Singkawang, Pra dan pasca lebaran, air berhenti mengalir dari pipa PDAM Sambas 
bagi ribuan pelanggannya di Kota Singkawang. Wali Kota Singkawang Hasan Karman 
SH MM mengaku turut prihatin dan menjadi salah satu korban. Sehingga ia 
terpaksa membeli air bersih dalam kemasan tangki.

"Pemkot Singkawang hanya menunggu hasil serah terima aset PDAM dari Kabupaten 
Sambas. Mengenai tempat dan waktu penyerahan hingga sekarang belum tercapai. 
Walaupun, Pemkab Sambas menjadwalkan setelah lebaran," terangnya ditemui usai 
peresmian Gereja Santo Thomas Rasul Sebandut, Minggu (5/10) siang.

Jika penyerahan terealisasi, Hasan memastikan manajemen PDAM sepenuhnya 
dikendalikan oleh Pemkot Singkawang. Tepatnya, dalam naungan Dinas Pekerjaan 
Umum. "Kita juga punya rencana mengelola PDAM dengan mendirikan BUMD. Sehingga 
bisa membenahi manajemen melalui joint venture dengan investor swasta. Namun 
ini alternatif terakhir," ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Kendala penyerahan aset sebut Hasan, sangat kompleks. Antara lain audit Badan 
Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) yang tak kunjung selesai. Demikian juga 
kondisi dilematis karyawan PDAM bagi Pemkot Singkawang. "Saya sudah berkal-kali 
menghubungi BPKP menanyakan perkembangan audit. Namun jawaban tidak memuaskan," 
sesalnya.

Kaburnya jadwal penyerahan aset PDAM Sambas kepada Pemkot Singkawang merupakan 
pertanda panjangnya penderitaan para pelanggan. Bila dikalkulasi, kuantitas 
pelanggan PDAM Sambas di Kota Singkawang mencapai 12 ribu sambungan. Sementara 
pada bulan Ramadan, ratusan karyawan PDAM Sambas menggelar aksi mogok kerja.

Pemicunya, keterlambatan pembayaran THR dan gaji. Manajemen PDAM Sambas yang 
amburadul semakin terkuak ketika tunggakan iuran listrik mencapai Rp 213 juta 
selama tiga bulan. PLN Cabang Singkawang bahkan mengancam memutuskan aliran 
listrik ke PDAM Sambas. Terabaikannya hak-hak konsumen oleh PDAM menjadi muara 
semua persoalan tersebut. Dipastikan, air bersih berhenti mengalir dalam waktu 
lama. Sayangnya, nihil solusi dari para pengambil keputusan. Padahal, air 
bersih menjadi kebutuhan pokok warga Kota Singkawang. "Selama lebaran, air 
bersih berhenti mengalir. Sementara momen itu, air sangat diperlukan. Kita 
sekeluarga menjadi kalang kabut," tandas Frino yang berdomisili di Sekip Lama.

Para karyawan PDAM Sambas sendiri berkali-kali mendesak Bupati Sambas mengganti 
Direktur Utama PDAM Sulaiman SH. Mengingat, sudah empat bulan tidak pernah 
masuk kantor. (man)

Sumber : www.equator-news.com

Kirim email ke