandang umur,jabatan tetapi jumlahnya > dibatasi.. > > Mohon maaf jika tulisan saya ini tidak berkenan.. > > > > --- In [email protected], "brisikbrisik" > <brisikbrisik@> wrote: > > > > Pak Budisan dan semua anggota milis yang terhormat, ijinkan saya > > berkomentar sedikit. > > Rencana parallel run SDM Lama-Baru menurut saya dari sisi organisasi > > bisa memperlancar pelaksanaan pekerjaan karena didukung SDM yang > sudah > > mengetahui seluk beluk pekerjaan di lokasi tersebut, tetapi akan ada > > ekses suasana kantor yang tidak nyaman karena perbedaan lulus ujian > > dan tidak lulus ataupun tidak ikut ujian. Mungkin bisa diatasi > dengan > > kepastian penetapan SDM lama menjadi pegawai KPPN percontohan > seperti > > yang lulus tes, tetapi bisa memancing protes lagi dari yang lain, > dan > > pegawai yang lulus tes bisa beranggapan sia-sia lulus tes kalau > > akhirnya yang ga lulus tes bisa masuk. > > Saya berpendapat lebih baik jumlah KPPN Percontohan tahap 1 > > disesuaikan jumlah pegawai yang lolos seleksi pertama, untuk > > memberikan tanggungjawab penuh kepada pegawai yang lulus tes dan > agar > > dapat mudah dinilai kinerjanya sebagai tolok ukur pembukaan kantor > > percontohan selanjutnya. > > Harapan saya ada reward dari KanPus dengan memberikan pilihan kepada > > pegawai yang lulus seleksi pertama untuk memilih penempatan diantara > > 10 atau 15 KPPN awal, jadi pegawai merasa lebih dihargai dan lebih > > semangat mengusung perubahan. Tentu saja pilihan tersebut harus > > dipertimbangkan dengan hal-hal lain dalam mutasi pegawai agar jumlah > > pegawai seimbang di setiap KPPN Percontohan. > > Sementara cuman bisa mikir sampai segitu pak, lebih kurangnya mohon > maaf. > > > > --- In [email protected], Budi Santoso > > <budisan_2005@> wrote: > > > > > > Dear Milis Perbendaharaan, > > > > > > Sebagaimana kita ketahui, hasil seleksi pegawai KPPN Percontohan > > Tahap I adalah sebagai berikut. > > > > > > Eselon III : 21 lulus, 7 cadangan, jumlah 28, dibutuhkan 30 > > (asumsi 30 KPPN); > > > Eselon IV : 56 lulus, 5 cadangan, jumlah 61; dibutuhkan 180 > > (asumsi 30 KPPN); > > > Staff : 248 lulus, 129 cadangan, jumlah 377; > dibutuhkan > > 1200 (asumsi 30 KPPN, 1 KPPN = 40 pegawai). > > > > > > Dengan memperhatikan hasil seleksi dan asumsi kebutuhan pegawai > > tersebut di atas dan prediksi penambahan pegawai yang lulus seleksi > > tahap II tidak cukup signifikan, hampir dapat dipastikan bahwa > rencana > > implementasi 30 KPPN Percontohan sangat tidak realistis. > Diperkirakan > > jumlah KPPN Percontohan hanya sekitar 10 sd 15 KPPN. > Konsekuensinya, > > jumlah pegawai eselon III yang telah dinyatakan lulus mungkin untuk > > sementara harus menunggu episode KPPN Percontohan tahap II. Selain > > itu, para pegawai Staff dan eselon IV yang saat ini menduduki kursi > > cadangan mempunyai peluang yang cukup besar untuk direkrut menjadi > > pegawai KPPN Percontohan tahap I. > > > > > > Meskipun demikian, kita tunggu saja hasil seleksi peserta tahap > II > > KPPN Percontohan dan keputusan Kabag Kepawaian dan pejabat yang > > berwenang di kantor pusat selanjutnya. > > > > > > Namun, satu hal yang mungkin membuat kita agak kecewa adalah > > karena saat ini Bu Menteri telah mengetahui rencana besar kita bahwa > > pada tahun 2007 ini 30 KPPN akan menjadi kantor percontohan DJPBN. > > Lalu, apakah kita harus meralat apa yang telah kita ucapkan dan > > sampaikan kepada Bu Menteri? > > > > > > Anyway, saya kira pada akhirnya kita memang harus realistis. > > > Ralat/koreksi atas ucapan, perbuatan dan mimpi kita? Siapa > takut > > !! (: > > > > > > Salam, > > > budisan > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Building a website is a piece of cake. > > > Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online. > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > >
