loesi..... (plok..plok...plok...+suara tepuk tangan to loesi..)
  hebat, bisa disebut loesi ni PERI, tapi PERIbahasa hiii.hii
  kiding loesi... kagum aja bgtu byk koleksi peribahasanya, pndata kamu juga 
keren tuh...
  y susah liat orang senang, seneng liat orang susah...
  rasa iri emang penyakit hati.. tapi bisa diobati kok..
  thank... PERI..........bahasa...
  hiii...hi....

veronica_loesiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas amir, sebelumnya maaf kata ya klo ada yg agak lancang,....
Bukan mau ngajari bersabar n bersyukur...
Kemarin loesi sempet ketemu temen yg ladi kul d4, trus ada "n'gosip" 
katanya TC D4 akan dihapus, trus dia jawab "Bodo amat, yg penting gue 
bisa dijakarta n kuliah, trus lulus lgs gol IIIA"
Nah loeeee, saya yakin g smua anak d4 berpikir seperti dia, ada yg 
ngeluh n ngedumel (loesi g akan nyuruh bersabar mas), tapi itu kan 
dah resiko!!!!!! Kul dengan kerja beda resikonya mas, kita g lulus 
paling banter di DO, trus balikin lagi kekantor asal tanpa ada 
penurunan pangkat ato apalah, lha klo kita kerja?? Salah2 bisa2 masuk 
bui (mang enak??? n mudah2an g kejadian lgi di DJPBN...amiiin)
Coba kita lihat temen2 didaerah, gimana mereka yg g lulus DIII khusus 
ato DIV, mereka tetep semangat kul sabtu minggu(dengan BIAYA SENDIRI) 
walaupun statusnya masih belum jelas, mau tau pengeluaran 
mereka????? (loesi g ngajari bersyukur, cuma mbandingin aja)
Kul sabtu minggu, PP 80 ribu(tiap minggu, perjalanan 6-8 jam, 
tergantung ada longsor ato g), satu semester 1-3juta, belum lagi 
biaya buku, ujian dll.......+penyesuaian or UPTKP.
Kebetulan yg loesi bandingin temen sekantor......he....he....
Masih banyak aspek yg harus dibandingkan lagi yg akan bisa diukur 
dengan materi mas.......coba renungkan hal itu mas...
btw, on the way busway, loesi tetep setuju aja klo anak2 d4 diberikan 
TKPKN, klo bisa 100%....(soalnya klo dapet khan temen2 loesi jadi 
seneng, lagian loesi g rugi sama sekali kok)
Inget!!!!!Hapus Paradigma
susah lihat orang seneng, seneng lihat orang susah
Ingah inggih jebul ra kepanggih
iya iyo mung waton suloyo
Sluman slumun latihane mis mesti ra cetho
Ingah ingih wani omong yen wonge ra ono
Plilak plilik isine curigo
Glenak glenik yen tanggane mulyo
Gubyak gubyuk gaweyane ngrasani wong liyo
Imbas imbis dijak maju malah klewo klewo
Pengene mulyo neng ogah rekoso

Mangan kethupat ngagem santen
Menawi wonten lepat nyuwung agengipun samudera pangapunten

--- In [email protected], 
"amirsyahya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bila pegawai DJPBN diberikan renumerasi dengan job grade yang bawah 
> (lainnya tengah dan tinggi), maka pegawai tersebut masih 
mendapatkan 
> kenaikan/tambahan take home pay yang setidaknya meningkatkan 
> kesejahteraan. 
> 
> Misal, gol.IId, TKPKN sebelum renumerasi KL Rp1,5jt. Setelah 
> Renumerasi ada 3 kemungkinan grade (kalo gak salah: 7=2,3jt ; 
8=2,6jt 
> dan 9=2,8jt). Bila diberikan grade bawah (7=2,3jt) maka ada 
kenaikan 
> TKPKN Rp800ribu rupiah. Hal ini terlepas (belum memperhitungkan 
> performance atau standar penilaian job grade) dari apa yang banyak 
> ditakutkan oleh banyak pegawai, yaitu subjektifitas.
> 
> Yang paling dikorbankan dengan adanya renumerasi baru ini (bila 
sudah 
> diterapkan) adalah pegawai tugas belajar khususnya D4 STAN, 
mengapa? 
> Karena D4 STAN tidak mendapatkan tunjangan belajar, penelitian, 
uang 
> buku, dsb. sebagaimana yang diperoleh beasiswa S1/S2 internal DJPBN.
> 
> Berikut penjelasannya dari seorang teman saya (pegawai tugas 
belajar 
> DJPBN golongan IId) telah mengadakan kalkulasi seandainya 
renumerasi 
> jadi diterapkan:
> 
> Gaji sebelum tugas belajar:
> -Gaji: Gaji bersih+Tunjangan Umum+Uang Makan (kurang lebih)=
> 1,4jt + 0,18jt + 0,22jt = Rp1,8jt
> Gaji setelah tugas belajar (Tanpa tunjangan umum dan uang makan)
> =1,4jt 
> 
> TKPKN Before Renumerasi:Rp1,510jt
> TKPKN After Renumerasi 
> (Asumsi grade bawah gol.IId X 50%)=50%XRp2,3jt = Rp1,15Jt
> ----------------------------------------------------------
> Berkurang =Rp395ribu
> 
> Total Revenue:
> -Sebelum tugas belajar: 1,8jt + 1,51jt = Rp3,31jt
> -Setelah tugas belajar: 1,4jt + 1,15jt = Rp2,15jt
> -------------------------------------------------------
> Berkurang =Rp1,15jt
> 
> Biaya utama pengeluaran Bila Tidak Kuliah (including istri & anak)=
> -Kontrak Rumah
> -Belanja sehari2
> -Susu anak
> -Listrik, PAM, pulsa HP
> -Biaya lain2 (misal: tak terduga, dokter, Imunisasi, dsb)
> 
> Biaya utama setelah kuliah:
> -Kontrak Rumah
> -Belanja sehari2
> -Susu anak
> -Listrik, PAM, pulsa HP
> -Biaya lain2 (misal: tak terduga, dokter, Imunisasi, dsb)
> -Biaya2 Kuliah (buku2, foto copy, paper, internet, komputer dsb.)
> (Bayangkan saja: Untuk membajak sebuah buku terbitan luar negeri 
/ 
> fotocopy:) bisa menghabiskan Rp100.000,- Kalo beli harga sebuah 
> buku antara Rp200rb – Rp1,5jt. Thanx alot to penemu mesin 
> fotocopy:) dan setiap materi kuliah (per semester minimal 6 mata 
> kuliah) menggunakan referensi 2 hingga 4 buku.) 
> 
> Kesimpulan:
> Selama tugas belajar, banyak pengeluaran ekstra dan butuh dana 
lebih 
> banyak dibandingkan sewaktu bekerja/tidak kuliah. 
> Jadi, tidak ada dasarnya bila ada orang lain/pejabat yang berkata 
> (kurang lebih): "Enak ya disekolahin, sudah gratis, gaji TC dapat 
> full lagi!!! 
> 
> Pertanyaan:
> -Apa ada yang perduli dengan nasib pegawai tugas belajar???
> -Apa yang harus dilakukan?
> 
> Usulan:
> -Kalo memang diperlakukan renumerasi sesuai grade, maka untuk tugas 
> belajar diusulkan agar diberi grade yang tertinggi, sehingga saat 
> dipotong 50% tidak akan banyak berkurang dan tidak terlalu 
mengurangi 
> kesejahteraan pegawai tugas belajar. Misal: bila tugas belajar 
> gol.IId dapat grade tinggi (9), TKPKN Rp2,8jt maka yang diterima 50%
> nya yaitu= Rp1,4jt jadi gak terlalu membuat shock pegawai tugas 
> belajar. Bandingkan bila diberi grade bawah atau tengah!!!!
> 
> -Setelah tugas belajar, para pegawai diberikan grade yang bawah 
lagi 
> untuk kemudian diberikan penilaian kembali secara periodik 
sehubungan 
> dengan prestasi kerjanya.
> 
> -Kalau perlu, pegawai tugas belajar membuat surat pernyataan 
> bermaterai yang isinya bersedia menerima grade bawah saat sudah 
tidak 
> dalam tugas belajar (lulus or DO).
> 
> Masalahnya, APA ADA YANG PERDULI????
> 
> mengingat kembali beberapa postingan yang lalu tentang ceramah2 
> pejabat2 DJPBN bahwa (kurang lebih) "TIDAK ADA PEGAWAI YANG AKAN 
> DIRUGIKAN" maka kondisi yang saya ceritakan di atas adalah FAKTA 
> bahwa MEMANG ADA PEGAWAI YANG DIRUGIKAN.
> 
> Pertanyaan akhirnya adalah:
> OMONGAN or CERAMAH SIAPA LAGI YANG BISA PARA BAWAHAN PERCAYAI???
> 
> Apa perlu: SELAMATKAN DIRI ANDA MASING2!!!
> Tambah bingung???
> 
> NB:
> -Secara teori: Tes masuk D4 harus bersaing dengan seluruh lulusan 
D3 
> dari Departemen Keuangan seluruh Indonesia.
> 
> -Secara teori: Tes masuk S1 internal DJPBN harus bersaing dengan 
> seluruh lulusan D3 lingkup DJPBN seluruh Indonesia.
> 
> -Please jangan ada comment bersabar dan bersyukur:) Think 
> Comprehensively!!!
> 
> Mengapa ada diskriminasi???
> But the way: Siapa lagi or apa ada yang perduli???
>



         

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke