Pak Risfan ysh,

Saya pernah mengulas mengenai hal ini
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/366> . Intinya dalam
'the new paradigm of urban planning' seharusnya faktor jarak sudah dapat
ditiadakan, karena kemajuan teknologi transportasi dan informasi. Bila
di Indonesia faktor lokasi, lokasi, dan lokasi masih dianggap penting,
maka sebenarnya kita belum berada pada perubahan kemajuan teknologi itu.
Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "risfano" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> IKLAN REAL-ESTATE:
>
> Pilih Tinggal di Pusat Kota atau Pinggiran?
>
>
>
> Beberapa waktu yang lalu, ada iklan real-estate yang dibagikan di
> perempatan jalan, yang bunyinya menarik:
>
>
>
> "Seperti inikah kondisi Anda setiap hari?
>
> Lelah dan habis waktu – Berangkat dari rumah jam 05.30, pulang
> kantor jam 21.00 baru sampai di rumah. Waktu prima dengan keluarga
> terbuang.
>
> Maceeeet………stresssss. Banyak tenaga yang terkuras di perjalanan.
> Di kantor ngantuk, di rumah loyo. Kapan bisa olah raga? Kapan bisa
> sosialisasi dengan teman-teman?"
>
> Ditambah,"Pengeluaran transportasi: tol, bensin, parkir di kantor,
> …Rp ....x 25 hari?" Apalagi bensin naik, tarif tol naik .......
>
> Maka, solusinya adalah ...........................Kembali ke (tengah)
> kota...
>
>
>
> Dapat ditebak ini adalah iklan apartemen di tengah kota. Ini adalah
> dilema individual. Masalahnya jelas adalah apartemen harganya mahal.
> Kalau dulu masih ada tantangan karena secara kultur, orang masih
> cenderung memilih rumah dengan tanah (landed). Tapi bagaimana dengan
> kondisi saat ini, untuk kota seperti Jakarta, Surabaya yang sudah
> out-of-control ini? Mungkin sudah banyak yang ingin tinggal di
> apartemen, tapi harganya apakah terjangkau?
>
> Bagi pengambil keputusan (pemerintah nasional/provinsi/kota) bisa
> berpikir dalam alternatif: melayani publik dengan membangun prasarana
> yang ekstensif untuk melayani pertumbuhan yang ekstensif (urban
sprawl).
> Atau, mendorong, mensubsidi pembangunan rumah (susun) di tengah kota?
>
> Salam,
> Risfan Munir
> http://urbanis.wordpress.com <http://urbanis.wordpress.com>
>
>
>
>
> --- In [email protected], "risfano" risfano@ wrote:
> >
> >
> > Menyiasati lokasi yang 'jauh'
> >
> >
> >
> > "Location, location, location."


Kirim email ke