--- In [email protected], "amirsyahya"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya kira salah satu point penting yang saya maksud dalam korban 
> renumerasi ini tidak ditanggapi dengan bijaksana.
> 
> Point itu adalah:
> Take home pay (yang berimbas pada kesejahteraan dan semangat pegawai 
> tugas belajar) menjadi turun saat diberlakukannya renumerasi.
> 
> Salah satu Point saya adalah bukan minta disamakan take home pay dengan 
> yang kerja biasa. Minimal "JANGAN DIKURANGI!!!"
> 
> Makanya dalam postingan sebelumnya saya usulkan pemberian grade bagi 
> tugas belajar pada level yang tinggi, agar saat dipotong 50% tidak 
> otomatis menurunkan take home pay yg otomatis mengurangi kesejahteraan.
> Untuk meminimalisir "kecemburuan" maka tugas belajar bisa diberi 
> klausul kalo mulai kerja lagi nanti harus mulai dari grade bawah.
> 
> Untuk S2 coba tanya pada yang bea siswa S2, apakah take home pay mereka 
> sebelum S2 dan sebelum renumerasi jadi lebih rendah, lebih tinggi, or 
> kurang lebih sama (naik/turunnya gak signifikan pada kehidupan pegawai 
> dan keluarganya). Mengingat walaupun TCnya 50%, tetapi ada tambahan 
> Tunjangan sehubungan tugas belajar yang tidak didapatkan tugas belajar 
> STAN.
> 
> Mengenai kuliah di luar negeri, itulah enaknya kuliah diluar negeri. 
> Selain mendapatkan tunjangan sehubungan tugas belajar, kalo kita mau, 
> sangat gampang mendapatkan pekerjaan dengan cuci piring, jual koran, 
> cleaning service yang akan memberikan take home pay yang lebih memadai. 
> Gak seperti di Indonesia yang relatif sulit mencari job side yang 
> memberikan waktu dan earning yang memadai.
> 
> Mengenai kuliah non tugas belajar dan remote area, itu lain lagi 
> pembahasannya, karena saya membahas pegawai tugas belajar yang 
> insyaallah selain beruntung bisa ikut tes dan masuk, tentunya secara 
> relatif dibarengi dengan usaha keras belajar agar lulus ujian untuk 
> tugas belajar. Meminjam istilah dari PP 99/2002 (kalo gak 
> salah): "Pegawai tugas belajar adalah pegawai pilihan, sehingga harus 
> diperhatikan kepangkatannya (dan mungkin juga kesejahteraannya, minimal 
> tidak diturunkan:D)
> 
> NB. Kalo boleh mengingatkan, seperti yang pernah disinggung ama Mr. AA 
> Haq, please jangan memakai bahasa "planet" yang belum tentu dipahami 
> semua anggota miliser ini. Milis ini bukan hanya milik komunitas Jawa, 
> Sunda, Bugis, Papua, dsb. Tetapi yang berbahasa indonesia. Saya rasa 
> banyak lulusan prodip yang "attitudenya" belum berubah sejak di kampus 
> hingga sekarang bekerja:)
> 
> So, kesimpulan postingan korban renumerasi adalah "MEREKA YANG TAKE 
> HOME PAY nya menjadi TURUN" yang otomatis akan menurunkan cash flow 
> dapur pegawai tugas belajar.
>


ah kalian yang belajar kan enak yang d3 khusus dari 2a ke 2c jadi jg
pada ngeluh,semuanya pasti ada pengorbanan,ato kata lain  JER BASUKI
MOWO BEO'

Kirim email ke