Anda benar, pak Heryanto. Bila hasil seleksi tahap 1 dan 2 masih belum
berhasil memenuhi kebutuhan SDM KPPN Percontohan, dan kita tetap menghendaki
target implementasi 30 KPPN Percontohan dipenuhi, usulan Anda tersebut dapat
dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Dengan kata lain, selain menggunakan
parameter (alat bantu) tes yang lazim digunakan organisasi (psikotes dan
pengetahuan/keterampilan), kita juga menggunakan parameter lain berupa
pengamatan (observasi) langsung oleh atasan/pejabat yang tahu persis kinerja
dan integritas pegawai ybs di kantornya.
Bahkan saya juga berandai-andai teman pejabat kita di kantor pusat membiarkan
beberapa Kanwil untuk memilih sendiri pegawai terbaiknya yang yang akan
ditugaskan pada KPPN Percontohan di wilayahnya. Lalu, kita evaluasi dan
analisa hasilnya (misalnya dengan menggunakan cost and benefit analysis).
Saya kira, model seleksi pegawai melalui alat bantu/tool (yang konon dinilai
obyektif) dan melalui pengamatan/observasi langsung di lapangan (yang konon
dinilai subyektif) tersebut masing-masing mempunyai kekuatan dan kelemahan.
Tetapi, paling tidak dengan melakukan ujicoba parallel test tersebut, kita akan
bisa mempelajari/mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing model seleksi
dan menerapkannya sesuai dengan sikon dan kebutuhan di lapangan. Benarkah?
Heryanto Sijabat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Milist yang berbahagia,
Jika melihat hasil tulisan Bpk Budi Santoso
Memang benar jika dari hasil test I dan II KPPN Percontohan mungkin belum
memenuhi kebutuhan SDM yang dibutuhkan dengan asumsi 30 KPPN dan tiap KPPN
pegawainya 40 org.
Tetapi agar "Great Plan" ini bisa tetap berjalan seperti yang direncanakan
Masih ada solusinya yg dpt dipertanggung jawabkan
yaitu : Adanya Rekomendasi untuk pegawai diluar hasil Test I dan II KPPN
Percontohan dari Kepala Kantor Wilayah untuk mengisi jabatan ataupun tempat
yang masih lowong demi maksimalnya performance KPPN Percontohan
Salam Perubahan
Heryanto Sijabat
Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Milis Perbendaharaan,
Sebagaimana kita ketahui, hasil seleksi pegawai KPPN Percontohan Tahap I adalah
sebagai berikut.
Eselon III : 21 lulus, 7 cadangan, jumlah 28, dibutuhkan 30 (asumsi 30 KPPN);
Eselon IV : 56 lulus, 5 cadangan, jumlah 61; dibutuhkan 180 (asumsi 30 KPPN);
Staff : 248 lulus, 129 cadangan, jumlah 377; dibutuhkan 1200 (asumsi 30 KPPN, 1
KPPN = 40 pegawai).
Dengan memperhatikan hasil seleksi dan asumsi kebutuhan pegawai tersebut di
atas dan prediksi penambahan pegawai yang lulus seleksi tahap II tidak cukup
signifikan, hampir dapat dipastikan bahwa rencana implementasi 30 KPPN
Percontohan sangat tidak realistis. Diperkirakan jumlah KPPN Percontohan hanya
sekitar 10 sd 15 KPPN. Konsekuensinya, jumlah pegawai eselon III yang telah
dinyatakan lulus mungkin untuk sementara harus menunggu episode KPPN
Percontohan tahap II. Selain itu, para pegawai Staff dan eselon IV yang saat
ini menduduki kursi cadangan mempunyai peluang yang cukup besar untuk direkrut
menjadi pegawai KPPN Percontohan tahap I.
Meskipun demikian, kita tunggu saja hasil seleksi peserta tahap II KPPN
Percontohan dan keputusan Kabag Kepawaian dan pejabat yang berwenang di kantor
pusat selanjutnya.
Namun, satu hal yang mungkin membuat kita agak kecewa adalah karena saat ini Bu
Menteri telah mengetahui rencana besar kita bahwa pada tahun 2007 ini 30 KPPN
akan menjadi kantor percontohan DJPBN. Lalu, apakah kita harus meralat apa yang
telah kita ucapkan dan sampaikan kepada Bu Menteri?
Anyway, saya kira pada akhirnya kita memang harus realistis.
Ralat/koreksi atas ucapan, perbuatan dan mimpi kita? Siapa takut !! (:
Salam,
budisan
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]