Iya Pak Wilmar, seru nih kisah Captain Cook <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5807> -nya. Saya baru sampai bab 5. Kapan waktu mohon didongengin lagi ya pak. Salam.
-ekadj --- In [email protected], "wilmarsalim" <wil...@...> wrote: > > Pak Eka ysh, > > Perlu dipahami kalau kedatangan pertama ekspedisi Cook adalah di pulau Kaua'i dan setelah melanjutkan pelayaran sampai ke daerah yang sekarang disebut Vancouver ekspedisinya kembali ke kepulauan Hawai'i, tapi kali ini berlabuh di pulau Hawai'i. Pada awalnya dianggap dewa karena berbulu putih dan memiliki pasukan dengan kemampuan membunuh (karena bersenjata api), tapi ternyata punya darah dan daging yang sama dan tak terkira bisa terbunuh juga dengan senjata tradisional. Kamehameha muda dikabarkan berada di TKP saat Kapten Cook terbunuh. > > Saya pikir persepsi bahwa orang asing lebih hebat terlebih karena mereka terlihat berbeda, dan mereka mempunyai sesuatu yang tidak kita miliki. Tapi setelah ketahuan aslinya persepsi kita bisa berubah. > > Apapun yang terjadi pada Cook saat itu, pertemuan pertama pelayaran bangsa Eropa ke kepulauan Hawai'i itu memperkenalkan beberapa hal baru pada orang asli Hawai'i, seperti senjata api. Salah satu faktor keberhasilan Kamehameha I menguasai pulau-pulau lainnya adalah senjata api ini. > > Hal lain yang dibawa oleh ekspedisi bangsa Eropa ke Hawai'i adalah agama monoteisme. Dari sinilah nama-nama asing mulai dipakai oleh orang asli. Sayangnya banyak hal penyebab malapetaka bagi rakyat kepulauan ini juga dibawa oleh bangsa Eropa, seperti penyakit cacar, alkohol dan perdagangan kapitalisme. > > Salam, > > Wilmar > > --- In [email protected], - ekadj 4ekadj@ wrote: > > > > He akua ia. > > > > Meneruskan cerita Pak Wilmar, saya teruskan kisah Captain Cook yang sontak > > menjadi dewa di Hawai'i. Dari kejauhan, bermula dari titik di horizon, > > `Resolution' yang dikomandani Captain Cook dan `Discovery' yang dikomandani > > Captain Clerke menjadi titik hitam yang makin membesar, hingga akhirnya > > berlabuh di Waimea, Kaua'i. 20 Januari 1778. Disambut secara meriah oleh > > rakyat Hawai'i, diiringi puluhan kano, dan para wanita menyanyikan lagu-lagu > > pujian tanpa kesalahan. Para awak kapal menikmati hidangan aneka rupa, dan > > tentunya ritual sex. Sebelum dilanjutkan, mumpung ingat, mohon Pak Eko > > menceritakan sedikit buku "The History of Sexuality"-nya Foucault, merci > > sebelumnya. > > > > > > > > Tetua tertinggi Hawaii, Kaneoneo, membutuhkan waktu 4 hari untuk memahami > > dan melakukan kontak dengan Captain Cook, itupun setelah melalui beberapa > > insiden. Selaku pemegang `adat tabu', sungguh sulit bagi Kaneoneo untuk > > memilih penafsiran terhadap orang asing ini: menerima dengan penghargaan > > tinggi atau memusuhi, dan masing-masing memiliki resiko; hal ini selanjutnya > > disebut oleh Sahlins sebagai `the structure of conjuncture'. Namun resepsi > > masyarakat sudah sedemikian rupa, yang didasarkan pada `kosmografi' tentang > > adanya `dewa asing' yang suatu waktu akan datang kepada mereka. Kosmografi > > adalah pemaknaan kontekstual manusia terhadap `tanda-tanda alam' (signs), > > sehingga melalui signs maka `sign'ifikansinya rakyat berseru "he akua ia" (a > > god he: he is a god). Subyek `Cook as god' merupakan bagian spatiotemporal > > dari logika perbincangan terstruktur (diachronic) masyarakat. > > > > > > > > Walaupun keyakinan ini terguyahkan kemudiannya, karena rakyat melihat 'kok > > dewa doyan sex, teler, dll, maka the god must be crazy'; hal ini merupakan > > resiko dari penafsiran tanda-tanda. Namun de'sign'isasi dalam bentuk > > `interest and sense' (the sign) terhadap orang asing masih sangat tinggi di > > Hawaii. Sehingga kemudian terdapat beberapa raja lokal yang menggunakan nama > > Barat, seperti Billy Kalaimoku dan John Adams Kuakini, dst. Hal ini > > mengingatkan saya pada suatu kajian (sudah lupa) tentang Nommensens yang > > berhasil me-westernisasi tano Batak; termasuk efek PRRI mengakibatkan banyak > > orang Minang bernama Jawa, dst. > > > > > > > > Jadi, Pak Eko, kesaktian itu ada pada orang asing. Termasuk alumni luar > > negeri lebih hebat dari alumni lokal (kekecualian untuk alumni Multiversitas > > Referensi). Termasuk juga dukun dari luar kampung lebih hebat dari dukun > > kampung sendiri. Apakah begitu? > > > > > > > > Saya kutip dialog Plato kepada Cratylus: "Well, but do you not see, > > Cratylus, that he who follows names in the search after things, and analyzes > > their meaning, is in great danger of being deceived?" > > > > > > > > Salam, > > > > -ekadj > > > > 2009/12/31 ffekadj 4ekadj@ > > > > > > > > > > > Lha iya tho mas, kalau si Foucault belum bisa membantu menemukan ibukota > > > baru, ya tak tanya Captain Cook dong, ini karena deliquency in knowledge > > > saja. Intinya, referensi Dr.ref keluaran multiversitas harus lebih hebat > > > dari Dr. keluaran universitas apalagi institut. Begitukan Dr.ref EkoBK? > > > Hebatnya Dr.ref dari Multiversitas Referensi bisa down-grade, bila > > > argumentasinya makin lama makin tidak ilmiah, bisa kembali ke level S2 > > > (selevel DEA). > > > > > > Jadi begini bacaan sampai sejauh ini: internal diachrony dari Sahlins > > > merupakan dorongan dari dalam, bersifat perspektif dan performatif. Sign > > > (tanda) direifikasi, kemudian diabstraksi, kemudian diwujudkan secara > > > kongkrit. Namun kalau tanda belum diberi makna, maka bila digunakan akan > > > menghadapi resiko. Ini yang disebut dengan structure of conjuncture. > > > Meanings are ultimately submitted to subjective risks, to the extent that > > > people, as they are socially enabled, cease to be the slaves of their > > > concepts and become the masters. The question in whether you can make words > > > mean so many different things. The question is which is to be master - > > > that's all. Jadi kalau Pak Eko menangkap tanda dan melihat ada melihat > > > binatang seperti singa, dan mengaum seperti singa, maka Pak Eko dapat > > > mengatakan bahwa binatang itu 'singa'. > > > > > > Jadi sama dengan apresiasinya Pak BTS: saya tinggal di Palangkaraya selama > > > 6 bulan, saya lihat sepi, saya lihat listrik byar-pet, saya lihat susah > > > menguburkan orang, maka kalau itu dijadikan ibukota negara, ih nggak deh. > > > Itu karena Pak BTS melihat resiko dari tanda-tanda, atau tanda-tanda yang > > > ada belum cukup untuk menjadi the master of meanings. Sehingga perlu > > > dibangun structure of conjuncture, dalam arti pilihan lokasi, dan hal ini > > > ditangkap oleh Wilmar 'Captain Cook' Salim sebagai kriteria lokasi. Nah, > > > mungkin lokasinya bergeser lebih ke timur, dan dijanjikan dalam 3 tahun (wah > > > hebat ini, walaupun dulu saya pernah menjanjikan dalam 1 malam<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3368>) > > > untuk membangun tanda-tanda sehingga socially enabled disebut sebagai > > > 'ibukota negara'. > > > > > > Sama dengan Pak Eko 'Foucault' BK menanyakan tanda-tanda: 'lokasi ibu kota > > > yg koordinatnya berada di tengah2 sebuah negara itu kira2 apa maksudnya ya? > > > lha kalau koordinatnya ada di tengah laut?' Maka saya membantu menjawab > > > sebagai "negara maritim<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/441>', > > > karena sudah menangkap the master of meanings, internal diachrony, asbabun > > > nuzul-nya Pak Risfan. > > > > > > Jadi sementara demikian pak, cerita tentang si Sahlins. Salam. > > > > > > -ekadj > > > > > > > > > --- In [email protected], Eko B K <ekobudik@> wrote: > > > > > > > > Kayaknya Uda Eka sedang ngebut baca nih, dari Foucault ke Sahlins, hebat > > > juga Foucault yg berat itu sudah selesai dibaca, pdhal baru week end > > > kemarin... cerita2 dong ttg Sahlins nya... selamat membaca! :) > > > > > > > > salam. > > > > > > > > --- On Thu, 12/31/09, ffekadj 4ekadj@ wrote: > > > > > > > > From: ffekadj 4ekadj@ > > > > > > > Subject: [referensi] Re: Hawaii > > > > To: [email protected] > > > > Date: Thursday, December 31, 2009, 3:07 AM > > > > > > > > Aloha Pak Wilmar. Wilujeng sumping di Bandung, nu aya di lingkung > > > > > > > > gunung, jantung hate Parahiyangan. > > > > > > > > > > > > > > > > Karena sudah cerita the divine kingdom of Hawaii, sebentar, saya mau > > > > > > > > baca "Islands of History"-nya Sahlins dulu. Ada kata kunci penting untuk > > > > > > > > analisis ibukota anda: 'structure of the conjuncture' : the structure has > > > > > > > > an internal diachrony, consisting in the changing relations between > > > > > > > > general categories or a 'cultural life of the elementary forms'. Siapa > > > > > > > > tahu bisa menambah kriteria anda. Salam. > > > > > > > > > > > > > > > > -ekadj > > > > >

