Mas BTS dan Uda Eka,
Saya mengerti keprihatinan dari kedua planners ini, kalau pekerjaan planners 
hanya dikaitkan dengan UUPR dan Permendagri 13/2006, maka apa yang 
dipertanyakan oleh Mas BTS perlu mendapat tanggapan oleh planners lain:
"Betulkah perencanaan tata ruang akan terus menerus disusun oleh daerah saben 
tahun? Kalau kita melihat PP 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah 
(Antara Pemerintah, Provinsi, dan Kota/Kabupaten) dan Permendagri 13/2006 
tentang Pedoman Pengeloaan Keuangan Daerah di mana kewenangan wajib daerah 
untuk tata ruang ini sifatnya menyusun, menyusun, fasilitasi,..... fasilitasi, 
sosialisasi,...... sosialisasi, menyusun kriteria, ....standar, pedoman, 
dsb-dsb...baik dalam tahap perencanaan, pemanfaatan dan pengendalianya (sudah 
saya bahas pada posting sebelumnya). Jadi memang benar bahwa pekerjaan tata 
ruang ya itu-itu saja. Apa ya begitu itu pekerjaan Planner (Who are the 
planners?). 

Saya rasa "planning" sebagai produk dari suatu proses panjang yang memerlukan 
kecerdasan, visi, kearifan dari penyusunnya yang bisa mengakomodasi kepentingan 
semua stakeholders, kepentingan politik, sosial, ekonomi, sustainability dll. 
bukanlah "produk masal" seperti yang dikemukakan oleh Uda Eka, yang mungkin 
lulusan SMU tahu sedikit tentang komputer melakukan "copy-paste" maka jadilah 
produk RTRW. Keprihatinan bahwa UUPR 26/2007 hanya untuk kepentingan 
konsultan/planners supaya tidak ada matinya, mungkin perlu kita tanggapi secara 
serius. Wajar apabila Mas BTS mengangkat tema ini, karena jika produk Tata 
Ruang hanya sebagai "referensi" yang hanya ditengok sekilas dalam menyusun 
program sektor seperti yang dikemukakan oleh Mas BSP beberapa waktu yang lalu, 
ini sangat menyedihkan.

Ini yang dikemukakan oleh Uda Eka
"Namun bila perencana menyandarkan kompetensinya pada pekerjaan seperti itu, 
sungguh tidak cerdas, karena sangat sedikit intelegensia yang terpakai. 
Tantangan sebenarnya tersedia pada pekerjaan-pekerjaan dengan pendetailan, 
khususnya bila telah bersentuhan dengan kepentingan masyarakat atau kelompok. 
Contoh bagus telah diuraikan oleh Pak BSP, sehingga saya juga ingin tahu bila 
pengetahuan, pengalaman, dan utamanya ilmu perencanaan apakah sudah mampu 
menjawab masalah itu `secara tepat'"

Jadi jika kita simak apa yang dikemukakan tersebut, maka perencanaan seyogyanya 
dilakukan oleh mereka yang mempunyai kearifan dan kecerdasan agar produk 
perencanaan tsb sejauh mungkin "bisa" dilaksanakan tanpa menimbulkan "konflik". 
Kalau Mas BTS sudah mensinyalir bahwa sistem anggaran yang ada di Pemda tentang 
pembinaan tata ruang hanya menyusun. memfasilitasi dan sosialisasi, maka 
perencanaan tata ruang tersebut tidak mungkin "reliable" sebagai produk politik 
yang mensejahterakan rakyat...... maka kita perlu sekarang menelusuri agar 
produk tata ruang bukan hanya sekedar "proyek" nya konsultan, tetapi 
benar-benar merupakan visi dari berbagai stakeholders.

Saya ingin berbagi pengalaman waktu saya mendampingi istri saya yang mengambil 
S2 UP di AS dua puluh tahun yang lalu. Salah satu mata kuliahnya mengharuskan 
dia mengikuti sidang tentang pemanfaatan ruang (semacam pengadilan tata ruang) 
di suatu County (wilayah), saya ikut hadir. Pada sidang itu ada perselisihan 
"pemanfaatan ruang", sidangnya cukup seru karena dihadirkan Planning 
institution, warga yang akan terkena dampak, pemohon, akademisi dan masyarakat 
luas. Dengan argumen yang cukup cerdas dari pihak-pihak tadi, maka "hakim" 
memutuskan yang dianggap terbaik, kemudian hakim memerintahkan planning 
institution untuk merevisi "spatial planning" dalam kurun waktu yang singkat 
agar pembangunan yang dilakukan tidak menyalahi aturan. Kesimpulan saya "tidak 
perlu revisi RTRW" harus 5 tahun sekali dan memakan waktu satu tahun anggaran. 
Saya lihat  RTRW di sana sebagai produk hukum yang sangat dihormati oleh para 
warga, ada institusi yang mangawasi secara
 ketat. Tapi ini kan di AS dan terjadi 20 tahun yang lalu, kalau di Indonesia 
saya tidak tahu.
salam

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke