...

> --- In [email protected], "rudi hartono"
> <rudhatono1983@> wrote:
> >
> > Maaf sebelumnya sy miliser baru nich...mau komentar.....
> > Tadi malam saya jug nonoton bedah editorial di metro tv...sy cukup
> bangga
> > dengan apa yang telah dilakukan oleh DEPKEU khususnya oleh ibu
> menteri kita,
> > bu Sri Mulyani....sy mendukung banget langkah kebijakan yang
> dilakukan oleh
> > beliau...sy selaku begawai DEPKEU khususnya DJPB khususnya lagi
> pegawai kppn
> > ingin membuktikan/menunjukan kepada masyarakat  dan instansi lain 
bahwa
> > mulai sekarang kita ingin berubah, transparan, profesional dalam
> pekerjaan
> > dan meninggalkan paradigma lama...tanpa dukungan kita semua, 
reformasil
> > birokrasi yang di usung oleh bu menteri tidak akan berjalan...
karena
> bukan
> > rahasia lagi, di kppn banyak sekali celah2 yang selama ini menjadi
> budaya
> > kita....hendaknya juga kita mensosialisasikan hal tersebut ke
> masyarakat,
> > satker, atau lembaga mitra kerja agar mendukungnya...percuma saja 
kita
> > berubah tapi instansi lain stagnan.....
> > mohon maaf bila ada yang kurang berkenan....
> > 
> > Pada tanggal 11/07/07, mi_84213 <m_irsyad2303@> menulis:
> > >
> > >   Genderang reformasi birokrasi telah ditabuh oleh menteri 
keuangan.
> > > Seminar, diskusi, lokakarya serta semua usaha yang tak kenal 
lelah
> > > telah digelar untuk menarik gerbong kereta reformasi birokrasi 
di
> > > lingkungan dep Keuangan.
> > >
> > > Sebagai anggota koprs dep keu apa yang mesti kita lakukan. Apa 
yang
> > > bisa kita sumbangkan untuk menyukseskannya? Sebuah rumah besar 
yang
> > > bernama Departemen Keuangan tengah berbenah, atap yang bocor 
harus
> > > diganti, dinding yang retak mesti diperbaiki, cat yang kusam 
layak
> > > diganti dengan yang baru yang lebih menarik dipandang baik oleh
> > > penghuni maupun orang lain, entah itu tetangga atau orang yang 
sekedar
> > > lewat. Pondasi yang tidak kuat perlu di `suntik' untuk menambah
> > > kekuatannya. Singkatnya semua yang sudah usang layak diperbaiki 
kalau
> > > perlu diganti. Jendela, pintu2, ventilasi, kamar2, dapur, ruang
> > > tengah, teras, halaman depan maupun belakang. Semuanya... 
semuanya.
> > > Kita tahu bahwa rumah besar itu dihuni oleh lebih dari enam 
puluh ribu
> > > orang pegawai. Semua karakter manusia ada disitu. Apa yang bisa 
kita
> > > lakukan ketika seruan untuk berubah sudah dikumandangkan?
> > >
> > > Menyambut seruan reformasi birokrasi di Depkeu, ada banyak yang 
bisa
> > > dilakukan oleh segenap jajaran depkeu, mulai dari eselon satu 
sampai
> > > eselon tujuh. Ketika seruan reformasi telah digulirkan oleh Ibu
> > > Menteri, mestinya jajaran eselon satu menyambutnya dengan 
membuat
> > > edaran kejajaran dibawahnya berisi poin-poin yang detil terinci
> > > tentang hal-hal apa yang mesti dilakukan dan tidak dilakukan. 
Para
> > > Pejabat eselon dua segera mengumpulkan semua pejabat dan staf2 
nya
> > > untuk memberi pengarahan bagaimana agar semua termotivasi untuk
> > > bergerak dan bersinergi menyukseskan reformasi birokrasi di 
lingkungan
> > > masing2. Demikian juga para pejabat eselon dibawahnya.
> > >
> > > Trus apa yang mesti dilakukan oleh para staf, para kurcaci, para 
kutu
> > > kupret? Nggak ada pilihan lain ikut berubah atau tidak. Kalau 
mau
> > > berubah silakan ambil posisi di gerbong yang sudah ada. Kalau 
nggak
> > > mau berubah monggo dipersilakan keluar. Nggak boleh ada 
penumpang
> > > gelap, penyusup, kaum oportunis pragmatis yang bisa mengganggu
> > > perjalanan.
> > >
> > > Mulailah berubah. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang 
paling
> > > kecil, mulai saat ini juga. Hilangkan segala macam suap, budaya
> > > amplop, budaya service yang tdk semestinya, serta segala macam
> > > perilaku negatif. Kalau ada stake holder, satker atau siapa saja
> > > datang minta dibantu, bantulah dengan senang hati. Kalau 
kemudian
> > > mereka memberi sesuatu imbalan, katakan dengan hormat, kami 
tidak
> > > memerlukan itu, itu sudah menjadi tugas kami, dan untuk itulah 
kami
> > > digaji dengan renumerasi yang tinggi. Kalau ada yang mengajak 
untuk
> > > kolusi, nasihatilah mereka. Kalau mereka mau menerima nasihat 
beri
> > > penghargaan dan doakan. Kalau tidak mau laporkan saja ke 
kejaksaan,
> > > polisi, atau KPK. Jangan lagi bermain dengan yang fiktif2, mark 
up,
> > > dan sebangsanya. Pastikan langkah pertama adalah langkah yang 
benar,
> > > selanjutnya akan mudah untuk langkah2 berikutnya.
> > >
> > > Mulailah berubah. Sambut seruan reformasi birokrasi dep. 
Keuangan.
> > > Sambut perubahan, songsong kemenangan.
> > >
> > > --- In
> [email protected]<perbendaharaan-list%
40yahoogroups.com>,
> > > adhitya ramaputra
> > > <adhityaramaputra@> wrote:
> > > >
> > > > Berikut kiriman berita dari teman Anda yang beralamat di:
> > > adhityaramaputra@
> > >
> > > > ----------------------------------------
> > > >
> > > > Selasa, 10 Juli 2007 00:00 WIB
> > > >
> > > > Editorial: Reformasi Birokrasi di Departemen Keuangan
> > > >
> > > > REFORMASI birokrasi kini berhasil dibuat di Departemen 
Keuangan dan
> > > mulai diterapkan 1 Juli lalu. Inilah reformasi yang dapat 
dijadikan
> > > contoh dan rujukan. Jika Departemen Keuangan bisa, mengapa 
departemen
> > > lain tidak?
> > > >
> > > > Sebab, tantangan dan hambatan untuk melakukan reformasi 
birokrasi di
> > > Departemen Keuangan tentunya lebih berat daripada di departemen 
lain.
> > > Alasannya, hampir seluruh aspek perekonomian negara berhubungan
> > > langsung dengan kebijakan yang dibuat Departemen Keuangan. 
Menyebut
> > > empat contoh saja yang strategis, departemen inilah yang 
mengurus
> > > perpajakan, kepabeanan dan cukai, pengelolaan utang, dan 
perimbangan
> > > keuangan pusat dan daerah.
> > > >
> > > > Alasan lain, Departemen Keuangan memiliki kantor vertikal 
terbesar
> > > dan tersebar di seluruh Indonesia yang memberikan pelayanan 
langsung
> > > kepada publik. Jumlah pegawainya cukup besar, sekitar 62 ribu 
orang.
> > > >
> > > > Jadi, jika reformasi birokrasi berhasil dilakukan di 
Departemen
> > > Keuangan, tidak ada alasan reformasi birokrasi tidak dapat 
dilakukan
> > > dengan sukses di departemen lain.
> > > >
> > > > Reformasi birokrasi di Departemen Keuangan itu dikerjakan 
selama 17
> > > bulan. Dalam bahasa Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dilakukan
> > > adalah perubahan fundamental dari Departemen Keuangan yang dulu 
sangat
> > > tertutup menjadi terbuka. Tujuannya, ada dua. Pertama, 
menciptakan
> > > aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab.
> > > Kedua, menciptakan birokrasi yang efisien dan efektif sehingga 
dapat
> > > memberikan pelayanan publik yang prima.
> > > >
> > > > Singkatnya, perubahan fundamental, ke dalam membereskan dapur, 
ke
> > > luar menumbuhkan kepercayaan publik. Sekarang check and balance.
> > > >
> > > > Misalnya, untuk memberikan pelayanan yang prima kepada publik 
di
> > > bidang perpajakan, kini telah dibentuk tiga Kantor Pelayanan 
Pajak
> > > Wajib Pajak Besar, 28 Kantor Pelayanan Pajak Madya, dan 171 
Kantor
> > > Pelayanan Pajak Pratama. Sedangkan di bidang perbendaharaan, 
kini
> > > sudah siap 17 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara percontohan 
untuk
> > > layanan prima. Yang juga mencolok ialah reformasi yang dilakukan 
di
> > > lingkungan Bea dan Cukai di Tanjung Priok.
> > > >
> > > > Namun contoh paling spektakuler adalah dikeluarkannya 6.475 
standard
> > > operating procedures (SOP), yang mengatur dengan rinci mekanisme
> > > pelayanan, lama pelayanan, serta berapa biaya pelayanan. 
Contohnya,
> > > pelayanan penerbitan surat perintah pencairan dana (SP2D) 
dijanjikan
> > > paling lambat satu jam setelah dokumen diterima lengkap. Dan, 
tidak
> > > ada biaya.
> > > >
> > > > Contoh lain, pelayanan segera (rush handling) untuk impor,
> > > dijanjikan selesai 120 menit setelah dokumen diterima lengkap. 
Biaya
> > > pelayanan Rp100 ribu per transaksi. Contoh lain lagi, untuk
> > > mendapatkan NPWP selesai satu hari, dan tidak dipungut biaya.
> > > >
> > > > Dengan terbitnya SOP itu, publik menjadi tahu dengan jelas dan
> > > gamblang berapa lama pelayanan diberikan, dan berapa biaya yang
> > > diperlukan. Birokrasi yang berbelit-belit dipangkas habis, dan 
juga
> > > sogok menyogok di bawah meja dibersihkan.
> > > >
> > > > Tapi semua itu hanya omong kosong jika gaji pegawai Departemen
> > > Keuangan tidak diperbaiki. Di sinilah Menteri Keuangan harus 
dipuji,
> > > karena reformasi birokrasi yang dilakukannya bersifat menyeluruh 
dan
> > > detail. Reformasi renumerasi juga dilakukan dengan basis 
kinerja,
> > > sehingga kini terdapat 27 grade, dengan rentang terendah Rp1.
330.000
> > > (grade 27) dan tertinggi Rp46.950.000 (grade 1). Renumerasi yang 
cukup
> > > kompetitif untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.
> > > >
> > > > Reformasi birokrasi telah dilakukan di Departemen Keuangan. 
Kapan
> > > departemen lain menyusul? Untuk itu, kiranya tidak usah malu-
malu
> > > untuk belajar dari apa yang telah dilakukan Departemen keuangan,
> > > sehingga semakin cepat bisa dicapai birokrasi yang efisien dan 
efektif
> > > di semua departemen.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Adhitya Ramaputra
> > > >
> > > > =================================================
> > > > Kementerian Keuangan Republik Indonesia
> > > > Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara
> > > > Kantor Wilayah XXX Jayapura
> > > > KPPN Timika
> > > > =================================================
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to 
see
> > > what's on, when.
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> > >  
> > >
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke