Buat nambah2 referensi tentang birokrasi bisa dibuka 

http://www.rezaervani.com/perpustakaan/index.php?id=1&judul_buku=rezaerva_buku0003&tabel_buku=memangkas_birokrasi

--- In [email protected], "rudi hartono"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Maaf sebelumnya sy miliser baru nich...mau komentar.....
> Tadi malam saya jug nonoton bedah editorial di metro tv...sy cukup
bangga
> dengan apa yang telah dilakukan oleh DEPKEU khususnya oleh ibu
menteri kita,
> bu Sri Mulyani....sy mendukung banget langkah kebijakan yang
dilakukan oleh
> beliau...sy selaku begawai DEPKEU khususnya DJPB khususnya lagi
pegawai kppn
> ingin membuktikan/menunjukan kepada masyarakat  dan instansi lain bahwa
> mulai sekarang kita ingin berubah, transparan, profesional dalam
pekerjaan
> dan meninggalkan paradigma lama...tanpa dukungan kita semua, reformasil
> birokrasi yang di usung oleh bu menteri tidak akan berjalan...karena
bukan
> rahasia lagi, di kppn banyak sekali celah2 yang selama ini menjadi
budaya
> kita....hendaknya juga kita mensosialisasikan hal tersebut ke
masyarakat,
> satker, atau lembaga mitra kerja agar mendukungnya...percuma saja kita
> berubah tapi instansi lain stagnan.....
> mohon maaf bila ada yang kurang berkenan....
> 
> Pada tanggal 11/07/07, mi_84213 <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> >
> >   Genderang reformasi birokrasi telah ditabuh oleh menteri keuangan.
> > Seminar, diskusi, lokakarya serta semua usaha yang tak kenal lelah
> > telah digelar untuk menarik gerbong kereta reformasi birokrasi di
> > lingkungan dep Keuangan.
> >
> > Sebagai anggota koprs dep keu apa yang mesti kita lakukan. Apa yang
> > bisa kita sumbangkan untuk menyukseskannya? Sebuah rumah besar yang
> > bernama Departemen Keuangan tengah berbenah, atap yang bocor harus
> > diganti, dinding yang retak mesti diperbaiki, cat yang kusam layak
> > diganti dengan yang baru yang lebih menarik dipandang baik oleh
> > penghuni maupun orang lain, entah itu tetangga atau orang yang sekedar
> > lewat. Pondasi yang tidak kuat perlu di `suntik' untuk menambah
> > kekuatannya. Singkatnya semua yang sudah usang layak diperbaiki kalau
> > perlu diganti. Jendela, pintu2, ventilasi, kamar2, dapur, ruang
> > tengah, teras, halaman depan maupun belakang. Semuanya... semuanya.
> > Kita tahu bahwa rumah besar itu dihuni oleh lebih dari enam puluh ribu
> > orang pegawai. Semua karakter manusia ada disitu. Apa yang bisa kita
> > lakukan ketika seruan untuk berubah sudah dikumandangkan?
> >
> > Menyambut seruan reformasi birokrasi di Depkeu, ada banyak yang bisa
> > dilakukan oleh segenap jajaran depkeu, mulai dari eselon satu sampai
> > eselon tujuh. Ketika seruan reformasi telah digulirkan oleh Ibu
> > Menteri, mestinya jajaran eselon satu menyambutnya dengan membuat
> > edaran kejajaran dibawahnya berisi poin-poin yang detil terinci
> > tentang hal-hal apa yang mesti dilakukan dan tidak dilakukan. Para
> > Pejabat eselon dua segera mengumpulkan semua pejabat dan staf2 nya
> > untuk memberi pengarahan bagaimana agar semua termotivasi untuk
> > bergerak dan bersinergi menyukseskan reformasi birokrasi di lingkungan
> > masing2. Demikian juga para pejabat eselon dibawahnya.
> >
> > Trus apa yang mesti dilakukan oleh para staf, para kurcaci, para kutu
> > kupret? Nggak ada pilihan lain ikut berubah atau tidak. Kalau mau
> > berubah silakan ambil posisi di gerbong yang sudah ada. Kalau nggak
> > mau berubah monggo dipersilakan keluar. Nggak boleh ada penumpang
> > gelap, penyusup, kaum oportunis pragmatis yang bisa mengganggu
> > perjalanan.
> >
> > Mulailah berubah. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang paling
> > kecil, mulai saat ini juga. Hilangkan segala macam suap, budaya
> > amplop, budaya service yang tdk semestinya, serta segala macam
> > perilaku negatif. Kalau ada stake holder, satker atau siapa saja
> > datang minta dibantu, bantulah dengan senang hati. Kalau kemudian
> > mereka memberi sesuatu imbalan, katakan dengan hormat, kami tidak
> > memerlukan itu, itu sudah menjadi tugas kami, dan untuk itulah kami
> > digaji dengan renumerasi yang tinggi. Kalau ada yang mengajak untuk
> > kolusi, nasihatilah mereka. Kalau mereka mau menerima nasihat beri
> > penghargaan dan doakan. Kalau tidak mau laporkan saja ke kejaksaan,
> > polisi, atau KPK. Jangan lagi bermain dengan yang fiktif2, mark up,
> > dan sebangsanya. Pastikan langkah pertama adalah langkah yang benar,
> > selanjutnya akan mudah untuk langkah2 berikutnya.
> >
> > Mulailah berubah. Sambut seruan reformasi birokrasi dep. Keuangan.
> > Sambut perubahan, songsong kemenangan.
> >
> > --- In
[email protected]<perbendaharaan-list%40yahoogroups.com>,
> > adhitya ramaputra
> > <adhityaramaputra@> wrote:
> > >
> > > Berikut kiriman berita dari teman Anda yang beralamat di:
> > adhityaramaputra@
> >
> > > ----------------------------------------
> > >
> > > Selasa, 10 Juli 2007 00:00 WIB
> > >
> > > Editorial: Reformasi Birokrasi di Departemen Keuangan
> > >
> > > REFORMASI birokrasi kini berhasil dibuat di Departemen Keuangan dan
> > mulai diterapkan 1 Juli lalu. Inilah reformasi yang dapat dijadikan
> > contoh dan rujukan. Jika Departemen Keuangan bisa, mengapa departemen
> > lain tidak?
> > >
> > > Sebab, tantangan dan hambatan untuk melakukan reformasi birokrasi di
> > Departemen Keuangan tentunya lebih berat daripada di departemen lain.
> > Alasannya, hampir seluruh aspek perekonomian negara berhubungan
> > langsung dengan kebijakan yang dibuat Departemen Keuangan. Menyebut
> > empat contoh saja yang strategis, departemen inilah yang mengurus
> > perpajakan, kepabeanan dan cukai, pengelolaan utang, dan perimbangan
> > keuangan pusat dan daerah.
> > >
> > > Alasan lain, Departemen Keuangan memiliki kantor vertikal terbesar
> > dan tersebar di seluruh Indonesia yang memberikan pelayanan langsung
> > kepada publik. Jumlah pegawainya cukup besar, sekitar 62 ribu orang.
> > >
> > > Jadi, jika reformasi birokrasi berhasil dilakukan di Departemen
> > Keuangan, tidak ada alasan reformasi birokrasi tidak dapat dilakukan
> > dengan sukses di departemen lain.
> > >
> > > Reformasi birokrasi di Departemen Keuangan itu dikerjakan selama 17
> > bulan. Dalam bahasa Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dilakukan
> > adalah perubahan fundamental dari Departemen Keuangan yang dulu sangat
> > tertutup menjadi terbuka. Tujuannya, ada dua. Pertama, menciptakan
> > aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab.
> > Kedua, menciptakan birokrasi yang efisien dan efektif sehingga dapat
> > memberikan pelayanan publik yang prima.
> > >
> > > Singkatnya, perubahan fundamental, ke dalam membereskan dapur, ke
> > luar menumbuhkan kepercayaan publik. Sekarang check and balance.
> > >
> > > Misalnya, untuk memberikan pelayanan yang prima kepada publik di
> > bidang perpajakan, kini telah dibentuk tiga Kantor Pelayanan Pajak
> > Wajib Pajak Besar, 28 Kantor Pelayanan Pajak Madya, dan 171 Kantor
> > Pelayanan Pajak Pratama. Sedangkan di bidang perbendaharaan, kini
> > sudah siap 17 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara percontohan untuk
> > layanan prima. Yang juga mencolok ialah reformasi yang dilakukan di
> > lingkungan Bea dan Cukai di Tanjung Priok.
> > >
> > > Namun contoh paling spektakuler adalah dikeluarkannya 6.475 standard
> > operating procedures (SOP), yang mengatur dengan rinci mekanisme
> > pelayanan, lama pelayanan, serta berapa biaya pelayanan. Contohnya,
> > pelayanan penerbitan surat perintah pencairan dana (SP2D) dijanjikan
> > paling lambat satu jam setelah dokumen diterima lengkap. Dan, tidak
> > ada biaya.
> > >
> > > Contoh lain, pelayanan segera (rush handling) untuk impor,
> > dijanjikan selesai 120 menit setelah dokumen diterima lengkap. Biaya
> > pelayanan Rp100 ribu per transaksi. Contoh lain lagi, untuk
> > mendapatkan NPWP selesai satu hari, dan tidak dipungut biaya.
> > >
> > > Dengan terbitnya SOP itu, publik menjadi tahu dengan jelas dan
> > gamblang berapa lama pelayanan diberikan, dan berapa biaya yang
> > diperlukan. Birokrasi yang berbelit-belit dipangkas habis, dan juga
> > sogok menyogok di bawah meja dibersihkan.
> > >
> > > Tapi semua itu hanya omong kosong jika gaji pegawai Departemen
> > Keuangan tidak diperbaiki. Di sinilah Menteri Keuangan harus dipuji,
> > karena reformasi birokrasi yang dilakukannya bersifat menyeluruh dan
> > detail. Reformasi renumerasi juga dilakukan dengan basis kinerja,
> > sehingga kini terdapat 27 grade, dengan rentang terendah Rp1.330.000
> > (grade 27) dan tertinggi Rp46.950.000 (grade 1). Renumerasi yang cukup
> > kompetitif untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.
> > >
> > > Reformasi birokrasi telah dilakukan di Departemen Keuangan. Kapan
> > departemen lain menyusul? Untuk itu, kiranya tidak usah malu-malu
> > untuk belajar dari apa yang telah dilakukan Departemen keuangan,
> > sehingga semakin cepat bisa dicapai birokrasi yang efisien dan efektif
> > di semua departemen.
> > >
> > >
> > >
> > > Adhitya Ramaputra
> > >
> > > =================================================
> > > Kementerian Keuangan Republik Indonesia
> > > Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara
> > > Kantor Wilayah XXX Jayapura
> > > KPPN Timika
> > > =================================================
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
> > what's on, when.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke