hi jimmy, boleh saya mengusik anda lagi?
dari posting pak robert tidak terlihat sama sekali bahwa pendapatnya telah "didesigned" terlebih dulu atas pengetahuannya tentang keluarga anda sebagai pengusaha walet; yang saya liat justru pak robert telah memberikan anda "good advice" dalam usaha walet; dimana antara lain ditanyakan tentang ijin yg anda miliki , yg tentunya hal ini langsung menyangkut dengan berbelangsungan usaha anda. jika anda sampaikan bahwa untuk usaha ini anda (saat ini) hanya memiliki imb, anda benar-benar telah mengambil resiko yg besar...
salam
tjung po
wrote:
wrote:
Dear Pak Robert,
Keberadaan saya di milis ini dan respon yang saya tulis hanya untuk
mengemukakan pendapat dan pengetahuan saya pribadi tanpa maksud
untuk mewakili pengusaha walet di Singkawang. Jadi tolong jangan
kaitkan dengan keluarga ataupun personal yang lain. Mungkin memang
pendapat saya ini salah dan itu menjadi sebuah 'makalah' dan mungkin
menjadi bahan buat pembelajaran saya.
Bagaimana sebuah ijin itu diterbitkan sedangkan tidak ada
peraturan/hukum yang mengaturnya? Yang ada hanyalah IMB. Apakah pada
saat meminta IMB perlu dicantumkan IMB dengan catatan membangun
rumah walet. 'Merenovasi' rumah dan mencari 'peruntungan' dari walet
mungkin bisa saya katakan disini mengingat tidak adanya jaminan 100%
kalau rumah yang kita dirikan atau rehab bisa menghasilkan. Kalau
misalnya tidak bisa masuk walet nya yah sudah ... mungkin bukan
merupakan keberuntungan kita. Hanya itu mungkin yang dipikirkan.
Sedangkan walet yang ada di Singkawang itu awal nya itu
datang/berkembang secara alami tanpa ada maksud 'merumahkan' seperti
skg ini. Apakah proses alami seperti itu juga melanggar sebuah
hukum? Saya pikir walet tidak pernah 'sekolah' kalau keberadaan nya
di tengah kota dan bisa merugikan atau menimbulkan kecemasan akan
wabah penyakit yang ditakuti.
"Tidak seorangpun berani menjamin bahwa burung walet aman dari
berbagai penyakit dimasa akan datang" (Roberylay)
Apakah ada yang bisa mengganti kerugian jika di masa yang datang
ternyata walet tidak menimbukan penyakit, sedangkan rumah walet
sudah dimusnahkan. Dari artikel2 yang dikumpul oleh Hendy dapat
dilihat kalau walet tidak membawa flu burung. Berbicara dimasa yang
akan datang saya juga optimis kalau kemajuan teknologi dan medis
juga pasti bisa mengatasi flu burung ini ataupun penyakit yang lain.
Bila kita terus dirundung ketakutan ini itu yang tidak pasti
bagaiman kita bisa bekerja maksimal?
Potensi yang sudah jelas di depan mata harus di 'grabbed' dulu
daripada kita kehilangan kemudian. Kesempatan tidak duduk manis
menunggu kita meraihnya tapi mesti berbuat sesuatu untuk
memanfaatkannya.
Kondisi terburuk bila memang merugikan yah pasti ada solusinya.
Tidak ada kata terlambat buat mencari sebuah solusi karena sumber
masalah selalu datang dulu sebelum diperlukan sebuah solusi.
Seandainya penangkaran dibuat jauh dari pemukiman penduduk. Sejauh
apa dr pemukiman penduduk? Walet bisa 'dirumahkan' dalam radius 5 km
dari sentral walet dan sentral walet di Singkawang berada di tengah
kota yg awalnya dr alami tanpa sengaja dipancing/dirumahkan. Berarti
harusnya tidak jauh dari 5 km. Bila terjadi pemekaran kota
dikemudian hari sampai radius lebih dari 5 km, bagaimana nasib rumah
walet yang dulu nya sudah didirikan sesuai dengan hukum/peraturan
yang ada? Apakah ini akan terus berlanjut tanpa akhir? gusur
menggusur dalam selang beberapa tahun. Mungkin saat itu sarang walet
sudah merupakan sarapan pagi buat anak cucu cicit kita :) dan tidak
menjadi potensi bagi kita.
Masalah walet ini tidak ada habisnya dari dulu. Mungkin perlu lebih
men-sosialisasikan potensi yg dihasilkan walet daripada
ketidakpastian yg dikatakan dapat merugikan. Di Singkawang, usaha
walet ini masih tergolong usia muda dibandingkan dengan daerah lain
(Lampung, Medan, Jawa, dll). Bila mereka bisa tetap bisa jalan
kenapa kita tidak?
Mungkin kita perlu seorang Superman atau Superhero buat memecahi
masalah ini yang visinya menyelamatkan manusia daripada memikirkan
perbaikan kehidupan ekonomi disaat ekonomi kita yg makin terpuruk.
Adakah ada Superhero disaat kehidupan materialistic dan individual
ini?
Mohon maaf bila pendapat saya ini salah dan saya siap menerima
masukan dan koreksi2 yang ada.
Regards,
Jimmy
--- In [EMAIL PROTECTED]ups.com , Robert Lay <robertlaymas@...>
wrote:
>
> Dear Jimmy,
> Menurut sumber infomasi dari intelligence di lapangan(kota
singkawang)yang saya terima,keluarga anda adalah pengusaha rumah
burung walet,kalau tidak salah rumah burung waletnya terletak dekat
dengan rumah sakit.Baguslah kalau begitu, membuat saya lebih mudah
memberi jawaban atas post anda dan banyak juga pertanyaan yang perlu
saya tanyakan kepada anda sebagai pihak pengusaha burung walet.
> Coba anda cek ijin usaha burung walet anda itu yg keluarkan oleh
pihak berwenang(walikota),bentuk izin permit atau izin sementara?
Masa berlakunya sampai berapa lama?
> Dari sini anda akan tahu posisi kedudukan hukum.Ingat itu izin!
Bisa pihak pemerintah tidak memperpanjang izin itu jika masa lakunya
habis.Tidak diperpanjang izin dengan berbagai pertimbangan:misal
> - situasi dan kondisi berubah,merusak lingkungan ,menyebarkan
penyakit.-
> faktor perubahan kebijaksanaan
> -penggantian pemerintah(walikota),karena pejabat baru punya
kebijaksanaan baru.
> Itu nasib "izin".Bukan bentuk dalam satu peraturan(hukum) yang
jelas permainan,anda bisa mengadakan lease dengan pemerintah dengan
jaminan jangka waktu tertentu,Dengan demikian usaha anda mendapat
perlindungan hukum yang jelas.Kalau anda menginvestkan sesuatu usaha
belum jelas hukumnya resiko yang harus anda hadapi:yaitu:
> -bisa anda dijadikan obyek pemerasan oleh oknum-oknum memanfaatkan
situasi yang anda hadapi.Karena anda was-was kalau ada perubahan
dapat menyebabkan usaha anda tidak berfungsi.
> -dari segi hukum usaha anda tidak mendapat perlindungan hukum(anda
tidak bisa menuntut kepada pihak yang memberi izin,"Izin" Itu selalu
punya masa laku sangat terbatas(pada umumnya < 3 tahun).Kecuali anda
ada perjanjian sewa(lease),anda berhak menuntut kerugian yang sesuai
didalam perjanjian kontrak.Sebagai pengusaha bijaksana,anda harus
tahu resiko yang akan anda hadapi jika menginvestkan kedalam usaha
yang belum jelas kedudukan hukumnya.
>
> Saya rasa,di forum banyak member ingin tahu bagaimana bentuk
pertanggunganjawaban akan diberikan oleh pemilik rumah burung walet,
kalau terjadi malapetaka pada suatu hari burung walet ini membawa
penyakit epidemis mengancam jiwa manusia.Sewarga kota Singkawang
anda juga mempunya kewajiban moral menjaga keselamatan jiwa penduduk
kota ini.Tidak seorangpun berani menjamin bahwa burung walet aman
dari berbagai penyakit dimasa akan datang.Menurut info dari badan
WHO negara Indonesi rawan terhadap penyakit flu burung.Seandainya
itu terjadi di kota Singkawang ternyata penularan oleh burung
walet,Tindakkan dan prosedur pengamanan apa yang akan diambil oleh
pihak pengusaha burung walet untuk menyelamatkan korban penduduk
disekitar rumah burung walet itu ?
> Biaya pengaobatan siapa yang tanggung ?Kemungkin besar seluruh
kota Singkawang akan dibekukan(tutup),bagaiman cara mengungsikan
penduduk kekota lain? Siapa yang menanggung semua biaya ekonomi dan
sosial?
> Ingat ini adalah malapetaka baru, belum pernah dihadapi penduduk
kota singkawang.Kekacauan pasti akan terjadi.
> Setidak-tidak APW(Asosiasi Pengusaha Walet) harus mempunyai
masterplanning untuk menghadapi malapetaka ini kalau itu
terjadi,sebagai peace of mind.Tanpa ada perosedur(management) yang
jelas dan jaminan(kerugian ekonomi) untuk mengatasi dan menangani
malapetaka terjadi.Penduduk kota singkawang ini masih belum mendapat
ketenangan dari masalah burung walet.
>
> Seandainya rumah burung walet terletak pada suatu lokasi jauh
dari tempat pemukiman penduduk.Kalau terjadi malapetaka jauh lebih
mudah diatas.
>
> salam,
> Robert Lay-sydney
>
>
>
>
>
>
> j4mon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear
Robert,
>
> Kalau nanti nya peraturan(hukum) yg mengatur rumah walet ini
memang
> totally 'menghilangkan' rumah walet di tengah kota, bukankah itu
> sesuatu yg 'tidak adil' juga? Misalnya pada saat saya membangun
> rumah walet ini tidak aturan ataupun hukum yg mengatur ttg
> pembangunan rumah walet. Berarti saya tidak melanggar hukum pada
> saat sebelum hukum itu exist dan saya mempunyai hak untuk
membangun.
> Berarti adanya hukum baru itu telah merugikan pihak2 tertentu yg
> exist lebih dahulu daripada hukum itu. Apakah bisa
hukum/peraturan
> dibuat tetapi berpotensial merugikan pihak2 tertentu? Mengingat
> tidak sedikit lagi pengusaha walet di Singkawang, saya kira ini
juga
> tidak bisa dibilang 'mengorbankan' pihak minoritas(pengusaha
walet)
> untuk kepentingan orang yang lebih banyak. Tambahan, isu walet
> pembawa penyakit itu belum ada kasusnya satu pun di DUNIA. Pernah
> saya baca di kompas, walet sendiri memproduksi antibodi untuk
> melawan flu burung.
> Pencegahan memang lebih baik daripada mengobati. Adanya wabah flu
> burung di Indonesia yang masih tidak bisa ditangani pemerintah
akan
> terus menjadi masalah bagi kita. Dikait-kaitkan dgn walet yang
> mungkin menjadi carrier penyakit tsb. Lagi, menurut pengetahuan
saya
> korban flu burung itu hanya menyerang penduduk yang tinggal di
> wilayah pedesaan. Bagaimana unggas di desa tersebut bisa sampai
> dijangkitin dan darimana sumber nya? Apakah sudah ada research
yang
> benar2 bisa kita yakinin cara penularan dll nya tersebut? Bila
> unggas yang terserang penyakit itu mati dan kemudian desa yg
dinggap
> terinfeksi flu burung tsb dimusnahkan unggas nya tapi herannya
> kenapa waktu pemusnahan itu warga masih mengelilingi dan
> menyaksikannya tanpa memakai masker dll. Bukankah itu suatu
resiko
> tinggi akan menular nya flu burung? Saya kira pemerintah kita
masih
> menutup2i keterbatasan atas kemampuan nya dalam mengerti 'flu
> burung'sehingga sulit mengatasinya.
>
> Singkawang sendiri sudah terbentuk APW(Asosiasi Pengusaha Walet)
> yang disini berusaha untuk melindungi hak-hak pengusaha dan
> kepentingan umum. Pro dan kontra pasti akan terjadi mengingat
tidak
> sedikit lg penduduk yang berlomba2 untuk membuat rumah walet tsb.
> Menurut saya, andaikan semua orang di singkawang 'mampu'mengubah
> hunian nya menjadi rumah walet mereka pasti akan ikut juga
membangun
> rumah walet. Hanya masalah kurangnya biaya yang membuat mereka
> tidak 'ikut' usaha ini. Andai saja, saya penduduk singkawang yang
> melihat prospek usaha walet ini. Tidak mungkin berdiam diri kalau
> memang saya punya sedikit duit untuk membangun rumah walet. Yang
> kemudian hari mengharapkan penghasilan yang jauh lebih bagus
> ketimbang ekonomi saya saat ini. Hal ini mengingat tidak mudah
untuk
> memulai usaha lain di Singkawang dan juga resiko yang lebih kecil
> daripada kita berbisnis/dagang. Anggap aja mungkin investasi
> properti kalau misalnya walet nya tidak masuk.
>
> Selain sisi negatif keberadaan walet yg 'mungkin' membawa wabah
> penyakit. Walet di Singkawang jg berdampak positif bagi penduduk
yg
> dulunya mempunyai tanah. Melambungnya harga tanah2 menguntungkan
> para pemilik tanah tsb. Ini mungkin bisa menyambung nadi
kehidupan
> para pemilik tanah yang kala ini tidak mempunyai pekerjaan.
> Setidaknya mempunyai 'peluang' untuk memperbaiki hidupnya.
Tambahan,
> hasil walet menjadi salah satu sumber pendapatan bagi penduduk
> Singkawang di kemudian hari.
>
> Mungkin exist nya pemain lama menjadi benefit 'extra' yang dimana
> diskriminasi mesti diabaikan(sosialisasikan). Mereka melihat
peluang
> terlebih dahulu. Hanya yang melihat peluang dulu yang
> menjadi 'lebih'. Adanya peluang dan waktu yang tepat itulah
menjadi
> sesuatu yang 'membedakan' kita dari yang lain. Menjadikan
kita 'core
> competitive' dengan yang lain.
>
> Regards,
> Jimmy Jamon
>
> --- In [EMAIL PROTECTED]ups.com , Robert Lay <robertlaymas@>
> wrote:
> >
> > Dear Jimmy,
> > Tanpa ada peraturan(hukum) yang jelas mengatur rumah burung
> walet,ini akan menjadi masalah kalau hanya melarang (tidak
diizinkan)
> penambahan rumah walet di tengah-tengah kota.Seandainya besok
Jimmy
> mau membangun rumah walet baru tetapi izin anda ditolak dengan
> alasan anda adalah pendatang baru dalam bisnis usaha
ini.Bagaimana
> reaksi anda ? Tentu saja anda merasa diperlakukan "tidak adil",
Anda
> juga merasa didiskriminasi(sebagai pendatang baru dalam bisnis
ini)
> dan seakan-akan bisnis ini "hanya dimonopoli oleh pemain lama
> saja".Anda sebagai warga yang baik,anda berkewajiban
memperjuangkan
> hak-hak anda itu.Karena itu akan merugikan pendapatan anda.
> >
> > salam,
> > Robert Lay-sydney
> >
> >
> > j4mon <j4mon@> wrote: Dear
> komunitas,
> >
> > Saya kira masalah walet ini tidak akan ada akhir nya. Saya
> > sependapat dengan Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita
> > lakukan mungkin hanya mencegah bertambahnya rumah walet di
> tengah2
> > kota.
> > Bagaimana mungkin pemerintah bisa menghilangkan rumah walet
yang
> ada
> > di dalam kota yang mungkin sudah mencapai 300 rumah.
Seandainya
> > seperti rancangan Perda Walet(Pontianak) kalau jadi
> direalisasikan,
> > pengusaha walet diberi waktu dua tahun buat memindahkan rumah
> walet
> > nya ke pinggiran kota apakah itu juga efektif? Mengingat tidak
> > gampang untuk 'merumahkan' walet dan memerlukan waktu yang
lama,
> > pengusaha tsb tidak akan mungkin mau start dr awal lagi dan
> > mengorbankan penghasilan nya yang super itu. Saya sependapat
> dengan
> > Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita lakukan mungkin
> hanya
> > mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 kota.
> >
> > Regards,
> > Jimmy Jamon
> >
> > > Dear Pak Li,
> > > Seandainya pak Li menjadi "calon walikota Pilkada 2006"
> > (seharusnya 2007!) seharus masalah rumah burung walet harus
> > diselesaikan,sebagai test case kemampuan..Karena sebagai warga
> > Amerika dengan "American style"kampanye elalu
> > mengutamakan "community safety and environment issue".Anda
akan
> > menyadari kepada masyarakat betapa pentingnya
> issue "environment"itu.
> > > Bahkan akan turun kelapangan(reseach) melihat keluhan dari
> > masyarakat kena masalah ini,kemudian menyusun bahan kampanye
yang
> > mengandung gagasan baru untuk memecahkan masalah ini.Sebagai
> > politician anda harus punya solution baru,konsep baru yang
> > diharapkan oleh pendukung anda.Anda tidak akan berkomplomi
dengan
> > siapa saja,true only true,
> > > Seandainya saya sebagai pemilih,saya tidak akan memilih anda
> kalau
> > anda tidak mempunya konsep baru pemecahan
> > masalah "fundamental"(burung walet,air,listrik) yang dihadapi
> kota
> > Singkawang sekarang dan masa akan datang.Milih anda berarti
sama
> > saja memilih pemimpin yang ada,yang tidak membawa perubahan
dan
> > kemajuan.
> > > Maaf,ini hanya "seandainya"
> > >
> > > salam,
> > > Robert Lay-sydney
> > >
> > >
> > > Clement lee <licansee@>
wrote:
> > > Pak Alang Thjai
> > >
> > > Inikan cuma saling tukar pikiran (brain storm) masalah
rumah
> > walet. Jadi tidak perlu kuatir pernyataan Pak Alang itu akan
> > menyinggung pihak2 tertentu.
> > > Kalau kita2 yg berpendidikan uni. (college grad) juga
takut2
> > memberikan opini, tidak akan maju2 lah masyarakat kita.
> > > Kalau pada akhirnya kita tetap mempunyai opini yg bertolak
> > belakang - kita masih bisa "agree to disagree" and "move on".
> Kalau
> > kita semua sudah bisa menerima "agree to disagree", itu sudah
> > merupakan suatu tanda kedewasaan hidup berdemokrasi.
> > >
> > > Kalau saya ini calon walikota Pilkada 2006, saya
akan "stay
> > away" dari masalah rumah walet belum saatnya. Kita tetap
> memerlukan
> > dukungan mereka. Mereka kan yg punya dana. Yg dapat "make
> something
> > happen". Segala program kerja perlu dana. Jadi kita tidak
> mau "make
> > enemy" dgn golongan2 yg memiliki dana.
> > > Rakyat kecil (yg jumlahnya lebih besar) kan tidak peduli
dgn
> > masalah rumah walet atau masalh PETI yg "pollute" sumber air
> minum
> > Skw dgn limpah merkurinya. Utk calon yg mau "play to win", dia
> itu
> > harus (choose your fight). Banyir, listrik dan air minum yg
> > akan "touch their daily life" mereka dan termasuk kehidupan
org
> di
> > semua golongan ekonomi.
> > >
> > > Coba tanya ke mereka: "Kalau mereka itu diberi Rp. 50,000
per
> > orang, apakah mereka itu akan memilih calon yg memberikan uang
> atau
> > calon yg akan melarang rumah walet". Politik itu kotor, di-
mana2,
> > termasuk di Amerika.
> > > Fact of life - "money politic" di-mana2.
> > >
> > > Pemda (Pemkot ?) kan sedang menyusun peraturan rumah walet
> sejak
> > beberapa tahun yg lalu dan sampai sekarang belum juga ada
> hasilnya,
> > dan kita tidak lagi membaca masalah rumah walet di Pontianak
Post
> > lagi. Tahu sendiri alasannya kan.
> > >
> > > Perlu waktu.
> > >
> > > Salam
> > >
> > > Li
> > >
> > > uray ali sjahran <uray_alisjahran@> wrote:
> > > Saya sependapat dengan Pak Robert,
> > >
> > > Apapun intinnya, kepentingan umum bagaimanapun juga hrs di
> > utamakan. Apalagi menyangkut lingkungan hidup dan kesehatan
> > masyarakat setempat.
> > >
> > > Namun sayang sekali apakah pemerintah setempat tdk
> memikirkan
> > effek sampingan dr rumah burung walet tsb sebelumnya
mengeluarkan
> > izin tsb.
> > >
> > > Dalam hal ini pemerintah setempatlah yang hrs bertanggung
> jawab.
> > >
> > > ali sj
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > alang tjhai <qqlang1977@> schrieb:
> > > Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang...
> > > Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di
> bangun
> > > rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan
> polusi
> > > udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna
suara2
> > > kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap
hari
> itu
> > > dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah.
> > > Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah
> > penghasilan
> > > mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami
masyarakat
> yg
> > > dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan
> dengan
> > Flu
> > > Burung.
> > > Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk
membangun
> > rumah
> > > walet selain di tengah kota????
> > > Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap
> pemerintah
> > > daerah memperhatikan masalah ini dengan serius......
> > > Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2
tertentu
> dan
> > > saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna
melalui
> > > artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk
memberikan
> > opini.
> > >
> > > --- In [EMAIL PROTECTED]ups.com , Li Malikasim <limalik@>
> wrote:
> > > >
> > > > Demikian pula pendapat saya.
> > > > Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step.
> > > > Pertama: melarang rumah walet baru.
> > > > Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya
bisa
> > > pasang plastik dilantai.
> > > > Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan
> bangunan
> > > baru diluar kota dgn uang hasil panen.
> > > > Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh
tahun,
> Skw
> > > sdh harus bersih dari rumah walet.
> > > >
> > > > Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir,
> > listrik,
> > > air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat
kecil
> > adalah
> > > hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian
dari
> > calon2
> > > walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn
> dana
> > yg
> > > tersedia dan menggalakan PMDN.
> > > >
> > > > Li
> > > >
> > > > Hendy Lie <hendylie@>
> > > wrote:
> > > > Dear Pak Robert,
> > > >
> > > > Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet
yang
> ada
> > > di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada
> yang
> > > kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang
sedang
> > > menyusun Perda soal walet ini.
> > > >
> > > > Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota,
> mungkin
> > > OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang
> sudah
> > > lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu
harus
> > > dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti
gak
> mau
> > > soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan
ratusan
> > > juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti
harus
> > > mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah
> Pemkot
> > > Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat
yakin
> > > Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat
ganti
> > > rugi :)
> > > >
> > > > Thanks
> > > >
> > > > Salam,
> > > > Hendy Lie
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ----- Original Message -----
> > > > From: Robert Lay
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Dear Pak Ali,Rudi dan Alang,
> > > > Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang
> > > terdahulu itu.
> > > > Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota
> Singkawang
> > > berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota
> > > Singkawang"
> > > > Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah:
> > > > -burung walet
> > > > -air
> > > > -listrik.
> > > > --------- dihapus ---------------
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > --------------------- --------- ---
> > > > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --------------------- --------- ---
> > > Besseren Schutz gegen Spam - jetzt bei dem neuen Yahoo!
> Mail .
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --------------------- --------- ---
> > > Do you Yahoo!?
> > > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --------------------- --------- ---
> > > Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help.
> Yahoo!
> > Small Business.
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --------------------- --------- ---
> > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US
(and
> 30+ countries) for 2ยข/min or less.
> >
>
>
>
>
>
>
> --------------------- --------- ---
> Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo!
Small Business.
>
Get your email and more, right on the new Yahoo.com __._,_.___
=====================================================
~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================
SPONSORED LINKS
| Pontianak hotel indonesia | Pontianak indonesia hotel |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
