Eka, sudah begitu lama saya engga kasih tanggapan, tapi karena istilah 
vernacular saya perlu berikan sedikit penjelasan. Sebetulnya saya mulai 
tertarik dan menggunakan istilah vernacular itu sejak ada Schumacher lectures, 
dimana istilah vernacular yang pada waktu itu terutama digunakan untuk 
arsitektur, sebagai semacam bahasa arsitek, baru digali pada pengertian 
aslinya. Rupanya vernacular itu bukan bahasa daerah semata-mata tetapi, 
ditafsirkan sebagai suatu bahasa yang tidak resmi formal, oleh karena pada 
waktu itu di Spanyol hanya bahasa Latin yang diakui sebagai bahasa, bahasa 
Sepanyol sendiri itu dianggap anak haram, sehingga juga tidak diaui sebagai 
bahasa. Well ini adalah aslinya pengertian vernacular. Later on anything which 
was not formal or official became a vernacular atau suatu lidah bahasa. Ini 
tanggapan saya, sekarang silahkan menggunakan istilah ini untuk segala sesuatu 
yang belum jadi resmi ok.  Dengan sendirinya bisa saja kita kembangkan
 suatu silabus yang khusus lagi untuk human settlements. 




________________________________
From: ffekadj <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, January 8, 2010 1:12:19 AM
Subject: [referensi] vernacular settlements

  
Pak Djarot ysh, boleh juga dicoba ayam Kalasan TTU-nya. Saya duga pasti ada 
karaokeannya, iyakan? Saya tertarik dengan 'vernacular settlements' , istilah 
ini selalu diulang-ulang Pak Wawo. Boleh saya dapat penjelasannya? Siapa tahu 
itu juga 'tanda'. Terima kasih sebelumnya. Salam.
-ekadj

--- In refere...@yahoogrou ps.com, Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote:
>
> Lha iyalah Pak Eka, saya senang jika ada bandara yang memudahkan saya tilik 
> para saudara saya di Kaenbaun. Saya bisa menggiatkan penulisan tentang the 
> architecture of vernacular settlements di Timor dengan bantuan teman-teman di 
> sana. Minimal mosaik arsitektur vernakular di Timor ada yang merawatnya, 
> khususnya yang berkaitan dengan planning ruang lokal ala pengetahuan lokal. 
> Maklumlah, teman-teman di Timor dan NTT umumnya lebih tertarik meneliti 
> "bangunan" daripada "arsitektur lingkungan" desa-desa di Timor yang sangat 
> unik.
> 
> Perlu saya kabarkan juga, kunjungan saya Nopember 2009 yang lalu menemukan 
> fenomena yang menarik. Di TTU sudah mulai dilakukan eksplorasi mangaan oleh 
> modal asing, yang sebagian pekerjannya adalah orang Korea. Pada waktu itu 
> saya ditunjukkan dan diajak mampir oleh Pater John di sebuah rumah makan yang 
> laris-manis berjudul "Rumah Makan Ayam Goreng Kalasan" heheheee.... ini 
> beneran,.... Kalasan kok di Timor, batin saya. Pengelolanya seorang Chinese 
> yang nenek-moyangnya lama di Timor....rumah makan itu setiap malam sangat 
> ramai karena orang-orang pekerja tambang, khususnya Korea-korea itu, pada 
> makan di tempat itu.....nah, setiap malam !!!! Nah, bandara internasional 
> ternyata memang diperlukan di TTU.......?? ?
> 
> Sementara begitu Pak.
> 
> Salam,
> 
> 
> 
> Djarot Purbadi
> 
> 
> 
> http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]
> 
> http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]
> 
> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com




      

Kirim email ke