Mas Leo,
DPP Paroki St. Thomas yang dilantik sebanyak 700 orang memangnya jumlah
Seksi dan Lingkungan serta wilayahnya ada berapa??? Banyak juga yach?
 
Thx
R.Prihantoko

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Leo Rijadi
Sent: Monday, July 06, 2009 10:19 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St.
Thomas Kelapa Dua, 5 Juli 2009





Satu PR lagi bagi pengurus DPP lama, atau lebih tepatnya bagi
petugas tatib misa pelantikan. Tidak hanya umat yang kaget, tapi
beberapa 'pembesar' yang akan dilantik juga kaget, karena melihat
kursi lipat masih ditumpuk di bawah tenda dan belum dibuka / disusun
padahal waktu sudah menunjukkan pk 07.30. Akhirnya Bapak2 yang
sudah rapi ini rela berkeringat untuk menyusun kursi untuk umat,
mungkin ini salah satu sebab di dalam gereja masih terlihat kosong
pada pk 07.45.
 
Saya coba ringkas email dari Bu Ina di bawah ini:
1. Banyak bangku kosong yang belum diduduki (oleh pengurus yang
    akan dilantik) ketika umat datang.
2. Banyak umat yang tidak / belum terinformasi tentang adanya
    acara khusus / pelantikan, padahal beritanya sudah disebar
    sejak beberapa bulan yang lalu melalui pengurus lingkungan.
3. Prediksi pengurus yang akan dilantik terlalu tinggi (sampai 700
    orang).
4. Terkesan tidak ada panitia khusus untuk acara pelantikan, sehingga
    kursi lipat di tenda tidak siap ketika umat datang, tidak ada
    pengumuman tertulis di pintu masuk.
5. Di-sebut2 tentang pangkat dan derajat pengurus yang lebih tinggi.
    Tapi pada kenyataannya, mengapa banyak umat menghindar dari
    jabatan pengurus? Apa mungkin karena pada hakikatnya,
    pengurus = pelayan?
6. Terkesan pula adanya penundaan mendadak pelajaran Krisma.
    Apakah panitia Krisma tidak memberi pengumuman seminggu
    sebelumnya? Ataukah pengumuman tidak tertangkap dengan
    baik oleh umat?
7. Terkesan dalam acara pelantikan, pengurus DPP lama & baru
    memaksa untuk dilayani. Banyak umat yang belum paham betul
    berat/sibuknya seorang pengurus, sehingga kesan inilah yang
    timbul. Bayangkan kalau pengurus tidak dilantik, banyak hal
    di lingkungan/wilayah/paroki yang macet. Mereka yang tidak
    mengerti, mungkin selama ini keterlibatannya minimum saja.
 
Akhir kata, memang beginilah wajah pengurus DPP Gereja St. Thomas
yang tercinta ini. Maklum karena semuanya kerja suka rela. Banyak
sebetulnya dari antara umat yang lebih pantas dan berkualitas untuk
menjabat sebagai pengurus, namun mereka enggan karena satu dan
lain hal. Apakah pintu hati Bu Ina terketuk dan tergerak untuk ikut
jadi pengurus, supaya kualitas pengurus secara keseluruhan bisa
meningkat? (Maaf, kalau Bu Ina memang menjabat sekarang.)
 
Salam damai,
Leo Rijadi


________________________________

From: Ina Setiabudi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 5, 2009 8:41:50 PM
Subject: [StThomas_Kelapa2] Pelantikan Pengurus Dewan Paroki St. Thomas
Kelapa Dua, 5 Juli 2009



Dengan hormat,
 
Hari ini, Minggu 5 Juli 2009, saya sangat kecewa dengan pengurus gereja
St. Thomas Kelapa Dua.  Bagaimana tidak?  Saya dan keluarga tiba di
gereja St. Thomas sekitar pukul 7.45 untuk mengikuti misa ke dua hari
minggu.
 
Sesampai di gereja, saya melihat, dekorasi mulai dari luar gereja hingga
dalam gereja sudah menunjukkan adanya kegiatan ekstra hari ini.  Masuk
di dalam gereja, saya melihat beberapa baris di bagian depan tengah
gereja sudah diberi tanda, khusus untuk pengurus yang akan dilantik hari
ini.
 
Kemudian, saya memilih tempat yang TIDAK diberi tanda oleh panitia.  Ini
hal yang biasa menurut saya.  Kira-kira 5 menit setelah saya memilih
tempat dan berdoa, ada pengumuman yang meminta DENGAN HORMAT, BAHWA UMAT
YANG TIDAK DILANTIK, HARAP PINDAH MENEMPATI TEMPAT DI LUAR GEREJA.
Alasannya adalah, tempat di dalam gereja akan dipenuhi oleh PENGURUS
GEREJA YANG JUMLAHNYA AKAN LEBIH BANYAK DARI UMAT.  Dan ternyata, tempat
duduk yang disediakan untuk Pengurs Gereja Terhormat itu... BELUM
DITEMPATI OLEH PENGURUS YANG AKAN DILANTIK.  Tidak tau, apakah Para
pengurus itu akan ikut masuk beriringan dengan Romo, atau tidak, tapi,
bukankah sebaiknya para pengurus itu tiba sebelum umat hadir??????? ?
 
Ternyata, di luar gereja, bangku-bangku belum tertata rapih untuk
menyambut umat Tuhan yang akan mengikuti misa jam 8 pagi, dan di luar
gereja tidak ada TV yang biasanya disediakan oleh panitia jika ternyata
umat yang hadir dalam misa jumlahnya sangat membludak hingga ke luar
gereja.  Saya melihat panitia tidak serius mempersiapkan pelantikan
pengurus ini.  Apakah benar, jumlah pengurus gereja akan lebih banyak
dari umat, sehingga umat harus mengalah dan duduk di luar????????  Tidak
bisa kah, umat yang tidak berpangkat pengurus gereja, ikut duduk bersama
para pengurus di dalam gereja?????? ????????? ????????? ?????????
????????  Beda kah derajat kami sehingga kami harus diUNGSIKAN  di luar
gereja?????? ????????? ?????
 
Kami sekeluarga memutuskan keluar gereja dan tidak mengikuti misa jam 8
pagi. 
 
Siangnya, jam 10.00, anak kami yang sedang mengikuti pelajaran persiapan
Krisma, datang ke gereja untuk mengikuti pelajaran.  Tapi, apa yang
terjadi????? ?  ternyata pelajaran persiapan krisma pun mengalami
penundaan hingga jam 12, dikarenakan pelantikan pengurus gereja ini.
Kali ini korbannya adalah anak2.  Tidak kah bisa diumumkan pada minggu
lalu, bahwa pelajaran minggu ini akan dimulai pada pukul 12 bukan pukul
10, seperti yang tercantum pada pengumuman yang telah diberikan oleh
anak kami pada saat pertama kali menghadiri persiapan Krisma?  Apakah
kegiatan pelantikan ini mendadak, sehingga tidak bisa diumumkan
perubahan jadwal pelajaran ini pada hari minggu lalu?  Tidak tahu kah
pengurus, bahwa kami pun memiliki jadwal lain setelah anak kami
mengikuti pelajaran di gereja ini?  Kalau anak kami tidak hadir dalam
persiapan ini, satu kali saja, apakah panitia Krisma dapat meluluskan
anak kami mengikuti penerimaan sakramen Krisma?
 
Mungkin jadwal kami tidak penting untuk panitia, tapi buat kami ini
penting.  Apa susahnya mengumumkan perubahan jadwal ini minggu lalu????
Selama 2 jam menunggu di Gereja, bisa saja terjadi sesuatu dengan anak
kami, yang pada saat di gereja itu tidak kami dampingi.  Terpikir kah
oleh panitia, bagaimana dengan jadwal makan siang anak kami?  Ya kalo
anak kami punya uang untuk jajan... kalau tidak bagaimana? Memang, anak
kami sudah duduk di bangku SMP... tapi tetap, mereka masih anak2, bukan
seperti para pengurus gereja yang pastinya sudah dewasa dan bijaksana
serta terhormat.  Kalau para pengurus yang sudah dewasa saja masih ingin
diistimewakan dan dilayani, apalagi anak kami yang masih duduk di bangku
SMP.
 
Mungkin, ini juga tidak penting buat panitia dan pengurus gereja ya,
sehingga kejadian ini terjadi.  Kami betul-betul kecewa.  Bukankan
Pengurus harusnya melayani umat?  Ini justru Umat yang harus mengalah
buat pengurusnya. .. bahkan anak2 pun harus mengalah!!!! !
 
 
Salam,
Ina Setiabudi 



 
 
This transmission is intended only for use by the intended recipient(s). If you 
are not an intended recipient you should not read, disclose, copy, circulate or 
in any other way use the information contained in this transmission. The 
information in this transmission may be confidential and/or privileged. If you 
received this transmission in an error, please notify the sender immediately 
and delete this transmission including any attachments.

Kirim email ke