nah... ini baru penjelasan yang te o pe deh.. makasih mas subasusal, btw klo bisa hal-hal seperti ini dikopikan juga kepresnya. soalnya di tata urutan perundangan kan perdirjen dibawah keppres. jadi keputusan rapat kabinet langsung dibuatin keppres dan keppres tersebut kita sampaikan ke satker biar ga dikomplain. tapi emang ngaruh klo di omongin di sini yaa.. halahh.. hehehe..
any where makasih mas penjelasannya. saya sampaikan ke satker2 dan teman2. salam GAWAT gaut --- In [email protected], "subasusal3" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Gaut, > Perintah untuk mengurangi perjalanan dinas tidak mengikat 2007 itu > berasal dari Bpk residen dlm sidang kabinet tgl 29 Juli 2007, yg di > tujukan kpd Menteri Keuangan, a.l. dgan mengurangi 70 % dr sisa > anggaran perjln tdk mengikat yg ada, dg kata lain yg dpt di cairkan > nanti hanya 30 % dr sisa yg ada. Sisa yg dibekukan akan di realokasi > ke pos2 pengeluaran lain.Yg mendesak untuk ditangani dan sgt penting. > Kenapa belanja perjalanan? krn ini yg paling mudah, biasanya kl ada > sisa, berarti kegiatan belum di laksanakan. Tetapi belanja lain > memerlukan data yg lebih kompleks, krn mungkin sudah di kontrakkan kpd > pihak ke 3. > Seluruh Dokumen Anggarannya nanti direvisi, setelah di revisi barulah > bisa di cairkan lagi. > Jd SE tadi baru proses awal, belum di cabut. Baru dimulai. > Menurut koran hari ini, Kata Ketua Bappenas,yg bakal di kurangi lg > selain bel. diatas juga untuk belanja barang. Kelihatannya pemerintah > lg kesulitan dana, maka perlu melakukan realokasi anggaran yg ada. > realokasi antara lain di gunakan untk hal-hal mendesak yg hrs di > tangani al. kasus Lapindo, bencana alam dsb. > Djpbn, mrpkn unsur pelaksana APBN, jd tugasnya sesuai dg kewenangannya > ya menahan pencairan dana. > Yg melakukan realokasi anggarannya DJA. Atas dasar revisi anggaran, > DJPBn melakukan revisi DIPA. Nah masih cukup makan waktu kan prosesnya. > Betul yg namanya SE itu sifatnya internal,sedangkan Peraturan berlaku > dan menyangkut untuk seluruhnya/masyarakat luas. Tapi bukan menyangkut > level tinggi atau rendahnya. (Kalau sama2 produk Dirjen). Mungkin > pertimbangannya biar cepet aja. Kl mau me PTUNkan ya presiden yg di > PTUN, bukan menteri keu aplg DirjenPB. Krn Presiden punya kewenangan > untuk itu, tp krn ini juga nyangkut APBN, mk setiap ada perubahan > mesti di bicarakan jg dg DPR. > Dalam kondisi yg darurat, mendesak (atau apalah istilahnya) ketika > sumber dana tidak mencukupi ( mungkin target tdk tercapai ) atau ada > kondisi eksternal yg berimbas ke dalam negeri, seperti nilai tukar yg > tdk terkendali, pasar modal kacau, hyper inflasi dll, sangat > berpengaruh ke APBN. Presiden akan memerintahkan kepada Ment keuangan > dan Bappenas untuk melakukan upaya melalui APBN dg menekan pengeluaran. > Waktu krismon tahun 1997, semua perjalanan dinas (terutama) dan > belanja2 lain Kem/Lembaga jg di bekukan. > Mudah2 an info ini ada manfaatnya. > Tksh. Waslm. > > >
