Ribuan tahniah juga diucapkan kpd dunsanak nan la bakarajo kareh....

Alhamdulillah...




Wassalam,
anwardjambak 44+, 
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), 

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Dec 2012 02:13:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] InsyaAllah Railbus akan sampai Padang hari Sabtu 29
 Des 2012 ini.

Sabana mantap gerakan dan gebrakan MPKAS ko. Cuma baduo urang penggerak 
aktifnyo, tapi kompak.
Selamat.

Salam

Syaf AL/MAPPAS
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Wed, 26 Dec 2012 16:23:05 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] InsyaAllah Railbus akan sampai Padang hari Sabtu 29 Des
 2012 ini.

Ass Wr Wb Pak Saaf,Da Nofrin,Mak Darul,Dinda Ronald Chandra,sanak Miko 
Mikardo,Sanak Asfarinal,Dinda Henry Yoserizal,Dinda Epi Lintau,Pak Chairul 
Djamal, serta rekan2 MPKAS semuanya,syukur Alhamdulilah bersyukur kita kepada 
Allah SWT hari ini kita menerima sms dari Kahumas PT.KAI Divre II Sumbar Pak 
Romeyo yang mengingformasikan bahwa pengiriman Railbus untuk menunjang program 
KA Bandara BIM sedang dalam perjalanan  dg kapal menuju Padang,diperkirakan 
Railbus ini akan sampai Teluk Bayur dan dibumikan pada hari Sabtu 29 Des 2012 
ini.Bagi rekan2 MPKAS yg mempunyai  kesempatan dan waktu, kami sangat 
menghahapkan kehadirannya.Kami mengucapkan ribuan terimakasih dan penghargaan 
yg setinggi2nya atas partisipasi aktif dan dukungan kuat dari rekan2 MPKAS 
semuanya selama ini untuk mendatangkan Railbus ini ke Ranah Minang,InsyaAllah 
kejayaan dunia PerkeretaApian di Ranah Minang,akan dapat kita wujudkan kembali 
dalam waktu yg tidak lama lagi,amin yarrabal'alamin.

wasalam,
Kurnia Chalik 
(MPKAS)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Elthaf Hidjaz <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 26 Dec 2012 20:43:58 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tayang ulang cerpen: Misionaris

Mamak ambo, luar biasa tulisan mamak, raso ikuik dan larut ambo jo kisah ko.

Ambo tunggu kelanjutan carito mamak.

Mokasih mamak, smg manjadio amal bagi mamak.

Salam

Elthaf


On 12/26/12, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> wrote:
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
>
> Di hari nan agak istimewa ko taragak sajo hati manayangkan ulang carito duo
> tahun nan lapeh ko.....
>
>
> MISIONARIS
>
> Wanita muda itu ber-sirobok[1] pandang lagi denganku. Ini adalah yang ke
> empat kali, kalau aku tidak salah,
> kami bertemu di dalam metro[2] ini. Kali ini dia duduk di bangku diagonal
> berseberangan denganku. Sepertinya
> dia tersenyum kepadaku. Aku balas dengan senyuman pula. Melihat wanita yang
> warna kulitnya sama denganku memang menyuruhku untuk terlihat ramah
> kepadanya.
> Ingin juga aku menyapanya sekedar berbasa basi, tapi tentu tidak mungkin
> kulakukan dari jarak sejauh ini.
>
> Ketika metro mendekati pemberhentian Lourmel, aku
> segera berdiri dari tempat dudukku dan memutar tubuhku menuju ke arah
> pintu,
> membelakangi wanita muda itu. Aku bergegas turun. Di luar gerbong metro
> udara terasa dingin sekali. Aku melilitkan syal ke leher dan menutupi
> sebahagian telinga. Aku melangkah cepat menuju keluar, menuju ke tempat
> tinggalku di rue de Lourmel[3].Orang berduyun-duyun menaiki tangga
> untuk menyembul dari stasiun bawah tanah. Semua kedinginan. Semua
> tergopoh-gopoh. Memang begitu caranya di sini. Di Paris ini.
>
> Lamat-lamat aku mendengar orang memanggil ‘Monsieur[4]!
> – Monsieur!’di belakangku. Tentu saja aku tidak
> menyangka bahwa panggilan itu ditujukan kepadaku, di tengah kerumunan
> sebegitu
> banyak orang. Sampai akhirnya si pemanggil itu menepuk pundakku. Aku
> menoleh
> dan ternyata si wanita muda di metro tadi. Dia berdua dengan seorang wanita
> lain berkulit putih.
>
> ‘Oui[5]?!’
> kataku dengan pandangan setengah tidak percaya.
>
> ‘Bolehkah kami minta waktu anda sebentar?’ tanyanya dengan
> bahasa Prancis yang fasih.
>
> Sok benar wanita ini, pikirku dalam hati. Atau mungkin dia
> menjaga hati temannya yang wanita kulit putih itu sehingga dia berbahasa
> Perancis kepadaku? Ah, sesuka hatinyalah.
>
> ‘Ada apa? Apa yang bisa saya perbuat untuk anda?’ jawabku
> berbasa basi.
>
> Tanganku seperti beku kedinginan. Aku meremas-remaskan kedua
> telapak tanganku menahan dingin. Di sebuah toko di depan sana terpampang
> pada
> sebuah running text informasi temperatur saat itu; satu derajad
> celcius.
>
> ‘Maukah anda kami ajak minum kopi di café itu? Disana
> kita berbicara sebentar? Disini dingin sekali,’ katanya. Mungkin
> memperhatikan
> keadaanku yang ‘mati’ kedinginan.
>
> ‘Kalian mau berbicara apa?’ tanyaku sambil setengah melotot
> kepada wanita muda berparas Solo itu.
>
> ‘Ayolah kita ke café itu,’ ajaknya lagi.
>
> Aku menurut sambil bertanya-tanya dalam hati. Jangan-jangan
> wanita muda ini sedang ada masalah dengan wanita kulit putih itu lalu ingin
> meminta bantuanku. Kami masuki café itu dan mengambil tempat duduk di
> bagian dalam. Wanita muda itu memesan tiga cangkir kopi.
>
> ‘Maaf, kalau kami mengganggu anda. Kami ingin berkenalan
> dengan anda,’ katanya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
>
> ‘Anda orang Indonesia, kan? Kenapa dari tadi berbahasa
> Perancis terus? Ada apa sebenarnya?’ tanyaku dalam bahasa Indonesia.
>
> Dia mengangkat alis matanya dan tersenyum.
>
> ‘Anda berbicara kepada saya?’ tanyanya lagi dalam bahasa
> Perancis.
>
> ‘Ya,’ kataku. ‘Anda bukan orang Indonesia?’ tambahku lagi.
>
> ‘Ah…. Bukan. Tentu anda mengira saya orang Indonesia,’
> katanya tersenyum.
>
> ‘Anda……… orang Pilipina?’
>
> ‘Non plus[6]……
> Saya orang Madagaskar katanya.’
>
> Aku terperangah. Aku langsung ingat guru sejarah di SMA dulu
> yang bercerita bahwa, ‘nenek moyangku orang pelaut, menempuh badai tiada
> takut,’ lalu nenek moyang kita itu berhanyut-hanyut sampai ke Madagaskar
> dengan
> rakit pohon kelapa. Inilah bukti keterangan sejarah pak guruku itu. Sekarang
> di
> depan mataku. Wanita muda yang aku sangka orang Solo, ternyata adalah orang
> Madagaskar.
>
> ‘Mais….. Vous n’êtespas d’origine
> Madagascarquand même[7]?’
>
> ‘Si,
> si[8]….
> Anda mengira saya orang Indonesia ?’ tanyanya tersenyum.
>
>  ‘Kulit anda dengan kulit saya
> persis sama.’
>
>  ‘Anda orang Indonesia rupanya.
> Saya menyangka anda orang Jepang,’ katanya.
>
>  ‘Ya sudahlah….. Apa maksud anda?
> Apa yang anda perlukan dari saya?’
>
> ‘Baiklah….. Agar anda tidak penasaran….
> Kami ingin menyampaikan pesan kepada anda. Mudah-mudahan anda berkenan
> mendengarnya.’
>
> ‘Pesan? Pesan apa?’
>
> ‘Baik…. Saya mulai. Saya ingin
> bertanya. Apakah anda seorang yang beragama?’
>
> Waaaw.. Aku mulai bisa menebak.
>
> ‘Ya. Saya beragama,’ jawabku
> pendek.
>
> ‘Anda bukan seorang Kristen?’
>
> ‘Malheureusement non. Pourquoi[9]?’
>
> ‘Oui….
> Malheureusement non. Pasti anda akan tertarik kalau anda saya tunjukkan
> jalan yang menuju keselamatan.’
>
> Aku tersenyum. Ber-sobok[10]lawan aku
> rupanya, kataku dalam hati.
>
> ‘Jalan apa itu maksud anda?’ tanyaku.
>
> ‘Jalan juru selamat. Ikutilah, anda
> pasti selamat.’
>
> ‘Bagaimana kalau anda berdua saya ajak
> untuk berbicara di tempat tinggal saya saja? Mungkin di tempat ini kita
> kurang
> leluasa untuk bercerita panjang,’ ajakku.
>
> Wanita muda Madagaskar berwajah Solo
> itu tersenyum sumringah. Mungkin dalam hatinya dia berkeyakinan bahwa
> kailnya
> sudah dimakan ikan pancingannya.
>
> ‘Seandainya hal itu tidak mengganggu
> anda, kami akan sangat bersenang hati. Anda tinggal di mana?’ tanyanya.
>
> ‘Tidak akan mengganggu. Lagi pula saya
> sudah ditunggu istri saya. Ayolah kita ke tempat saya,’ ajakku.
>
> Kami tinggalkan caféitu, menuju ke
> apartemenku di rue de Lourmel.
>
> ‘Anda tinggal dekat sini?’ tanya wanita
> berkulit putih. Baru sekali itu suaranya terdengar.
>
> ‘Ya,’ jawabku. ‘Di bangunan di depan
> itu,’ aku menunjuk ke bangunan beberapa puluh meter di hadapan kami.
>
> Aku persilahkan kedua wanita itu masuk
> ke apartemen kecil kami. Istriku sedikit terheran-heran melihat mereka.
>
> ‘Sebelum kita lanjutkan pembicaraan
> tadi, saya minta izin untuk beberapa saat. Mungkin sekitar sepuluh menit.
> Mudah-mudahan
> anda tidak keberatan.’
>
> ‘Pasti tidak. Terima kasih, anda telah
> baik hati sekali mengajak mampir. Silahkan anda melakukan keperluan anda.
> Biar
> kami tunggu,’ kata wanita kulit putih, yang tiba-tiba sekarang jadi banyak
> bicara.
>
> Apartemen kami itu kecil. Hanya ada
> satu kamar tidur, lalu ruangan tamu yang sempit dan dapur merangkap ruangan
> makan. Di ruanganterakhir ini biasanya kami shalat
> berjamaah. Aku memberi isyarat kepada istriku untuk mengerjakan shalat isya.
>
>
> Kami shalat isya berjamah. Dengan bacaan
> dijahar tentu saja. Sesudah shalat dan berzikir barulah aku menghampiri
> mereka.
>
> ‘Sebelumnya, walaupun kita belum saling
> kenal, tapi saya ingin memberitahu anda bahwa ini istri saya.’
>
> Istriku menyalami kedua wanita itu.
>
> ‘Lalu….., silahkanlah lanjutkan cerita
> anda tadi.’
>
> ‘Jadi….. Anda orang Islam ?’ tanya
> wanita kulit putih.
>
> ‘Ya…. Saya beragama Islam.’
>
> ‘Bon[11]….
> Tidak apa-apa….. Kami ini dari gereja Hati Kudus. Kami ingin mengajak anda
> untuk mengikuti juru selamat. Dia yang menyelamatkan umat manusia
> semuanya….’
> Si wanita kulit putih agak terbata-bata.
>
> ‘Siapa itu juru selamat anda?’
>
> ‘Jesus. Dia yang mati di tiang salib
> untuk menyelamatkan semua manusia dari hukuman atas dosa-dosa mereka,’
> giliran
> si wanita Madagaskar berbicara.
>
> ‘Begini…… Pertama, saya sudah mempunyai
> ‘juru selamat’ saya sendiri. Dia adalah Allah, Sang Maha Pencipta alam raya
> ini. Dia yang menciptakan bumi yang kita huni sebagaimana juga Dia yang
> menciptakan matahari, bulan dan bermilyar-milyar bintang……’
>
> ‘Ya….. itulah Tuhan. Dan Tuhan itu
> mengutus anak Nya yang tunggal untuk menyelamatkan semua manusia. Kita
> tidak
> akan sampai ke rumah Tuhan kalau tidak melalui anak Nya itu,’ kata wanita
> kulit
> putih memotong pembicaraanku.
>
> ‘Saya tidak percaya. Bagaimana dia akan
> menyelamatkan manusia sementara dia tidak mampu menyelamatkan dirinya
> sendiri?’
>
> ‘Dia tidak mau menyelamatkan dirinya
> karena dia mengorbankan dirinya untuk keselamatan manusia.’
>
> ‘Siapa yang mengatakan itu? Yang
> mengatakan bahwa dia membiarkan dirinya disalibkan orang untuk
> menyelamatkan
> manusia?’
>
> ‘Dia sendiri yang mengatakan.’
>
> ‘Anda punya bukti bahwa itu
> kata-katanya sendiri? Bahwa dia mengatakan dirinya disalib untuk
> keselamatan
> manusia? Apa bukan dia malahan merintih memanggil Tuhan dan protes kenapa
> Tuhan
> meninggalkan dia ? Apa bukan dia yang mengatakan Eli..Eli Lama
> sabakhtani[12]?’
>
> ‘Anda tahu itu ?’
>
> ‘Ya saya tahu itu.’
>
> ‘Tapi dia adalah juru selamat……’
>
> ‘Tidak…. Dia adalah seorang nabi utusan
> Tuhan. Nabi Allah. Dia mengajak manusia, khususnya Bani Israel agar
> menyembah
> Allah. Allah Yang Maha Satu. Yang tidak ada Tuhan selain dari Dia. Yang
> tidak
> ada yang setara dengan Nya.’
>
> ‘Anda pernah mendengar tentang Jesus?’
>
> ‘Kami menyebutnya Nabi Isa. Dia seorang
> di antara nabi-nabi utusan Allah.’
>
> ‘Dia anak Tuhan. Dia lahir dari seorang
> perawan suci yang tidak bersuami.’
>
> ‘Dia bukan anak Tuhan. Dia adalah
> manusia biasa, makhluk ciptaan Tuhan. Ciptaan Allah.’
>
> ‘Dia bukan manusia biasa. Dia
> terlahir dari seorang wanita.  Wanita suci yang tidak pernah disentuh
> manusia.’
>
> ‘Ya…. Wanita itu Maryam, seoarng wanita
> tidak bersuami. Lalu Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta meniupkan ruh ke
> dalam rahimnya, sehingga dia mengandung kemudian melahirkan Isa. Kami juga
> menyebutnya sebagai Isa putera Maryam.’
>
> ‘Dia bukan manusia biasa. Dia anak
> Tuhan, diutus Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak manusia yang berdosa.’
>
> ‘Terserah anda mau menyebutnya seperti
> itu. Tapi bagi kami orang Islam, Isa putera Maryam adalah seorang utusan
> Allah
> untuk Bani Israel. Kelahirannya tanpa ayah adalah hal yang mudah bagi Allah
> Yang Maha Pencipta. Sebagaimana mudahnya bagi Allah menciptakan Adam yang
> tidak
> punya ayah dan ibu.’
>
> ‘Jadi anda tidak mempercayainya sebagai
> juru selamat ?’
>
> ‘Dia seorang utusan Allah, dikhususkan
> untuk Bani Israel. Anda menyebutnya untuk menyelamatkan domba-domba yang
> hilang
> dari anak-anak Israel. Begitu kan?’
>
> ‘Dari mana anda tahu ?’
>
> ‘Saya membaca juga kitab anda
> sedikit-sedikit.’
>
> ‘Jadi anda mempunyai penyelamat
> sendiri? Anda yakin bahwa dia akan menyelamatkan anda? Tanpa bantuan sang
> juru
> selamat?’
>
> ‘Ya… Penyelamat dan penolong saya
> adalah Allah. Saya tidak memerlukan juru selamat selain Dia’
>
> ‘Maaf…. Tadi… Sebelum ini apa yang anda
> kerjakan berdua dengan istri anda?’
>
> ‘Kami mengerjakan shalat. Kami
> menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta.’
>
> ‘Dimana Tuhan anda itu berada?‘
>
> Dia berada di tempat-Nya. Yang tidak
> dapat dilihat oleh mata. Tapi Dia Maha Melihat. Dia menyaksikan dan
> mendengar
> apa yang sedang kita perbincangkan saat ini karena Dia Maha Mendengar.’
>
> ‘Pernahkah anda berjumpa dengan-Nya ?’
>
> ‘Tidak pernah. Karena Dia tidak
> terjangkau oleh panca indera kita.’
>
> ‘Baiklah…… Kalau begitu…….. Karena anda
> sudah mempunyai penyelamat anda sendiri…. Mungkin kami tidak perlu lagi
> meneruskan…..’
>
> ‘Terserah anda.’
>
> ‘Maaf, kami telah mengganggu anda.
> Biarlah kami mohon diri kalau begitu…’
>
>  Kedua wanita itu meninggalkan
> apartemen kami.
>
> ‘Siapa mereka? Kenal di mana dengan
> mereka?’ tanya istriku setelah mereka pergi.
>
> ‘Kan kamu dengar sendiri tadi siapa
> mereka. Tadi aku disamperi setelah keluar dari metro. Mula-mula diajak
> ke café. Setelah itu
> aku ajak sekalian ke sini,’ jawabku menjelaskan.
>
>
> *****
>
>
> ________________________________
>
> [1]Bertemu (pandang)
>
> [2]Kereta api bawah tanah
>
> [3]Jalan Lourmel
>
> [4]Tuan
>
> [5]Ya
>
> [6]Juga tidak
>
> [7]Tapi..... anda bukan asli
> orang Madagaskar sejatinya
>
> [8]Sebaliknya(benar kok)
>
> [9]Sayang sekali bukan. Kenapa?
>
> [10]Bertemu, mendapatkan
> [11]Baiklah
>
> [12]Tuhan- tuhan! Jangan tinggalkan aku
>
>
> Wassalamu'alaikum,
>
>
> Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
> Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
> Lahir : Zulqaidah 1370H,
> Jatibening - Bekasi
>
>
> ________________________________
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke