ikutan comment ah..soalnya banyak bgt yg ngebahas poligami.. sorry sp email temen2 blm sempet kebaca ni..hehehe
kalo boleh jujur.. gmn sihh seseorang kita bs bilang ikhlas itu ??? apa ada ??? yg seperti apa ??? yg mengijinkan suaminya menikah lg.. menerima semua dg iklas dan sabar.. apa bisa ??? Subhanallah untuk istri yg hebat yg bisa terima dimadu.. tp apa mereka betul2 ikhlas ? apa betul2 suami merasa "tenang" hatinya.. kalau dia tidak menyakitkan hati istri pertama.. kalau dijawab.. tentu jawabannya TIDAK MUNGKIN !!! So.. aku keberatan dg poligami.. rasanya lebih baik ditinggal drpd harus punya suami yg berhati dua.. ( ups ! belum punya suami sii.. tp semoga dp suami yg setia ) Jadi teringat cerita sahabat dekatku.. mungkin 17thn yg lalu.. saat seorang suami bersujud dikaki istri untuk minta ijin berpoligami ..saat seorang ayah merayu syahdu kapada anak.. meyakinkan bahwa poligami bukan perpisahan sebuah keluarga OK - DITERIMA.. dia memiliki dua orang ibu.. toh apa yg bisa diperbuat anak ? 17thn sudah - kedua istri itu hidup rukun.. hingga kini tapi.. tetep saja hati tak bisa berdusta.. kharisma "istri kedua " tetap buruk dimata keluarga walau dia lebih hebat.. lebih cantik.. lebih berpendidikan.. bahkan lebih berahklak.. tetap ia tidak dapat memiliki kharisma yg sama apa istri pertama ikhlas..dg mengijinkannya ? kalau dari cerita yg diterima.. si ibu tak ambil pusing yg utama dia fikirkan hanyalah anak2 nya.. tumpuan hatinya.. harapannya kelak.. tapi.. tidak kah kalian berfikir hai kaum PRIA ?? begitu BEDA cara berfikir kalian dg wanita.. sungguh hebat WANITA spt ini tp tetap kalian menDUAkan nya ? Dia ikhlas.. tp apakah kalian tidak merasa menyakitinya SEDIKIT pun ? Lulu ' 97 PS : Mohon maaf atas khilaf kata dan buruk sangka.. ----- Original Message ----- From: Ardian Pettrucci To: [email protected] Sent: Wednesday, December 06, 2006 2:06 PM Subject: Re: [sma1bks] Noon Coffee Break saya setujuuuu dengan poligami...asal tuh ga ngerepotin (tapi gimana caranya yah)hehehe... senang sekali membaca tulisan mba' Lusiana M. Hevita...menyegarkan...hahaha. memang efek dari poligami adalah kaum perempuan yang paling "menderita"...dan bagi yang mendukung masalah feminisme, pasti keberatan dengan poligami, secara tidak langsung itu sama saja menyakiti dan memasung kehidupan dari kaum perempuan...belum lagi masalah psikis dampak dari poligami....tapi tenang saja kaum perempuan, kalo ente semua ikhlas jaminannya sorga...hahaha...trus yang penting Rock On selalu deh... salam kenal dari saya Ardian 99 Keep On Rock 'N Roll! nb: dicari perempuan tahan banting,tahan cuaca,ga iseng bikin video,anti air,anti debu,anti infotainment... --- "Lusiana M. Hevita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Noon Coffee Break > > Siapa hayoo yang setuju poligami? ckckck..para > pria ngacung semua :p > Wah, topik poligami ada di mana-mana nih, ya di > televisi, internet, majalah, koran.. cerpen di > femina terbaru juga topiknya tentang itu. Pro dan > kontra yang kayaknya berlangsung sepanjang abad > ya... Sejak jaman dulu juga poligami sudah ada. > Bedanya, karena sekarang komunikasi dan informasi > sudah jauh lebih maju, berita seputar ini lebih > mudah diekspos. > > Tapi, ada perubahan apa ya yang terjadi di diri > para perempuan? Apa karena perempuan makin 'cerdas', > makin besar kiprahnya, isu ini jadi mencuat 'tajam'. > Kalau ingat kata dosen saya yang Ph. D itu, "dunia > ini memang didominasi laki-laki", makanya peperangan > dan segala jenis alat bantunya, bisa berkembang > dengan sangat pesat. Kalau perempuan yang dominan, > mungkin ga ada tuh perang... Dunia akan lebih > aman-nyaman, tenang, damai... tapi diujungnya dosen > saya menambahkan, "dan mungkin TI juga tidak bisa > sepesat sekarang.." hihi..bagusnya setelah TI pesat, > perempuan yang mendominasi, soale kudu banyak > belajar biar ga gatek :)) > > Karena kasus poligami ini, para perempuan keluar > dari 'kandangnya' dan 'mengaum'. Nyaris semuanya > menyatakan 'menolak' dengan terang-terangan (ini > cerita yang saya ambil dari acara Subuhnya di masjid > Darut tauhid lhoo, khususnya respon ibu-ibu). Kalau > para prianya sih... pastinya sangat sedikit yang > berada di barisan ibu-ibu hehehe... > > Nyokap juga ikutan sewot, adik saya yang cewek > juga ikut nambah-nambahin. Kalo disurvey ibu-ibu di > erte saya juga kayaknya 99% sewot semua.. Kalau ada > yang nggak sewot dianggap nggak normal, contohnya ya > saya...hahaha. > "Situ sih belom nikah, coba aja ntar..." > eeit, kok jadi bawa-bawa status neh... > > Menurut saya, kalau suami poligami artinya dia > sudah menyakiti perasaaan istrinya. Jadi ya itulah > sikap yang dia pilih. Konsekuensinya harus siap, > sama seperti istri. Kalau dia 'mengijinkan' > suaminya, ridho dan ikhlas, berarti siap dengan > konsekuensinya. Hidup itu kan pilihan. Menikah, > tidak menikah (bedain dengan yg belum menikah), > poligami, monogami, punya satu anak, banyak anak dll > semua kan pilihan. Jadi ya masing-masing punya > konsekuensi kan? Poligami ada konsekuensinya, > monogami juga... Yang banyak anak belom tentu lebih > bagus daripada yg belom punya anak, demikian juga > yang sebaliknya. > > Monogami juga belom tentu lebih bagus dari yang > poligami, demikian juga sebaliknya. So..kayaknya > tinggal gimana ngejalaninnya ya... kita yang > outsider perasaan ga perlu sewot...hehehe, itu sih > pendapat saya lhooo... > > Di sini aja dingin, kenapa situ yang panas.... > kayak iklan rokok...:) > > ps. > dicari: pria yang tidak ingin menyakiti > istrinya....hihihi > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a > more powerful email and get things done faster. __________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
