Sebenarnya bukan masalah tidak pantas atau tidak, semua pasti harus dimulai 
agar kita bisa mengetahui apa yg sedang kita jalanin

Sent from my BlackBerry®



-----Original Message-----
From: "bramantya_ariadi" <[email protected]>

Date: Thu, 09 Jul 2009 02:19:42 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas 
Kelapa Dua, 5 Juli 2009


Saya juga mau ikutan sharing, karena menurut saya, saya merupakan orang yang 
secara "tidak sengaja" terpanggil sebagai pengurus. Saya sebenarnya dari waktu 
masih anak2 tidak terlalu aktif sebagai "aktivis gereja", karena ke gereja ya 
sekedar memenuhi kewajiban mingguan, habis itu langsung pulang. Setelah 
menikah, saya dan istri saya juga tidak terlalu aktif di lingkungan tapi 
anehnya terus saja dikirim undangan doa rosario ataupun ibadat lain. Saya 
kadang-kadang datang, seringnya malah tidak, hingga suatu waktu diminta untuk 
membantu mengisi kekosongan salah satu seksi di lingkungan. Saya merasa waktu 
itu juga "tidak pantas", karena tidak pernah aktif, pengalaman waktu anak-anak 
sampai dengan mudika/dewasa sebagai pengurus juga tidak ada, hanya karena tidak 
ada orang lagi (katanya pengurus lingkungan). Ya sudah saya mau (cuma kasihan 
aja sih, kok sampai nggak ada orang). Jadi pengurus seksi, saya merasa hasil 
kerja saya nggak ada. Karena ternyata selain karena saya masih bingung, 
pengurus yang lain sudah mengambil alih tugas tersebut. Jadi saya cuma jadi 
pajangan saja. Nama tercantum tapi hasil kerja nggak ada. Sampai akhirnya saya 
diajak ikut kepanitiaan. Karena anggota panitianya sedikit, mau tidak mau semua 
orang harus aktif agar acara berjalan lancar, jadi mungkin di situlah terlihat 
potensi masing-masing orang.
Mulai sejak saat itulah saya jadi "aktifis gereja". Dan situ saya banyak 
belajar terutama dari para senior bagaimana untuk belajar bersabar dan rendah 
hati. Bagaimana tidak, kita sudah berusaha untuk melayani umat, tetapi ada saja 
dan memang pasti ada, unek-unek atau apapun itu dari umat. Dan sebagai 
pengurus, kita tidak bisa marah, tetap harus menerima dan melayani umat. 
Jadi saya setuju dengan mas kristiyono, sebenarnya malah semua pengurus gereja 
itu "tidak pantas", karena pasti masih banyak kekurangan dan keterbatasan 
mereka, tetapi dalam ketidakpantasan dan keterbatasan itu, mereka masih "mau 
dan secara sukarela" ikut ambil bagian dalam pelayanan gereja, dan lewat 
orang-orang yang mau inilah Gereja Katolik tetap eksis.
Untuk ibu Ina Setiabudi, saya yakin dengan keluarnya unek-unek itu, Ibu sangat 
perhatian dengan Gereja kita, dan ingin Gereja Santo Thomas menjadi lebih baik 
lagi. Untuk itu saya juga ikut mendoakan supaya dalam ketidakpantasan itu, Ibu 
mau ikut aktif juga sebagai pengurus. 
"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan 
yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Salam Damai dan Sejahtera dalam Kasih Kristus,

Bramantya Ariadi




--- In [email protected], Kristiyono <kristiy...@...> wrote:
>
> Sekedar sharing :
> Menjadi pengurus gereja itu salah satu bagian dari tugas perutusan bagi orang 
> awam. Tugas perutusan ini jelas sekali disampaikan pada saat akhir misa.
> Gelarnya pengurus adalah "pelayan/hamba". Seperti kata Maria ketika mendapat 
> kabar dari malaikat Gabriel : "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut 
> PerkataanMU".
> 
> Setiap "pelayan/hamba" adalah status ter-rendah dalam kasta budaya di 
> masyarakat.
> Suatu Status yang "tidak -pantas" atau layak berada dalam komunitas 
> masyarakat pada umumnya.
> Kenapa Yesus mau ya menjadi "pelayan/hamba"pada saat peristiwa pembasuhan 
> kaki para murid pada saat perjamuan terakhir ?
> 
> Saya yakin, Sebetulnya yang jadi pengurus DPP itu, tidak semuanya "pantas" 
> dimata Tuhan.
> Saya yakin, sebetulnya yang jadi pengurus DPP itu, "tidak bersedia" di pilih. 
> Tapi karena perkataan Maria-lah yang menjadi dasar "kesanggupan" itu. Karena 
> saya yakin, Tuhan sendiri yang "memilih" bukan lainnya.
> "Ketidakpantasan" akan berubah menjadi "pantas" ketika seseorang masuk dan 
> ikut ber"karya" di pengurus DPP.
> 
> Untuk Ibu Ina Setiabudi : saya bantu doakan, supaya "ketidak-pantas-an" itu 
> berubah menjadi "pantas" ..... dan saya minta ke - Tuhan langsung deh .... 
> Pake jalur khusus (hotline) .... :) piss ...
> 
> 
> 
> Salam,
> kristiyono
> =============
> 1932-anggrek
> www.onno.co.nr
> 
> From: [email protected] 
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ina Setiabudi
> Sent: 07 Juli 2009 10:48
> To: [email protected]
> Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas 
> Kelapa Dua, 5 Juli 2009
> 
> 
> 
> 
> Saya tidak tahu, apakah saya salah telah berkeluh kesah mengenai pelantikan 
> ini.   Saya pun tidak tau, jika memang ternyata jumlah pengurus hingga 700 
> orang.
> 
> Saya memang minggu lalu tidak datang misa di gereja St. Thomas, karena sedang 
> ke luar kota, jadi saya tidak mengetahui adanya pelantikan pada tanggal 5 
> Juli 2009 (jika memang diumumkan acara tersebut pada misa minggu lalu).
> 
> Saya sebenarnya menyadari kesalahan saya yang tidak mengetahui acara 
> pelantikan tersebut, karena ketidakhadiran saya di minggu sebelumnya.  Yang 
> sebenarnya menjadi kepedulian saya adalah anak saya yang sama sekali tidak 
> mendapat pengumuman mengenai mundurnya pelajaran Krisma pada tanggal 5 Juli 
> 2009.  Padahal, anak saya hadir pada pelajaran Krisma tanggal 28 Juni 2009.  
> Kami sebenarnya sudah mengatur rencana untuk berlibur bersama keluarga 
> setelah anak kami pulang dari pelajaran Krisma.   Seandainya saja anak saya 
> diberitahu perubahan jam pelajaran Krisma, kami akan dapat mengatur jadwal 
> liburan kami dengan lebih baik.
> 
> Saya menyadari juga kekurangan saya yang belum bisa menjadi pelayan bagi umat 
> gereja St. Thomas, oleh sebab itu - bukan saya tidak diberi kesempatan - saya 
> merasa belum pantas menjadi pengurus gereja.
> 
> Saya tidak bermaksud menghina DPP maupun tugas-tugas DPP (apapun singkatan 
> DPP itu), saya hanya mengemukakan uneg2 saya saja.  Jika ini tidak berkenan, 
> saya mohon maaf.
> 
> Salam,
> Ina Setiabudi
> 
> 
> 
>________________________________
> This email and its attachments may be confidential and are intended solely 
> for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions 
> expressed are solely those of the author and do not necessarily represent 
> those of Bina Nusantara.
> If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you 
> must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone.
> Please contact the sender if you believe you have received this email in 
> error.
>



Kirim email ke