Berikut kiriman berita dari teman Anda yang beralamat di: [EMAIL PROTECTED]
----------------------------------------
Selasa, 10 Juli 2007 00:00 WIB
Editorial: Reformasi Birokrasi di Departemen Keuangan
REFORMASI birokrasi kini berhasil dibuat di Departemen Keuangan dan mulai
diterapkan 1 Juli lalu. Inilah reformasi yang dapat dijadikan contoh dan
rujukan. Jika Departemen Keuangan bisa, mengapa departemen lain tidak?
Sebab, tantangan dan hambatan untuk melakukan reformasi birokrasi di Departemen
Keuangan tentunya lebih berat daripada di departemen lain. Alasannya, hampir
seluruh aspek perekonomian negara berhubungan langsung dengan kebijakan yang
dibuat Departemen Keuangan. Menyebut empat contoh saja yang strategis,
departemen inilah yang mengurus perpajakan, kepabeanan dan cukai, pengelolaan
utang, dan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Alasan lain, Departemen Keuangan memiliki kantor vertikal terbesar dan tersebar
di seluruh Indonesia yang memberikan pelayanan langsung kepada publik. Jumlah
pegawainya cukup besar, sekitar 62 ribu orang.
Jadi, jika reformasi birokrasi berhasil dilakukan di Departemen Keuangan, tidak
ada alasan reformasi birokrasi tidak dapat dilakukan dengan sukses di
departemen lain.
Reformasi birokrasi di Departemen Keuangan itu dikerjakan selama 17 bulan.
Dalam bahasa Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dilakukan adalah perubahan
fundamental dari Departemen Keuangan yang dulu sangat tertutup menjadi terbuka.
Tujuannya, ada dua. Pertama, menciptakan aparatur negara yang bersih,
profesional, dan bertanggung jawab. Kedua, menciptakan birokrasi yang efisien
dan efektif sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang prima.
Singkatnya, perubahan fundamental, ke dalam membereskan dapur, ke luar
menumbuhkan kepercayaan publik. Sekarang check and balance.
Misalnya, untuk memberikan pelayanan yang prima kepada publik di bidang
perpajakan, kini telah dibentuk tiga Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar,
28 Kantor Pelayanan Pajak Madya, dan 171 Kantor Pelayanan Pajak Pratama.
Sedangkan di bidang perbendaharaan, kini sudah siap 17 Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara percontohan untuk layanan prima. Yang juga mencolok ialah
reformasi yang dilakukan di lingkungan Bea dan Cukai di Tanjung Priok.
Namun contoh paling spektakuler adalah dikeluarkannya 6.475 standard operating
procedures (SOP), yang mengatur dengan rinci mekanisme pelayanan, lama
pelayanan, serta berapa biaya pelayanan. Contohnya, pelayanan penerbitan surat
perintah pencairan dana (SP2D) dijanjikan paling lambat satu jam setelah
dokumen diterima lengkap. Dan, tidak ada biaya.
Contoh lain, pelayanan segera (rush handling) untuk impor, dijanjikan selesai
120 menit setelah dokumen diterima lengkap. Biaya pelayanan Rp100 ribu per
transaksi. Contoh lain lagi, untuk mendapatkan NPWP selesai satu hari, dan
tidak dipungut biaya.
Dengan terbitnya SOP itu, publik menjadi tahu dengan jelas dan gamblang berapa
lama pelayanan diberikan, dan berapa biaya yang diperlukan. Birokrasi yang
berbelit-belit dipangkas habis, dan juga sogok menyogok di bawah meja
dibersihkan.
Tapi semua itu hanya omong kosong jika gaji pegawai Departemen Keuangan tidak
diperbaiki. Di sinilah Menteri Keuangan harus dipuji, karena reformasi
birokrasi yang dilakukannya bersifat menyeluruh dan detail. Reformasi
renumerasi juga dilakukan dengan basis kinerja, sehingga kini terdapat 27
grade, dengan rentang terendah Rp1.330.000 (grade 27) dan tertinggi
Rp46.950.000 (grade 1). Renumerasi yang cukup kompetitif untuk tidak
menyalahgunakan kekuasaan.
Reformasi birokrasi telah dilakukan di Departemen Keuangan. Kapan departemen
lain menyusul? Untuk itu, kiranya tidak usah malu-malu untuk belajar dari apa
yang telah dilakukan Departemen keuangan, sehingga semakin cepat bisa dicapai
birokrasi yang efisien dan efektif di semua departemen.
Adhitya Ramaputra
=================================================
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara
Kantor Wilayah XXX Jayapura
KPPN Timika
=================================================
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on,
when.
[Non-text portions of this message have been removed]