Bengkayang, Uskup Agung Pontianak Mgr Hieronymus Bumbun OFM Cap meresmikan dan memberkati Gereja Santo Thomas Rasul Sebandut, Kecamatan Capkala, Minggu (5/10) siang. Peresmian gereja berukuran 8 x 20 meter tersebut dihadiri Bupati Bengkayang Drs Jacobus Luna MSi, Wakil Bupati Suryadman Gidot SPd, Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM, Ketua Komisi B DPRD Kalbar Moses Alep serta ratusan umat Katolik Paroki Singkawang.
Uskup Agung kepada umatnya berpesan, agar memelihara dan menjaga gereja yang telah dibangun. Juga saling menghargai satu dengan yang lain guna mencegah kekacauan. Pembangunan ujarnya, mustahil terlaksana tanpa kerjasama. Sebaliknya, pembangunan harus dipertanggungjawabkan secara benar agar memberikan dampak positif bagi anak-cucu. "Saya sungguh berharap di masa mendatang umat Gereja Santo Thomas Rasul Sebandut semakin bertambah dan rajin beribadah," ujar rohaniawan yang telah berusia 71 tahun ini. Lebih jauh Uskup Agung menginginkan, pembinaan umat agar ditingkatkan dari waktu ke waktu. Ciri umat dewasa biologis dan rohani ungkapnya, dapat membedakan antara kebaikan dengan kejahatan. Perbuatan baik bukan hanya untuk diri sendiri. Melainkan kepada masyarakat dan dilaksanakan dengan kesadaran sendiri. Senada, Pastor Paroki Singkawang Pasificus Wiady OFM Cap merasa gembira dengan peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Thomas Rasul Sebandut. Terlebih, menyaksikan seluruh umat tanpa mengenal suku dan tingkat ekonomi berkumpul untuk mengikuti misa, mendengarkan khotbah, bergembira ria serta makan bersama. Gereja Santo Thomas Rasul memiliki jamaah sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) dan merupakan yang termuda diantara 17 gereja dalam naungan Paroki Singkawang. "Gereja adalah rumah ibadah yang terbuka untuk umum," tandasnya. Kesatuan umat, kerukunan dan rasa tanggap menurut Pasificus menjadi dasar pembangunan Gereja Santo Thomas Rasul. Guna meningkatkan pelayanan umat, maka satu suster serta dua mahasiswa strata satu (S-1) STP Nyarumkop ditempatkan selama lima bulan di Desa Sebandut. "Dengan pertambahan Gereja Santo Thomas Rasul, maka beberapa gereja di sekitar sini diarahkan pada kesatuan administrasi. Selanjutnya, menjadi paroki persiapan," ucapnya yang senantiasa didampingi satu umat Paroki Singkawang Pius Ma. Ketua Panitia Pembangunan Apin Jani ditempat yang sama menyebut, sebelumnya umat Katolik disana beribadah di gubuk derita yang tak jauh dari gereja baru. Suster utusan hadir melayani sebulan satu kali. Selebihnya, pelayanan rohani dilakukan para pemimpin umat. "Pembangunan berkisar tiga bulan. Terhapus sudah kerinduan memiliki gereja setelah sekian tahun," ucap Apin. Sayangnya infrastruktur jalan menuju Gereja Santo Thomas Rasul masih sangat memprihatinkan. Pada badan jalan, banyak lubang menganga sedemikian besar dan dalam. Ketika hujan turun, jalan pun menjadi kubangan dan becek. Seluruh jembatan masih terbuat dari batang kelapa. Listrik pun belum menjangkau rumah warga maupun gereja. Pastor dan umat pun meminta perhatian dari Pemkab Bengkayang. Baik, peningkatan status maupun kualitas jalan, sarana air bersih dan listrik. Merespon aspirasi arus bawah tersebut, Bupati Bengkayang Drs Jacobus Luna MSi berdiplomasi, akan menjadi penyambung lidah bagi warga kepada Gubernur Kalimantan Barat. "Pemda Bengkayang sangat terbantu dengan pembangunan gereja yang dilakukan umat. Saya sendiri menilai suatu kemandirian," bebernya. Kepada seluruh warga yang hadir, Luna mengajak untuk perang terhadap kemiskinan. Caranya dengan menggarap lahan tidur dan meningkatkan etos kerja. "Pembangunan gereja menggunakan dana besar. Karena itu umat harus memanfaatkan gereja baru secara maksimal untuk peningkatan iman dan percaya pada diri masing-masing," imbuh Moses Alep. (man) Sumber : www.equator-news.com
