Yth. Bapak / Ibu Terima kasih bapak dan ibu, kebetulan saya salah satu pengurus yang baru dilantik 5 juli kemarin. Namun menurut saya tidak ada umat yang dimanjakan dalam hal acara pelantikan ini termasuk para pengurus dan calon pengurus. kami hanya disediakan bangku tengah selama pelantikan berlangsung 2,5 jam agar kami bisa bekerja melayani umat selama 3 tahun masa kepengurusan. Sepengetahuan saya, : Acara pelantikan tanggal 5 juli ini sdh disosialisakan sudah cukup lama kepada para pengurus ketua lingkungan dan wilayah saat pelaksanaan pemilihan pengurus lingkungan dan wilayah termasuk pada saat rapat-rapat formatur pemilihan anggota pengurus Dewan Pastoral Paroki/DPP. Dan memang dalam pelantikan kali ini berbeda dengan pelantikan periode sebelumnya. Kalau periode sebelumnya, pelantikan pengurus lingkungan dan wilayah dilaksanakan dalam suatu misa wilayah di masing-masing wilayah dilanjutkan dengan serah terima. Sehingga ada 12 kali misa wilayah karena ada 12 wilayah. Sedangkan pelantikan periode kali ini dilaksanakan hanya satu kali tanggal 5 juli kemarin yang meliputi seluruh pengurus lingkungan, wilayah, DPP, organisasi-organisasi kategorial serta ada tambahan dewan baru yaitu Dewan Keuangan Paroki/DKP. Sehingga diperkirakan jumlah pengurus yang akan hadir seperti apa yg disampaikan pa Leo. Memang ada panitia pemilihan dan pelantikan pengurus, namun panitia tidak memiliki hak melarang umat untuk mengikuti misa 5 juli pukul 8 yang dipimpin Bapak Uskup bersama 2 romo paroki akibatnya banyak umat yang tidak bisa masuk ke dalam gereja. Hal ini diantisipasi oleh panitia/DPP dengan memasang tenda tanpa kursi yang tertata sehingga banyak juga umat yang baik membantu menata kursi, karena tidak mudah mendptkan kursi dan tenda semasa pilpres. Kalau ada bangku yang kosong di depan atau didalam gereja hal ini bisa terjadi karena memang pelantikan pengurus baru ini juga adalah muka lama sehingga ada yang tidak bisa hadir dengan alasan yang tentu bisa diterima, termasuk beberapa panitia yang tidak bisa membantu pelaksanaan pelantikan dengan alasan yang juga bisa diterima. Kebetulan saya duduk di bangku tengah urutan ke tiga dari depan sisi kanan melihat masih ada bangku depan sisi kanan pinggir yang kosong, namun agaknya umat tidak berani maju ke ke depan karean misa sudah dimulai. Dengan adanya pelantikan ini tentu misa menjadi lebih lama. Setelah misa usai dilaksanakan ramah tamah dengan Bapak Uskup di aula atas, hal ini mengakibatkan tertundanya kegiatan lain yang menggunakan aula atas. Selain itu dalam waktu yang bersamaan juga ada pemberkatan perkawinan di gereja, resepsi perkawinan di aula bawah, dan kegiatan lain. Kalau ada kesan bahwa pengurus lama dan baru memaksa untuk dilayani, hal ini mungkin saja karena ada masa transisi dari lama ke baru. Disatu sisi yang lama sdh gamang untuk bekerja karena mau berakhir, disisi lain yang baru ragu untuk bekerja karena belum diresmikan, bisa saja timbul kesan ambisi. Namun spt yang bpk Leo sampaikan, itulah wajah paroki kita, wajah wilayah kita dan wajah lingkungan kita yang mencerminkan wajah kita sendiri. Apabila wajah kita baik, niscaya baik juga untuk wajah paroki kita. salam Tri Djoko
--- On Thu, 7/9/09, Leo Rijadi <[email protected]> wrote: From: Leo Rijadi <[email protected]> Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas Kelapa Dua, 5 Juli 2009 To: [email protected] Date: Thursday, July 9, 2009, 2:37 PM Pak Prihantoko, Angka 700 itu hanya perhitungan kira2 berapa banyak pengurus yang akan dilantik, alias berapa bangku di dalam gereja yang perlu disediakan / dikosongkan. Perinciannya kira2 begini (juga masih kira2): 1. 40 lingkungan x 15 orang = 600 orang 2. 12 wilayah x 8 orang = 96 orang 3. stasi dan paroki = 50 orang 4. perkumpulan / kategorial = 20 orang TOTAL : sekitar 770 orang kalau semua datang. Kenyataannya yang hadir cuma sekitar 200 orang, berdasarkan perhitungan sekilas pandangan. Salam, Leo From: "Prihantoko, Robertus" <rprihantoko@ sldeasia. com> To: SantoThomas_ kela...@yahoogro ups.com Sent: Thursday, July 9, 2009 9:56:00 AM Subject: RE: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas Kelapa Dua, 5 Juli 2009 Mas Leo, DPP Paroki St. Thomas yang dilantik sebanyak 700 orang memangnya jumlah Seksi dan Lingkungan serta wilayahnya ada berapa??? Banyak juga yach? Thx R.Prihantoko From: SantoThomas_ kela...@yahoogro ups.com [mailto:SantoThomas _Kelapa2@ yahoogroups. com] On Behalf Of Leo Rijadi Sent: Monday, July 06, 2009 10:19 AM To: SantoThomas_ kela...@yahoogro ups.com Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas Kelapa Dua, 5 Juli 2009 Satu PR lagi bagi pengurus DPP lama, atau lebih tepatnya bagi petugas tatib misa pelantikan. Tidak hanya umat yang kaget, tapi beberapa 'pembesar' yang akan dilantik juga kaget, karena melihat kursi lipat masih ditumpuk di bawah tenda dan belum dibuka / disusun padahal waktu sudah menunjukkan pk 07.30. Akhirnya Bapak2 yang sudah rapi ini rela berkeringat untuk menyusun kursi untuk umat, mungkin ini salah satu sebab di dalam gereja masih terlihat kosong pada pk 07.45. Saya coba ringkas email dari Bu Ina di bawah ini: 1. Banyak bangku kosong yang belum diduduki (oleh pengurus yang akan dilantik) ketika umat datang. 2. Banyak umat yang tidak / belum terinformasi tentang adanya acara khusus / pelantikan, padahal beritanya sudah disebar sejak beberapa bulan yang lalu melalui pengurus lingkungan. 3. Prediksi pengurus yang akan dilantik terlalu tinggi (sampai 700 orang). 4. Terkesan tidak ada panitia khusus untuk acara pelantikan, sehingga kursi lipat di tenda tidak siap ketika umat datang, tidak ada pengumuman tertulis di pintu masuk. 5. Di-sebut2 tentang pangkat dan derajat pengurus yang lebih tinggi. Tapi pada kenyataannya, mengapa banyak umat menghindar dari jabatan pengurus? Apa mungkin karena pada hakikatnya, pengurus = pelayan? 6. Terkesan pula adanya penundaan mendadak pelajaran Krisma. Apakah panitia Krisma tidak memberi pengumuman seminggu sebelumnya? Ataukah pengumuman tidak tertangkap dengan baik oleh umat? 7. Terkesan dalam acara pelantikan, pengurus DPP lama & baru memaksa untuk dilayani. Banyak umat yang belum paham betul berat/sibuknya seorang pengurus, sehingga kesan inilah yang timbul. Bayangkan kalau pengurus tidak dilantik, banyak hal di lingkungan/wilayah/ paroki yang macet. Mereka yang tidak mengerti, mungkin selama ini keterlibatannya minimum saja. Akhir kata, memang beginilah wajah pengurus DPP Gereja St. Thomas yang tercinta ini. Maklum karena semuanya kerja suka rela. Banyak sebetulnya dari antara umat yang lebih pantas dan berkualitas untuk menjabat sebagai pengurus, namun mereka enggan karena satu dan lain hal. Apakah pintu hati Bu Ina terketuk dan tergerak untuk ikut jadi pengurus, supaya kualitas pengurus secara keseluruhan bisa meningkat? (Maaf, kalau Bu Ina memang menjabat sekarang.) Salam damai, Leo Rijadi From: Ina Setiabudi <ina.setiabudi@ ipmpr.net> To: SantoThomas_ kela...@yahoogro ups.com Sent: Sunday, July 5, 2009 8:41:50 PM Subject: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas Kelapa Dua, 5 Juli 2009 Dengan hormat, Hari ini, Minggu 5 Juli 2009, saya sangat kecewa dengan pengurus gereja St. Thomas Kelapa Dua. Bagaimana tidak? Saya dan keluarga tiba di gereja St. Thomas sekitar pukul 7.45 untuk mengikuti misa ke dua hari minggu. Sesampai di gereja, saya melihat, dekorasi mulai dari luar gereja hingga dalam gereja sudah menunjukkan adanya kegiatan ekstra hari ini. Masuk di dalam gereja, saya melihat beberapa baris di bagian depan tengah gereja sudah diberi tanda, khusus untuk pengurus yang akan dilantik hari ini. Kemudian, saya memilih tempat yang TIDAK diberi tanda oleh panitia. Ini hal yang biasa menurut saya. Kira-kira 5 menit setelah saya memilih tempat dan berdoa, ada pengumuman yang meminta DENGAN HORMAT, BAHWA UMAT YANG TIDAK DILANTIK, HARAP PINDAH MENEMPATI TEMPAT DI LUAR GEREJA. Alasannya adalah, tempat di dalam gereja akan dipenuhi oleh PENGURUS GEREJA YANG JUMLAHNYA AKAN LEBIH BANYAK DARI UMAT. Dan ternyata, tempat duduk yang disediakan untuk Pengurs Gereja Terhormat itu... BELUM DITEMPATI OLEH PENGURUS YANG AKAN DILANTIK. Tidak tau, apakah Para pengurus itu akan ikut masuk beriringan dengan Romo, atau tidak, tapi, bukankah sebaiknya para pengurus itu tiba sebelum umat hadir??????? ? Ternyata, di luar gereja, bangku-bangku belum tertata rapih untuk menyambut umat Tuhan yang akan mengikuti misa jam 8 pagi, dan di luar gereja tidak ada TV yang biasanya disediakan oleh panitia jika ternyata umat yang hadir dalam misa jumlahnya sangat membludak hingga ke luar gereja. Saya melihat panitia tidak serius mempersiapkan pelantikan pengurus ini. Apakah benar, jumlah pengurus gereja akan lebih banyak dari umat, sehingga umat harus mengalah dan duduk di luar???????? Tidak bisa kah, umat yang tidak berpangkat pengurus gereja, ikut duduk bersama para pengurus di dalam gereja?????? ????????? ????????? ????????? ???????? Beda kah derajat kami sehingga kami harus diUNGSIKAN di luar gereja?????? ????????? ????? Kami sekeluarga memutuskan keluar gereja dan tidak mengikuti misa jam 8 pagi. Siangnya, jam 10.00, anak kami yang sedang mengikuti pelajaran persiapan Krisma, datang ke gereja untuk mengikuti pelajaran. Tapi, apa yang terjadi????? ? ternyata pelajaran persiapan krisma pun mengalami penundaan hingga jam 12, dikarenakan pelantikan pengurus gereja ini. Kali ini korbannya adalah anak2. Tidak kah bisa diumumkan pada minggu lalu, bahwa pelajaran minggu ini akan dimulai pada pukul 12 bukan pukul 10, seperti yang tercantum pada pengumuman yang telah diberikan oleh anak kami pada saat pertama kali menghadiri persiapan Krisma? Apakah kegiatan pelantikan ini mendadak, sehingga tidak bisa diumumkan perubahan jadwal pelajaran ini pada hari minggu lalu? Tidak tahu kah pengurus, bahwa kami pun memiliki jadwal lain setelah anak kami mengikuti pelajaran di gereja ini? Kalau anak kami tidak hadir dalam persiapan ini, satu kali saja, apakah panitia Krisma dapat meluluskan anak kami mengikuti penerimaan sakramen Krisma? Mungkin jadwal kami tidak penting untuk panitia, tapi buat kami ini penting. Apa susahnya mengumumkan perubahan jadwal ini minggu lalu???? Selama 2 jam menunggu di Gereja, bisa saja terjadi sesuatu dengan anak kami, yang pada saat di gereja itu tidak kami dampingi. Terpikir kah oleh panitia, bagaimana dengan jadwal makan siang anak kami? Ya kalo anak kami punya uang untuk jajan... kalau tidak bagaimana? Memang, anak kami sudah duduk di bangku SMP... tapi tetap, mereka masih anak2, bukan seperti para pengurus gereja yang pastinya sudah dewasa dan bijaksana serta terhormat. Kalau para pengurus yang sudah dewasa saja masih ingin diistimewakan dan dilayani, apalagi anak kami yang masih duduk di bangku SMP. Mungkin, ini juga tidak penting buat panitia dan pengurus gereja ya, sehingga kejadian ini terjadi. Kami betul-betul kecewa. Bukankan Pengurus harusnya melayani umat? Ini justru Umat yang harus mengalah buat pengurusnya. .. bahkan anak2 pun harus mengalah!!!! ! Salam, Ina Setiabudi This transmission is intended only for use by the intended recipient(s) . If you are not an intended recipient you should not read, disclose, copy, circulate or in any other way use the information contained in this transmission. The information in this transmission may be confidential and/or privileged. If you received this transmission in an error, please notify the sender immediately and delete this transmission including any attachments.
