Trima kasih Pak Aby atas tanggapannya.

Karena minggu ini masih diminta nyambung, maka saya coba ngisi. Tapi
bukan masud saya self-critic, tapi mengajak berfikir bagaimana
memperluas "pasar".  Kalau dulu, dana pembangunan melimpah, sekarang
tidak lagi. Sementara ada masalah nasional yang perlu jadi perhatian
perencana public seperti planolog. Juga lapangan kerjanya. Dulu jadi
planolog tinggal ikut Dirjen yang planolog, atau Menteri yang peduli. 
Sekarang?
Sementara jumlah planolog kian banyak. Di kantor saya saja ada yang
angkatan 64 (masuk kuliah), ada pula angkatan 2000. Jadi rentangnya 35
tahunan?

Versi ringkas (tapi gak ringkas juga) dari posting saya sebelumnya
adalah sebagai berikut:



MISI PLANOLOG:

1.       Mendukung kesejahteraan rakyat (sesuai HDI)

2.       Sustainable development (tapi sampai hari kiamat saja)



A. LAPANGAN  KERJA (PASAR)

    1. Bappenas  - bidang garap: RPJP, RPJM, Perencanaan/Management
Program
    2. Dept Dalam Negeri (DJ. Otda, Bangda, BAKD, PUM) - RPJP, RPJM,
Plg/Mgt Program
    3. Dept. PU (DJ TR, CK, BM, Air) – RTRWN, PJP, PJM, Pedoman2,
Plg/Mgt Program
    4. Menko Kesra (+Dept dalam koordinasinya) - PJP, PJM, Plg/Mgt
Program (PPK, P2KP, etc)
    5. Pemerintah Provinsi- RTRW, RPJM, Renstra SKPD, Plg/Mgt Program,
dll
    6. Pemerintah Kabupaten/Kota- RTRW, RPJMD, Renstra SKPD,Plg/Mgt
Program, dll

    1. Bappeda, Dinas TR, Tata kota, sektoral lainnya.
    2. Dept Kelautan & Perikanan- RPJP, RPJM, Plg/Mgt Program, dll
    3. Dept/Kementerian Budaya & Pariwisata- RPJP, RPJM, Plg/Mgt Program
    4. Lembaga Donor (UNDP, WB, USAID, AusAid, CIDA, WWF, Ford, Tifa,
etc)
    5. Swasta - Real-estate, dst.
    6. NGO (local, internasional)
    7. Dan lainnya



B. KEILMUAN PLANOLOGI/PWK (PRODUK)



Materi perkuliaahan (ilmu-ilmu Perencanaan + Ilmu-ilmu Fisik/Kebumian +
Ilmu Ekonomi (Reg, Urban, Teori Lokasi) + Operation Reseach/ADK +
gabungannya).

Plus hobby tiap anggota: organisasi (activist), manajemen, finance,
ekonomi, hokum, budaya, menulis, komputasi, bual-membual, dst



Dan produk cetakan jadi yang ada (di sekolah dan di profesi):

    1. Perencanaan Tata Ruang (berbagai jenjang)
    2. Perencanaan Wilayah (RP)
    3. Perencanaan Transportasi
    4. Perencanaan Desa
    5. Perencanaan Strategis
    6. Perencanaan Kawasan Industri
    7. Perencanaan Kawasan Pertanian
    8. Perencanaan Pariwisata
    9. Manajemen Perkotaan
   10. Pengembangan ekonomi local
   11. Pelayanan publik
   12. Perencanaan & Manajemen Program (pembangunan)
   13. Produk lainnya yang akan berkembang sebagai respons kebutuhan
(pasar)



C. ANALISIS SITUASI:

1.       Tak ada lagi bonanza pembangunan, kecuali program dalam rumpun
PNPM --> tak ada captive market yang abundant

2.       Desentralisasi pembangunan ke daerah

3.       Demokratisasi proses pembangunan

4.       Ekonomi nasional, masyarakat memasuki era sulit

5.       APBN akan terserap pada aktivasi ekonomi, dana sektoral yang
sudah ada jaminan porsinya hanya Pendidikan (20% kalau bisa)

6.       Analisis Peluang:

a.       Pelajari - what the planner do? Di tempat-tempat kerja di atas

b.       Apakah planolog pemain tunggal disana? Apa perannya? Apa
posisinya? (berapa eselon 1,2,3,4)

c.       Adakah pesaing potensial? Substitusi (dari disiplin terdekat:
Arsitek, Ekonom, Pub. Adm, TI, dst)



D. STRATEGI (Pengembangan profesi)



1.       Produk jasa apa yang prospectable, dibutuhkan masyarakat,
dibutuhkan lembaga-lembaga? (riset, assessment yang yang full/short
version)

2.       Kompetensi apa yang perlu diperdalam?

3.       Bagaimana promosi atau kontak "produsen" (sekolah, lembaga2,
asosiasi, profesional) dengan "prospek pasar" tersebut?



Bagaimana?



Salam,

Risfan Munir

Kirim email ke