hi tjung po,
makasih buat masukannya ttg legal pointnya dan yg terakhir ini.... 
saya lebih melihat peluang yang ada daripada sesuatu yg berpontensi
(belum) menjadi resiko dan pasti kalo memang itu menjadi sebuah 
resiko mau nga mau saya mesti menghadapi nya. 

jimmy



--- In [email protected], xeno phane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> hi jimmy, boleh saya mengusik anda lagi?
>    
>   dari posting pak robert tidak terlihat sama sekali bahwa 
pendapatnya telah "didesigned" terlebih dulu atas pengetahuannya 
tentang keluarga anda sebagai pengusaha walet; yang saya liat justru 
pak robert telah memberikan anda "good advice" dalam usaha walet; 
dimana antara lain ditanyakan tentang ijin yg anda miliki , yg 
tentunya hal ini langsung menyangkut dengan berbelangsungan usaha 
anda. jika anda sampaikan bahwa untuk usaha ini anda (saat ini) 
hanya memiliki imb, anda benar-benar telah mengambil resiko yg 
besar...
> 
>   salam 
>   tjung po
> wrote:
>           Dear Pak Robert,
> 
> Keberadaan saya di milis ini dan respon yang saya tulis hanya 
untuk 
> mengemukakan pendapat dan pengetahuan saya pribadi tanpa maksud 
> untuk mewakili pengusaha walet di Singkawang. Jadi tolong jangan 
> kaitkan dengan keluarga ataupun personal yang lain. Mungkin memang 
> pendapat saya ini salah dan itu menjadi sebuah 'makalah' dan 
mungkin 
> menjadi bahan buat pembelajaran saya. 
> 
> Bagaimana sebuah ijin itu diterbitkan sedangkan tidak ada 
> peraturan/hukum yang mengaturnya? Yang ada hanyalah IMB. Apakah 
pada 
> saat meminta IMB perlu dicantumkan IMB dengan catatan membangun 
> rumah walet. 'Merenovasi' rumah dan mencari 'peruntungan' dari 
walet 
> mungkin bisa saya katakan disini mengingat tidak adanya jaminan 
100% 
> kalau rumah yang kita dirikan atau rehab bisa menghasilkan. Kalau 
> misalnya tidak bisa masuk walet nya yah sudah ... mungkin bukan 
> merupakan keberuntungan kita. Hanya itu mungkin yang dipikirkan. 
> Sedangkan walet yang ada di Singkawang itu awal nya itu 
> datang/berkembang secara alami tanpa ada maksud 'merumahkan' 
seperti 
> skg ini. Apakah proses alami seperti itu juga melanggar sebuah 
> hukum? Saya pikir walet tidak pernah 'sekolah' kalau keberadaan 
nya 
> di tengah kota dan bisa merugikan atau menimbulkan kecemasan akan 
> wabah penyakit yang ditakuti. 
> 
> "Tidak seorangpun berani menjamin bahwa burung walet aman dari 
> berbagai penyakit dimasa akan datang" (Roberylay)
> Apakah ada yang bisa mengganti kerugian jika di masa yang datang 
> ternyata walet tidak menimbukan penyakit, sedangkan rumah walet 
> sudah dimusnahkan. Dari artikel2 yang dikumpul oleh Hendy dapat 
> dilihat kalau walet tidak membawa flu burung. Berbicara dimasa 
yang 
> akan datang saya juga optimis kalau kemajuan teknologi dan medis 
> juga pasti bisa mengatasi flu burung ini ataupun penyakit yang 
lain. 
> Bila kita terus dirundung ketakutan ini itu yang tidak pasti 
> bagaiman kita bisa bekerja maksimal? 
> Potensi yang sudah jelas di depan mata harus di 'grabbed' dulu 
> daripada kita kehilangan kemudian. Kesempatan tidak duduk manis 
> menunggu kita meraihnya tapi mesti berbuat sesuatu untuk 
> memanfaatkannya. 
> Kondisi terburuk bila memang merugikan yah pasti ada solusinya. 
> Tidak ada kata terlambat buat mencari sebuah solusi karena sumber 
> masalah selalu datang dulu sebelum diperlukan sebuah solusi. 
> 
> Seandainya penangkaran dibuat jauh dari pemukiman penduduk. Sejauh 
> apa dr pemukiman penduduk? Walet bisa 'dirumahkan' dalam radius 5 
km 
> dari sentral walet dan sentral walet di Singkawang berada di 
tengah 
> kota yg awalnya dr alami tanpa sengaja dipancing/dirumahkan. 
Berarti 
> harusnya tidak jauh dari 5 km. Bila terjadi pemekaran kota 
> dikemudian hari sampai radius lebih dari 5 km, bagaimana nasib 
rumah 
> walet yang dulu nya sudah didirikan sesuai dengan hukum/peraturan 
> yang ada? Apakah ini akan terus berlanjut tanpa akhir? gusur 
> menggusur dalam selang beberapa tahun. Mungkin saat itu sarang 
walet 
> sudah merupakan sarapan pagi buat anak cucu cicit kita :) dan 
tidak 
> menjadi potensi bagi kita. 
> 
> Masalah walet ini tidak ada habisnya dari dulu. Mungkin perlu 
lebih 
> men-sosialisasikan potensi yg dihasilkan walet daripada 
> ketidakpastian yg dikatakan dapat merugikan. Di Singkawang, usaha 
> walet ini masih tergolong usia muda dibandingkan dengan daerah lain
> (Lampung, Medan, Jawa, dll). Bila mereka bisa tetap bisa jalan 
> kenapa kita tidak? 
> 
> Mungkin kita perlu seorang Superman atau Superhero buat memecahi 
> masalah ini yang visinya menyelamatkan manusia daripada memikirkan 
> perbaikan kehidupan ekonomi disaat ekonomi kita yg makin terpuruk. 
> Adakah ada Superhero disaat kehidupan materialistic dan individual 
> ini?
> 
> Mohon maaf bila pendapat saya ini salah dan saya siap menerima 
> masukan dan koreksi2 yang ada. 
> 
> Regards,
> Jimmy
> 
> --- In [email protected], Robert Lay <robertlaymas@> 
> wrote:
> >
> > Dear Jimmy,
> > Menurut sumber infomasi dari intelligence di lapangan(kota 
> singkawang)yang saya terima,keluarga anda adalah pengusaha rumah 
> burung walet,kalau tidak salah rumah burung waletnya terletak 
dekat 
> dengan rumah sakit.Baguslah kalau begitu, membuat saya lebih mudah 
> memberi jawaban atas post anda dan banyak juga pertanyaan yang 
perlu 
> saya tanyakan kepada anda sebagai pihak pengusaha burung walet.
> > Coba anda cek ijin usaha burung walet anda itu yg keluarkan oleh 
> pihak berwenang(walikota),bentuk izin permit atau izin sementara?
> Masa berlakunya sampai berapa lama?
> > Dari sini anda akan tahu posisi kedudukan hukum.Ingat itu izin! 
> Bisa pihak pemerintah tidak memperpanjang izin itu jika masa 
lakunya 
> habis.Tidak diperpanjang izin dengan berbagai pertimbangan:misal
> > - situasi dan kondisi berubah,merusak lingkungan ,menyebarkan 
> penyakit.- 
> > faktor perubahan kebijaksanaan
> > -penggantian pemerintah(walikota),karena pejabat baru punya 
> kebijaksanaan baru.
> > Itu nasib "izin".Bukan bentuk dalam satu peraturan(hukum) yang 
> jelas permainan,anda bisa mengadakan lease dengan pemerintah 
dengan 
> jaminan jangka waktu tertentu,Dengan demikian usaha anda mendapat 
> perlindungan hukum yang jelas.Kalau anda menginvestkan sesuatu 
usaha 
> belum jelas hukumnya resiko yang harus anda hadapi:yaitu:
> > -bisa anda dijadikan obyek pemerasan oleh oknum-oknum 
memanfaatkan 
> situasi yang anda hadapi.Karena anda was-was kalau ada perubahan 
> dapat menyebabkan usaha anda tidak berfungsi.
> > -dari segi hukum usaha anda tidak mendapat perlindungan hukum
(anda 
> tidak bisa menuntut kepada pihak yang memberi izin,"Izin" Itu 
selalu 
> punya masa laku sangat terbatas(pada umumnya < 3 tahun).Kecuali 
anda 
> ada perjanjian sewa(lease),anda berhak menuntut kerugian yang 
sesuai 
> didalam perjanjian kontrak.Sebagai pengusaha bijaksana,anda harus 
> tahu resiko yang akan anda hadapi jika menginvestkan kedalam usaha 
> yang belum jelas kedudukan hukumnya.
> > 
> > Saya rasa,di forum banyak member ingin tahu bagaimana bentuk 
> pertanggunganjawaban akan diberikan oleh pemilik rumah burung 
walet, 
> kalau terjadi malapetaka pada suatu hari burung walet ini membawa 
> penyakit epidemis mengancam jiwa manusia.Sewarga kota Singkawang 
> anda juga mempunya kewajiban moral menjaga keselamatan jiwa 
penduduk 
> kota ini.Tidak seorangpun berani menjamin bahwa burung walet aman 
> dari berbagai penyakit dimasa akan datang.Menurut info dari badan 
> WHO negara Indonesi rawan terhadap penyakit flu burung.Seandainya 
> itu terjadi di kota Singkawang ternyata penularan oleh burung 
> walet,Tindakkan dan prosedur pengamanan apa yang akan diambil oleh 
> pihak pengusaha burung walet untuk menyelamatkan korban penduduk 
> disekitar rumah burung walet itu ?
> > Biaya pengaobatan siapa yang tanggung ?Kemungkin besar seluruh 
> kota Singkawang akan dibekukan(tutup),bagaiman cara mengungsikan 
> penduduk kekota lain? Siapa yang menanggung semua biaya ekonomi 
dan 
> sosial?
> > Ingat ini adalah malapetaka baru, belum pernah dihadapi penduduk 
> kota singkawang.Kekacauan pasti akan terjadi.
> > Setidak-tidak APW(Asosiasi Pengusaha Walet) harus mempunyai 
> masterplanning untuk menghadapi malapetaka ini kalau itu 
> terjadi,sebagai peace of mind.Tanpa ada perosedur(management) yang 
> jelas dan jaminan(kerugian ekonomi) untuk mengatasi dan menangani 
> malapetaka terjadi.Penduduk kota singkawang ini masih belum 
mendapat 
> ketenangan dari masalah burung walet.
> > 
> > Seandainya rumah burung walet terletak pada suatu lokasi jauh 
> dari tempat pemukiman penduduk.Kalau terjadi malapetaka jauh lebih 
> mudah diatas.
> > 
> > salam,
> > Robert Lay-sydney
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > j4mon <j4mon@> wrote: Dear 
> Robert,
> > 
> > Kalau nanti nya peraturan(hukum) yg mengatur rumah walet ini 
> memang 
> > totally 'menghilangkan' rumah walet di tengah kota, bukankah itu 
> > sesuatu yg 'tidak adil' juga? Misalnya pada saat saya membangun 
> > rumah walet ini tidak aturan ataupun hukum yg mengatur ttg 
> > pembangunan rumah walet. Berarti saya tidak melanggar hukum pada 
> > saat sebelum hukum itu exist dan saya mempunyai hak untuk 
> membangun. 
> > Berarti adanya hukum baru itu telah merugikan pihak2 tertentu yg 
> > exist lebih dahulu daripada hukum itu. Apakah bisa 
> hukum/peraturan 
> > dibuat tetapi berpotensial merugikan pihak2 tertentu? Mengingat 
> > tidak sedikit lagi pengusaha walet di Singkawang, saya kira ini 
> juga 
> > tidak bisa dibilang 'mengorbankan' pihak minoritas(pengusaha 
> walet) 
> > untuk kepentingan orang yang lebih banyak. Tambahan, isu walet 
> > pembawa penyakit itu belum ada kasusnya satu pun di DUNIA. 
Pernah 
> > saya baca di kompas, walet sendiri memproduksi antibodi untuk 
> > melawan flu burung. 
> > Pencegahan memang lebih baik daripada mengobati. Adanya wabah 
flu 
> > burung di Indonesia yang masih tidak bisa ditangani pemerintah 
> akan 
> > terus menjadi masalah bagi kita. Dikait-kaitkan dgn walet yang 
> > mungkin menjadi carrier penyakit tsb. Lagi, menurut pengetahuan 
> saya 
> > korban flu burung itu hanya menyerang penduduk yang tinggal di 
> > wilayah pedesaan. Bagaimana unggas di desa tersebut bisa sampai 
> > dijangkitin dan darimana sumber nya? Apakah sudah ada research 
> yang 
> > benar2 bisa kita yakinin cara penularan dll nya tersebut? Bila 
> > unggas yang terserang penyakit itu mati dan kemudian desa yg 
> dinggap 
> > terinfeksi flu burung tsb dimusnahkan unggas nya tapi herannya 
> > kenapa waktu pemusnahan itu warga masih mengelilingi dan 
> > menyaksikannya tanpa memakai masker dll. Bukankah itu suatu 
> resiko 
> > tinggi akan menular nya flu burung? Saya kira pemerintah kita 
> masih 
> > menutup2i keterbatasan atas kemampuan nya dalam mengerti 'flu 
> > burung'sehingga sulit mengatasinya.
> > 
> > Singkawang sendiri sudah terbentuk APW(Asosiasi Pengusaha Walet) 
> > yang disini berusaha untuk melindungi hak-hak pengusaha dan 
> > kepentingan umum. Pro dan kontra pasti akan terjadi mengingat 
> tidak 
> > sedikit lg penduduk yang berlomba2 untuk membuat rumah walet 
tsb. 
> > Menurut saya, andaikan semua orang di singkawang 'mampu'mengubah 
> > hunian nya menjadi rumah walet mereka pasti akan ikut juga 
> membangun 
> > rumah walet. Hanya masalah kurangnya biaya yang membuat mereka 
> > tidak 'ikut' usaha ini. Andai saja, saya penduduk singkawang 
yang 
> > melihat prospek usaha walet ini. Tidak mungkin berdiam diri 
kalau 
> > memang saya punya sedikit duit untuk membangun rumah walet. Yang 
> > kemudian hari mengharapkan penghasilan yang jauh lebih bagus 
> > ketimbang ekonomi saya saat ini. Hal ini mengingat tidak mudah 
> untuk 
> > memulai usaha lain di Singkawang dan juga resiko yang lebih 
kecil 
> > daripada kita berbisnis/dagang. Anggap aja mungkin investasi 
> > properti kalau misalnya walet nya tidak masuk. 
> > 
> > Selain sisi negatif keberadaan walet yg 'mungkin' membawa wabah 
> > penyakit. Walet di Singkawang jg berdampak positif bagi penduduk 
> yg 
> > dulunya mempunyai tanah. Melambungnya harga tanah2 menguntungkan 
> > para pemilik tanah tsb. Ini mungkin bisa menyambung nadi 
> kehidupan 
> > para pemilik tanah yang kala ini tidak mempunyai pekerjaan. 
> > Setidaknya mempunyai 'peluang' untuk memperbaiki hidupnya. 
> Tambahan, 
> > hasil walet menjadi salah satu sumber pendapatan bagi penduduk 
> > Singkawang di kemudian hari. 
> > 
> > Mungkin exist nya pemain lama menjadi benefit 'extra' yang 
dimana 
> > diskriminasi mesti diabaikan(sosialisasikan). Mereka melihat 
> peluang 
> > terlebih dahulu. Hanya yang melihat peluang dulu yang 
> > menjadi 'lebih'. Adanya peluang dan waktu yang tepat itulah 
> menjadi 
> > sesuatu yang 'membedakan' kita dari yang lain. Menjadikan 
> kita 'core 
> > competitive' dengan yang lain. 
> > 
> > Regards,
> > Jimmy Jamon
> > 
> > --- In [email protected], Robert Lay <robertlaymas@> 
> > wrote:
> > >
> > > Dear Jimmy,
> > > Tanpa ada peraturan(hukum) yang jelas mengatur rumah burung 
> > walet,ini akan menjadi masalah kalau hanya melarang (tidak 
> diizinkan)
> > penambahan rumah walet di tengah-tengah kota.Seandainya besok 
> Jimmy 
> > mau membangun rumah walet baru tetapi izin anda ditolak dengan 
> > alasan anda adalah pendatang baru dalam bisnis usaha 
> ini.Bagaimana 
> > reaksi anda ? Tentu saja anda merasa diperlakukan "tidak adil", 
> Anda 
> > juga merasa didiskriminasi(sebagai pendatang baru dalam bisnis 
> ini) 
> > dan seakan-akan bisnis ini "hanya dimonopoli oleh pemain lama 
> > saja".Anda sebagai warga yang baik,anda berkewajiban 
> memperjuangkan 
> > hak-hak anda itu.Karena itu akan merugikan pendapatan anda.
> > > 
> > > salam,
> > > Robert Lay-sydney
> > > 
> > > 
> > > j4mon <j4mon@> wrote: Dear 
> > komunitas,
> > > 
> > > Saya kira masalah walet ini tidak akan ada akhir nya. Saya 
> > > sependapat dengan Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita 
> > > lakukan mungkin hanya mencegah bertambahnya rumah walet di 
> > tengah2 
> > > kota.
> > > Bagaimana mungkin pemerintah bisa menghilangkan rumah walet 
> yang 
> > ada 
> > > di dalam kota yang mungkin sudah mencapai 300 rumah. 
> Seandainya 
> > > seperti rancangan Perda Walet(Pontianak) kalau jadi 
> > direalisasikan, 
> > > pengusaha walet diberi waktu dua tahun buat memindahkan rumah 
> > walet 
> > > nya ke pinggiran kota apakah itu juga efektif? Mengingat tidak 
> > > gampang untuk 'merumahkan' walet dan memerlukan waktu yang 
> lama, 
> > > pengusaha tsb tidak akan mungkin mau start dr awal lagi dan 
> > > mengorbankan penghasilan nya yang super itu. Saya sependapat 
> > dengan 
> > > Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita lakukan mungkin 
> > hanya 
> > > mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 kota.
> > > 
> > > Regards,
> > > Jimmy Jamon
> > > 
> > > > Dear Pak Li,
> > > > Seandainya pak Li menjadi "calon walikota Pilkada 2006" 
> > > (seharusnya 2007!) seharus masalah rumah burung walet harus 
> > > diselesaikan,sebagai test case kemampuan..Karena sebagai warga 
> > > Amerika dengan "American style"kampanye elalu 
> > > mengutamakan "community safety and environment issue".Anda 
> akan 
> > > menyadari kepada masyarakat betapa pentingnya 
> > issue "environment"itu.
> > > > Bahkan akan turun kelapangan(reseach) melihat keluhan dari 
> > > masyarakat kena masalah ini,kemudian menyusun bahan kampanye 
> yang 
> > > mengandung gagasan baru untuk memecahkan masalah ini.Sebagai 
> > > politician anda harus punya solution baru,konsep baru yang 
> > > diharapkan oleh pendukung anda.Anda tidak akan berkomplomi 
> dengan 
> > > siapa saja,true only true,
> > > > Seandainya saya sebagai pemilih,saya tidak akan memilih anda 
> > kalau 
> > > anda tidak mempunya konsep baru pemecahan 
> > > masalah "fundamental"(burung walet,air,listrik) yang dihadapi 
> > kota 
> > > Singkawang sekarang dan masa akan datang.Milih anda berarti 
> sama 
> > > saja memilih pemimpin yang ada,yang tidak membawa perubahan 
> dan 
> > > kemajuan.
> > > > Maaf,ini hanya "seandainya"
> > > > 
> > > > salam,
> > > > Robert Lay-sydney
> > > > 
> > > > 
> > > > Clement lee <licansee@> 
> wrote: 
> > > > Pak Alang Thjai
> > > > 
> > > > Inikan cuma saling tukar pikiran (brain storm) masalah 
> rumah 
> > > walet. Jadi tidak perlu kuatir pernyataan Pak Alang itu akan 
> > > menyinggung pihak2 tertentu.
> > > > Kalau kita2 yg berpendidikan uni. (college grad) juga 
> takut2 
> > > memberikan opini, tidak akan maju2 lah masyarakat kita.
> > > > Kalau pada akhirnya kita tetap mempunyai opini yg bertolak 
> > > belakang - kita masih bisa "agree to disagree" and "move on". 
> > Kalau 
> > > kita semua sudah bisa menerima "agree to disagree", itu sudah 
> > > merupakan suatu tanda kedewasaan hidup berdemokrasi.
> > > > 
> > > > Kalau saya ini calon walikota Pilkada 2006, saya 
> akan "stay 
> > > away" dari masalah rumah walet belum saatnya. Kita tetap 
> > memerlukan 
> > > dukungan mereka. Mereka kan yg punya dana. Yg dapat "make 
> > something 
> > > happen". Segala program kerja perlu dana. Jadi kita tidak 
> > mau "make 
> > > enemy" dgn golongan2 yg memiliki dana.
> > > > Rakyat kecil (yg jumlahnya lebih besar) kan tidak peduli 
> dgn 
> > > masalah rumah walet atau masalh PETI yg "pollute" sumber air 
> > minum 
> > > Skw dgn limpah merkurinya. Utk calon yg mau "play to win", dia 
> > itu 
> > > harus (choose your fight). Banyir, listrik dan air minum yg 
> > > akan "touch their daily life" mereka dan termasuk kehidupan 
> org 
> > di 
> > > semua golongan ekonomi.
> > > > 
> > > > Coba tanya ke mereka: "Kalau mereka itu diberi Rp. 50,000 
> per 
> > > orang, apakah mereka itu akan memilih calon yg memberikan uang 
> > atau 
> > > calon yg akan melarang rumah walet". Politik itu kotor, di-
> mana2, 
> > > termasuk di Amerika.
> > > > Fact of life - "money politic" di-mana2. 
> > > > 
> > > > Pemda (Pemkot ?) kan sedang menyusun peraturan rumah walet 
> > sejak 
> > > beberapa tahun yg lalu dan sampai sekarang belum juga ada 
> > hasilnya, 
> > > dan kita tidak lagi membaca masalah rumah walet di Pontianak 
> Post 
> > > lagi. Tahu sendiri alasannya kan.
> > > > 
> > > > Perlu waktu.
> > > > 
> > > > Salam
> > > > 
> > > > Li
> > > > 
> > > > uray ali sjahran <uray_alisjahran@> wrote:
> > > > Saya sependapat dengan Pak Robert,
> > > > 
> > > > Apapun intinnya, kepentingan umum bagaimanapun juga hrs di 
> > > utamakan. Apalagi menyangkut lingkungan hidup dan kesehatan 
> > > masyarakat setempat.
> > > > 
> > > > Namun sayang sekali apakah pemerintah setempat tdk 
> > memikirkan 
> > > effek sampingan dr rumah burung walet tsb sebelumnya 
> mengeluarkan 
> > > izin tsb.
> > > > 
> > > > Dalam hal ini pemerintah setempatlah yang hrs bertanggung 
> > jawab.
> > > > 
> > > > ali sj
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > alang tjhai <qqlang1977@> schrieb:
> > > > Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang...
> > > > Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di 
> > bangun 
> > > > rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan 
> > polusi 
> > > > udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna 
> suara2 
> > > > kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap 
> hari 
> > itu 
> > > > dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah.
> > > > Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah 
> > > penghasilan 
> > > > mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami 
> masyarakat 
> > yg 
> > > > dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan 
> > dengan 
> > > Flu 
> > > > Burung.
> > > > Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk 
> membangun 
> > > rumah 
> > > > walet selain di tengah kota????
> > > > Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap 
> > pemerintah 
> > > > daerah memperhatikan masalah ini dengan serius......
> > > > Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2 
> tertentu 
> > dan 
> > > > saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna 
> melalui 
> > > > artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk 
> memberikan 
> > > opini.
> > > > 
> > > > --- In [email protected], Li Malikasim <limalik@> 
> > wrote:
> > > > >
> > > > > Demikian pula pendapat saya.
> > > > > Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step.
> > > > > Pertama: melarang rumah walet baru.
> > > > > Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya 
> bisa 
> > > > pasang plastik dilantai.
> > > > > Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan 
> > bangunan 
> > > > baru diluar kota dgn uang hasil panen.
> > > > > Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh 
> tahun, 
> > Skw 
> > > > sdh harus bersih dari rumah walet.
> > > > > 
> > > > > Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir, 
> > > listrik, 
> > > > air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat 
> kecil 
> > > adalah 
> > > > hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian 
> dari 
> > > calon2 
> > > > walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn 
> > dana 
> > > yg 
> > > > tersedia dan menggalakan PMDN.
> > > > > 
> > > > > Li
> > > > > 
> > > > > Hendy Lie <hendylie@> 
> > > > wrote: 
> > > > > Dear Pak Robert,
> > > > > 
> > > > > Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet 
> yang 
> > ada 
> > > > di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada 
> > yang 
> > > > kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang 
> sedang 
> > > > menyusun Perda soal walet ini. 
> > > > > 
> > > > > Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota, 
> > mungkin 
> > > > OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang 
> > sudah 
> > > > lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu 
> harus 
> > > > dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti 
> gak 
> > mau 
> > > > soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan 
> ratusan 
> > > > juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti 
> harus 
> > > > mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah 
> > Pemkot 
> > > > Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat 
> yakin 
> > > > Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat 
> ganti 
> > > > rugi :)
> > > > > 
> > > > > Thanks
> > > > > 
> > > > > Salam,
> > > > > Hendy Lie
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > ----- Original Message ----- 
> > > > > From: Robert Lay 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > Dear Pak Ali,Rudi dan Alang,
> > > > > Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang 
> > > > terdahulu itu.
> > > > > Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota 
> > Singkawang 
> > > > berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota 
> > > > Singkawang"
> > > > > Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah:
> > > > > -burung walet
> > > > > -air
> > > > > -listrik.
> > > > > --------- dihapus --------------- 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
> > > > >
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > ---------------------------------
> > > > Besseren Schutz gegen Spam - jetzt bei dem neuen Yahoo! 
> > Mail . 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > ---------------------------------
> > > > Do you Yahoo!?
> > > > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > ---------------------------------
> > > > Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. 
> > Yahoo! 
> > > Small Business.
> > > >
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US 
> (and 
> > 30+ countries) for 2ยข/min or less.
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. 
Yahoo! 
> Small Business.
> >
> 
> 
> 
>          
> 
>               
> ---------------------------------
> Get your email and more, right on the  new Yahoo.com
>






=====================================================
~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
===================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke