Sekedar sharing :
Menjadi pengurus gereja itu salah satu bagian dari tugas perutusan bagi orang 
awam. Tugas perutusan ini jelas sekali disampaikan pada saat akhir misa.
Gelarnya pengurus adalah "pelayan/hamba". Seperti kata Maria ketika mendapat 
kabar dari malaikat Gabriel : "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut 
PerkataanMU".

Setiap "pelayan/hamba" adalah status ter-rendah dalam kasta budaya di 
masyarakat.
Suatu Status yang "tidak -pantas" atau layak berada dalam komunitas masyarakat 
pada umumnya.
Kenapa Yesus mau ya menjadi "pelayan/hamba"pada saat peristiwa pembasuhan kaki 
para murid pada saat perjamuan terakhir ?

Saya yakin, Sebetulnya yang jadi pengurus DPP itu, tidak semuanya "pantas" 
dimata Tuhan.
Saya yakin, sebetulnya yang jadi pengurus DPP itu, "tidak bersedia" di pilih. 
Tapi karena perkataan Maria-lah yang menjadi dasar "kesanggupan" itu. Karena 
saya yakin, Tuhan sendiri yang "memilih" bukan lainnya.
"Ketidakpantasan" akan berubah menjadi "pantas" ketika seseorang masuk dan ikut 
ber"karya" di pengurus DPP.

Untuk Ibu Ina Setiabudi : saya bantu doakan, supaya "ketidak-pantas-an" itu 
berubah menjadi "pantas" ..... dan saya minta ke - Tuhan langsung deh .... Pake 
jalur khusus (hotline) .... :) piss ...



Salam,
kristiyono
=============
1932-anggrek
www.onno.co.nr

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Ina Setiabudi
Sent: 07 Juli 2009 10:48
To: [email protected]
Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas 
Kelapa Dua, 5 Juli 2009




Saya tidak tahu, apakah saya salah telah berkeluh kesah mengenai pelantikan 
ini.   Saya pun tidak tau, jika memang ternyata jumlah pengurus hingga 700 
orang.

Saya memang minggu lalu tidak datang misa di gereja St. Thomas, karena sedang 
ke luar kota, jadi saya tidak mengetahui adanya pelantikan pada tanggal 5 Juli 
2009 (jika memang diumumkan acara tersebut pada misa minggu lalu).

Saya sebenarnya menyadari kesalahan saya yang tidak mengetahui acara pelantikan 
tersebut, karena ketidakhadiran saya di minggu sebelumnya.  Yang sebenarnya 
menjadi kepedulian saya adalah anak saya yang sama sekali tidak mendapat 
pengumuman mengenai mundurnya pelajaran Krisma pada tanggal 5 Juli 2009.  
Padahal, anak saya hadir pada pelajaran Krisma tanggal 28 Juni 2009.  Kami 
sebenarnya sudah mengatur rencana untuk berlibur bersama keluarga setelah anak 
kami pulang dari pelajaran Krisma.   Seandainya saja anak saya diberitahu 
perubahan jam pelajaran Krisma, kami akan dapat mengatur jadwal liburan kami 
dengan lebih baik.

Saya menyadari juga kekurangan saya yang belum bisa menjadi pelayan bagi umat 
gereja St. Thomas, oleh sebab itu - bukan saya tidak diberi kesempatan - saya 
merasa belum pantas menjadi pengurus gereja.

Saya tidak bermaksud menghina DPP maupun tugas-tugas DPP (apapun singkatan DPP 
itu), saya hanya mengemukakan uneg2 saya saja.  Jika ini tidak berkenan, saya 
mohon maaf.

Salam,
Ina Setiabudi



________________________________
This email and its attachments may be confidential and are intended solely for 
the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions 
expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those 
of Bina Nusantara.
If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you 
must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone.
Please contact the sender if you believe you have received this email in error.

Kirim email ke