Sangat setuju, tapi untuk menghilangkan budaya yang sudah berakar juga
gak gampang. Biar gak KKN namanya orang yang sudah merasa berhutang
budi seperti pemborong, biasanya akan ngasih. Dan sebagaimana manusia
biasa tentu sangat mungkin tergoda untuk menerima, he he he aku juga
gak munafik. Belum lagi kalo yang ngasih tetangga kita yang kebetulan
udah kita kenal sebelumnya. Belum lagi kalo pas rapat ngajak makan.
dan lain-lain serupa hal tersebut.

Itulah yang kita hadapi. Bukan masalah mau uang atau tidak, tetapi
juga terkait perasaan gak enak atau sopan santun atau kekeluargaan dan
 kebutuhan.... he he he. Kalo di peringkat elemen-elemen tersebut mana
yang porsinya lebih besar?????

Hambatan budaya itu yang kita hadapi. Untuk menolak hal-hal tersebut
jelas,  IMAN kita, adalah tameng. Tetapi orang yang imannya gak kuat,
mudah tergoda..... piye?????

Nah, itulah sistem/prosedur/pola/mekanisme (terserah apa namanya) yang
terkait dengan pekerjaan kita (dan segala kemungkinan adanya pintu KKN
atau pemberian hadiah, uang, bingkisan, makan siang dengan pemborong)
akan membantu menghilangkan budaya yang dianggap KKN padahal di lain
kantong kita udah terima berjuta-juta penghasilan (TKPKN).

So, sistem yang baik akan membantu kita mewujudkannya. Jika sistemnya
buruk/lemah/tidak sehat maka budaya yang dihasilkan akan merugikan
pelaksanaan strategi remunerasi atau perombakan birokrasi yang bersih.

Itu tantangan kita. Dan gak seperti membalik tangan kita terus kuasa
menolak : "Maaf, gaji saya sudah cukup! atau jawaban serupa lainnya.

Setelah sistem yang baik tercipta, perlu sosialisasi budaya hingga
setiap kita merasa tidak memerlukan untuk menerima.

So, grand desainnya pun perlu diciptakan seperti saat Nabi Saw
melarang orang minum khamer, hingga tiga tahap kan. Nah seperti itulah
. Jadi budaya bersih yang kita hasilkan adalah budaya yang sangat
kokoh. Bukan budaya karena pimpinan kita udah gak mau terima.

jadi perlu sosialisasi tanpa harus menggunakan bahasa agama, yang
biasanya orang cenderung menolak.

Kira-kira tahapannya menurut SAYA gini :
JANGKA PENDEK
- Tahap I : terima aja, uang kita semua. 
- Tahap II, kita terima tapi uangnya gak kita pakai semuanya, sebagian
kecil aja. Lainnya kita kasih ke orang lain.
- Tahap III, kita terima uang kita kasih ke orang lain semua.
- Tahap IV, kita terima tapi gak usah banyak-banyak, lainnya kita balikin

Gitu kira-kira tahapannya, hingga budaya kita bersih dari uang-uang
pemberian apalagi usaha KKN. 

Jika udah berhasil menghasilkan budaya bersih yang kokoh, akan kita
buktikan bersama, apakah dengan budaya yang bersih tersebut kita
bahagia, atau malah gak bahagia..... Jika tidak bahagia maka perlu
dibenahi lagi. Dan seterusnya ada upaya perbaikan. 

Gini aja deh, ntar bosen mbacanya.


Kirim email ke