Bagi pengambil keputusan (pemerintah nasional/provinsi/kota) bisa berpikir dalam alternatif: melayani publik dengan membangun prasarana yang ekstensif untuk melayani pertumbuhan yang ekstensif (*urban* *sprawl*). Atau, mendorong, mensubsidi pembangunan rumah (susun) di tengah kota?
I incline to the latter. urban sprawl is a bad idea.... subsidi BBM mendorong urban-sprawl.. kalau dari dulu Bensin mahal, tidak kepikiran tuh tinggal jauh-2 dari pusat kegiatan/kota. Kota-2 Belanda bisa kompak, rel bisa maju, juga karena pajak BBM di Belanda paling tinggi. bandingkan dengan Spanyol, Italia (di Eropa). jelas jauh lebih mahal BBM di Eropa daripada USA (yg sprawling abis). cheers, -K- On Sat, Jul 19, 2008 at 8:46 AM, risfano <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > IKLAN REAL-ESTATE: > > *Pilih Tinggal di Pusat Kota atau Pinggiran?* > > > > Beberapa waktu yang lalu, ada iklan *real-estate* yang dibagikan di > perempatan jalan, yang bunyinya menarik: > > > > "*Seperti inikah kondisi Anda setiap hari?* > > *Lelah dan habis waktu – Berangkat dari rumah jam 05.30, pulang kantor jam > 21.00 baru sampai di rumah. Waktu prima dengan keluarga terbuang.* > > *Maceeeet………stresssss. Banyak tenaga yang terkuras di perjalanan. Di > kantor ngantuk, di rumah loyo. **Kapan bisa olah raga? Kapan bisa > sosialisasi dengan teman-teman?"* > > *Ditambah,"Pengeluaran transportasi: tol, bensin, parkir di kantor, …Rp > ....x 25 hari?*" *Apalagi bensin naik, tarif tol naik .......* > > Maka, solusinya adalah ...........................*Kembali ke (tengah) > kota*... > > > > Dapat ditebak ini adalah iklan apartemen di tengah kota. Ini adalah dilema > individual. Masalahnya jelas adalah apartemen harganya mahal. Kalau dulu > masih ada tantangan karena secara kultur, orang masih cenderung memilih > rumah dengan tanah (landed). Tapi bagaimana dengan kondisi saat ini, untuk > kota seperti Jakarta, Surabaya yang sudah *out-of-control* ini? Mungkin > sudah banyak yang ingin tinggal di apartemen, tapi harganya apakah > terjangkau? > > Bagi pengambil keputusan (pemerintah nasional/provinsi/kota) bisa berpikir > dalam alternatif: melayani publik dengan membangun prasarana yang ekstensif > untuk melayani pertumbuhan yang ekstensif (*urban* *sprawl*). Atau, > mendorong, mensubsidi pembangunan rumah (susun) di tengah kota? > > Salam, > *Risfan Munir* > http://urbanis.wordpress.com > > > > --- In [email protected], "risfano" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Menyiasati lokasi yang 'jauh' > > > > > > > > "Location, location, location." > > > > -- Harya Setyaka Duren Tiga Selatan 89 Jakarta Selatan 12760 Cell : +62 815 607 0927 T/F : +62 21 7997039 INDONESIA
