Dengan hormat, Hari ini, Minggu 5 Juli 2009, saya sangat kecewa dengan pengurus gereja St. Thomas Kelapa Dua. Bagaimana tidak? Saya dan keluarga tiba di gereja St. Thomas sekitar pukul 7.45 untuk mengikuti misa ke dua hari minggu. Sesampai di gereja, saya melihat, dekorasi mulai dari luar gereja hingga dalam gereja sudah menunjukkan adanya kegiatan ekstra hari ini. Masuk di dalam gereja, saya melihat beberapa baris di bagian depan tengah gereja sudah diberi tanda, khusus untuk pengurus yang akan dilantik hari ini. Kemudian, saya memilih tempat yang TIDAK diberi tanda oleh panitia. Ini hal yang biasa menurut saya. Kira-kira 5 menit setelah saya memilih tempat dan berdoa, ada pengumuman yang meminta DENGAN HORMAT, BAHWA UMAT YANG TIDAK DILANTIK, HARAP PINDAH MENEMPATI TEMPAT DI LUAR GEREJA. Alasannya adalah, tempat di dalam gereja akan dipenuhi oleh PENGURUS GEREJA YANG JUMLAHNYA AKAN LEBIH BANYAK DARI UMAT. Dan ternyata, tempat duduk yang disediakan untuk Pengurs Gereja Terhormat itu... BELUM DITEMPATI OLEH PENGURUS YANG AKAN DILANTIK. Tidak tau, apakah Para pengurus itu akan ikut masuk beriringan dengan Romo, atau tidak, tapi, bukankah sebaiknya para pengurus itu tiba sebelum umat hadir???????? Ternyata, di luar gereja, bangku-bangku belum tertata rapih untuk menyambut umat Tuhan yang akan mengikuti misa jam 8 pagi, dan di luar gereja tidak ada TV yang biasanya disediakan oleh panitia jika ternyata umat yang hadir dalam misa jumlahnya sangat membludak hingga ke luar gereja. Saya melihat panitia tidak serius mempersiapkan pelantikan pengurus ini. Apakah benar, jumlah pengurus gereja akan lebih banyak dari umat, sehingga umat harus mengalah dan duduk di luar???????? Tidak bisa kah, umat yang tidak berpangkat pengurus gereja, ikut duduk bersama para pengurus di dalam gereja????????????????????????????????????????? Beda kah derajat kami sehingga kami harus diUNGSIKAN di luar gereja???????????????????? Kami sekeluarga memutuskan keluar gereja dan tidak mengikuti misa jam 8 pagi. Siangnya, jam 10.00, anak kami yang sedang mengikuti pelajaran persiapan Krisma, datang ke gereja untuk mengikuti pelajaran. Tapi, apa yang terjadi?????? ternyata pelajaran persiapan krisma pun mengalami penundaan hingga jam 12, dikarenakan pelantikan pengurus gereja ini. Kali ini korbannya adalah anak2. Tidak kah bisa diumumkan pada minggu lalu, bahwa pelajaran minggu ini akan dimulai pada pukul 12 bukan pukul 10, seperti yang tercantum pada pengumuman yang telah diberikan oleh anak kami pada saat pertama kali menghadiri persiapan Krisma? Apakah kegiatan pelantikan ini mendadak, sehingga tidak bisa diumumkan perubahan jadwal pelajaran ini pada hari minggu lalu? Tidak tahu kah pengurus, bahwa kami pun memiliki jadwal lain setelah anak kami mengikuti pelajaran di gereja ini? Kalau anak kami tidak hadir dalam persiapan ini, satu kali saja, apakah panitia Krisma dapat meluluskan anak kami mengikuti penerimaan sakramen Krisma? Mungkin jadwal kami tidak penting untuk panitia, tapi buat kami ini penting. Apa susahnya mengumumkan perubahan jadwal ini minggu lalu???? Selama 2 jam menunggu di Gereja, bisa saja terjadi sesuatu dengan anak kami, yang pada saat di gereja itu tidak kami dampingi. Terpikir kah oleh panitia, bagaimana dengan jadwal makan siang anak kami? Ya kalo anak kami punya uang untuk jajan... kalau tidak bagaimana? Memang, anak kami sudah duduk di bangku SMP... tapi tetap, mereka masih anak2, bukan seperti para pengurus gereja yang pastinya sudah dewasa dan bijaksana serta terhormat. Kalau para pengurus yang sudah dewasa saja masih ingin diistimewakan dan dilayani, apalagi anak kami yang masih duduk di bangku SMP. Mungkin, ini juga tidak penting buat panitia dan pengurus gereja ya, sehingga kejadian ini terjadi. Kami betul-betul kecewa. Bukankan Pengurus harusnya melayani umat? Ini justru Umat yang harus mengalah buat pengurusnya... bahkan anak2 pun harus mengalah!!!!!
Salam, Ina Setiabudi
