Assalamualaikum Wr. Wb Yth. Para Milist
Kalau menurut saya postingan amir ada benarnya karena memang mempertanyakan dan ingin menyampaikan fakta adanya pegawai DJPB yang dirugikan dengan remunerasi,jadi resiko masuk bui dan segala macam tidak dapat menjadi dasar untuk diskusi. Yang penting menurut saya adalah solusi untuk mengatasi berkurangnya penghasilan (agar pegawai tidak dirugikan). Kalau dulu ada yang namanya tunjangan peralihan yang diberikan bagi pegawai yang mengalami penurunan penghasilan (THP) dengan adanya penetapan gaji pokok baru.Besaran dari Tunjangan Peralihan adalah sebesar selisih antara penghasilan lama dengan penghasilan baru. Contoh : TKPKN Before Renumerasi:Rp1,510jt TKPKN After Renumerasi Asumsi grade bawah gol.IId X 50%)=50%XRp2,3jt = Rp1,15Jt Jadi besarnya Tunjangan Peralihan adalah Rp.1,510 jt dikurangi Rp.1,15 jt = Rp.360 ribu Tunjangan Peralihan dapat dirubah menjadi tunjangan tambahan Demikian semoga dapat menjadi pertimbangan para bos kita Wassalamualaikum Wr. Wb. TTD Ano --- In [email protected], "veronica_loesiana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas amir, sebelumnya maaf kata ya klo ada yg agak lancang,.... > Bukan mau ngajari bersabar n bersyukur... > Kemarin loesi sempet ketemu temen yg ladi kul d4, trus ada "n'gosip" > katanya TC D4 akan dihapus, trus dia jawab "Bodo amat, yg penting gue > bisa dijakarta n kuliah, trus lulus lgs gol IIIA" > Nah loeeee, saya yakin g smua anak d4 berpikir seperti dia, ada yg > ngeluh n ngedumel (loesi g akan nyuruh bersabar mas), tapi itu kan > dah resiko!!!!!! Kul dengan kerja beda resikonya mas, kita g lulus > paling banter di DO, trus balikin lagi kekantor asal tanpa ada > penurunan pangkat ato apalah, lha klo kita kerja?? Salah2 bisa2 masuk > bui (mang enak??? n mudah2an g kejadian lgi di DJPBN...amiiin) > Coba kita lihat temen2 didaerah, gimana mereka yg g lulus DIII khusus > ato DIV, mereka tetep semangat kul sabtu minggu(dengan BIAYA SENDIRI) > walaupun statusnya masih belum jelas, mau tau pengeluaran
